BisnisBusinessEkonomi

RI Amankan Pasokan Energi, Bahlil Pastikan Impor Minyak Rusia Segera Masuk

×

RI Amankan Pasokan Energi, Bahlil Pastikan Impor Minyak Rusia Segera Masuk

Sebarkan artikel ini
RI Amankan Pasokan Energi, Bahlil Pastikan Impor Minyak Rusia Segera Masuk

Jakarta, Jurnalekbis.com – Pemerintah Indonesia memastikan pasokan energi nasional tetap aman di tengah ketidakpastian global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa Indonesia segera mendapatkan tambahan pasokan minyak mentah (crude oil) dari Rusia melalui kerja sama jangka panjang antar pemerintah (G to G).

Kesepakatan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga ketahanan energi, mengingat kebutuhan minyak nasional yang masih jauh dari produksi dalam negeri. “Hasil kesepakatan itu adalah menyangkut kerja sama jangka panjang khususnya di bidang energi,” ujar Bahlil, Jumat (17/4).

Ia memaparkan, konsumsi bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara itu, lifting atau produksi minyak domestik hanya berada di kisaran 600 hingga 610 ribu barel per hari. Artinya, Indonesia masih harus mengimpor sekitar 1 juta barel minyak setiap harinya.

“Kita tahu bahwa konsumsi BBM kita 1,6 juta barel per day dan lifting kita hanya sekitar 600-610 ribu barel per day. Kita masih impor kurang lebih sekitar 1 juta barel per day,” jelasnya.

Baca Juga :  Pertamina Enduro–VR46 Latih 10 Pembalap Muda Indonesia di Mandalika

Dalam situasi global yang penuh tekanan, pemerintah memilih untuk tidak bergantung pada satu negara pemasok saja. Diversifikasi sumber energi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas pasokan nasional. Bahlil menegaskan, Indonesia akan mencari sumber minyak dari berbagai negara yang dinilai menguntungkan.

“Di tengah kondisi global seperti ini kita harus mampu mencari cadangan minyak dari berbagai sumber, tidak hanya di satu negara tapi hampir semua negara,” katanya.

Kerja sama dengan Rusia disebut telah menunjukkan progres signifikan setelah pertemuan dengan perwakilan pemerintah Rusia, termasuk utusan khusus Presiden Vladimir Putin. Selain pasokan minyak mentah, Rusia juga disebut siap mendukung pembangunan infrastruktur energi di Indonesia.

“Kabarnya cukup menggembirakan. Kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia dan mereka juga siap membangun beberapa infrastruktur penting,” ungkap Bahlil.

Baca Juga :  OJK NTB Ungkap Kinerja Pasar Modal dan Industri Keuangan, Jumlah Investor Nasional Tembus 19,18 Juta

Tak hanya minyak mentah, pemerintah juga tengah menjajaki kerja sama pasokan LPG. Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG per tahun. Upaya diversifikasi pasokan LPG pun sedang dilakukan, meski masih memerlukan beberapa tahap negosiasi lanjutan.

“Terkait LPG masih butuh komunikasi dua sampai tiga tahap lagi. Tapi kalau crude saya pikir sudah hampir final,” ujarnya.

Menanggapi potensi dampak kerja sama dengan Rusia terhadap hubungan dagang dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan mengutamakan kepentingan nasional.

“Kebutuhan crude kita setiap tahun sekitar 300 juta barel. Jadi semuanya kita ambil, mana yang menguntungkan untuk negara kita harus kita lakukan,” tegasnya.

Ia juga memastikan bahwa pasokan minyak untuk kebutuhan nasional hingga akhir tahun telah dalam kondisi aman. Pemerintah kini fokus pada peningkatan kapasitas kilang domestik agar dapat mengolah pasokan minyak secara optimal.

Baca Juga :  Bank Mandiri Catat Rekor Aset Rp 2.427 Triliun, Tumbuh 11,6% YoY

“Dari bulan ini sampai Desember insyaallah sudah aman. Jadi kita tidak perlu risau, tinggal kita meningkatkan produksi kilang,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang investasi pembangunan kilang minyak dan fasilitas penyimpanan (storage) oleh pihak Rusia. Namun, detail teknis dan nilai investasi masih dalam tahap pembahasan lanjutan.

“Harga tetap kita cari yang terbaik. Minimal sama dengan harga pasar, kalau bisa di bawah pasar itu jauh lebih baik,” ujar Bahlil.

Kerja sama ini, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi politik dan ekonomi bebas aktif Indonesia. Pemerintah memastikan tetap membuka kerja sama dengan berbagai negara, termasuk Rusia, Afrika, Nigeria, hingga Amerika Serikat.

“Pemerintah Indonesia selalu mengedepankan politik bebas aktif, termasuk dalam ekonomi. Kita boleh belanja di mana saja selama itu menguntungkan dan sesuai komitmen kerja sama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *