Mataram, Jurnalekbis.com – Tradisi saling berkirim parsel atau hampers menjelang Idulfitri 1447 Hijriah di Nusa Tenggara Barat (NTB) semakin beragam. Jika biasanya isi hampers identik dengan kue kering, kini muncul inovasi baru yang menarik perhatian masyarakat, yakni hampers berbasis kelapa muda atau degan.
Inovasi tersebut datang dari Afila Hardiyanti, pemilik usaha Lica Lecy Pudding di Kota Mataram. Ia mengolah kelapa muda menjadi jelly dan puding yang dikemas dalam keranjang hampers estetik, menghadirkan pilihan hantaran Lebaran yang berbeda dari biasanya.
Produk ini pun langsung mendapat respons positif dari pasar. Sejak pertengahan Ramadan, Afila mengaku pesanan hampers degan jelly miliknya sudah mencapai rata-rata 50 paket per hari.
“Kalau biasanya hampers isinya kue kering, saya mencoba membuat sesuatu yang berbeda dari kelapa. Karena temanya Lebaran, saya buat khusus hampers Idulfitri supaya orang punya pilihan yang unik,” ujar Afila saat ditemui di rumah produksinya di Mataram, baru-baru ini.
Afila menjelaskan, ide tersebut muncul dari keinginannya memberi nilai tambah pada buah kelapa muda yang selama ini lebih sering dijual sebagai minuman segar. Di tangannya, degan diolah menjadi jelly dan puding berwarna cantik yang dikemas rapi dalam hampers.
Konsep tersebut ternyata cukup diminati. Selain rasanya yang segar, tampilannya juga dianggap menarik sebagai buah tangan Lebaran.
“Banyak orang sekarang mencari hampers yang tidak dijual orang lain. Jadi kami mencoba menghadirkan sesuatu yang beda, tapi tetap cocok untuk hadiah,” katanya.
Dari beberapa varian yang ditawarkan, paket hampers seharga Rp65 ribu menjadi yang paling diminati konsumen. Paket ini berisi satu set jelly degan yang dikemas dalam keranjang dekoratif.
“Varian Rp65 ribu ini yang paling banyak diborong. Harganya murah, tapi tampilannya tetap eksklusif dan cantik,” jelasnya.
Selain paket satuan, Lica Lecy Pudding juga menawarkan paket double seharga Rp130 ribu serta paket lengkap dengan harga Rp155 ribu. Setiap paket dirancang dengan tampilan yang menarik agar cocok dijadikan hampers Lebaran.


Menariknya, pemesan tidak hanya datang dari warga Kota Mataram. Afila mengatakan banyak pesanan justru berasal dari luar Pulau Lombok. Biasanya, mereka ingin mengirimkan hampers kepada keluarga atau kerabat yang tinggal di Lombok.
Namun karena produk berbahan dasar kelapa muda tidak menggunakan pengawet, masa simpannya cukup terbatas.
“Produk ini hanya tahan sekitar satu hari di suhu ruang. Jadi pengiriman kami batasi di sekitar Mataram dan Lombok Tengah supaya kualitasnya tetap terjaga,” ujarnya.
Selain degan jelly, Afila juga menyediakan berbagai pilihan isian hampers lain yang bisa disesuaikan dengan keinginan konsumen. Beberapa di antaranya seperti creamy jelly, salad buah, hingga menu vegan untuk pelanggan dengan preferensi diet tertentu.
Bahkan, pelanggan juga bisa memesan puding ulang tahun dengan ornamen khas Lebaran untuk melengkapi momen perayaan bersama keluarga.
Meski permintaan pasar cukup tinggi, Afila mengaku harus menghadapi tantangan dalam mendapatkan bahan baku utama, yakni kelapa muda. Selama bulan Ramadan, permintaan kelapa meningkat tajam karena banyaknya pedagang minuman berbahan dasar kelapa.
“Lumayan sulit mencari kelapa muda sekarang karena banyak yang membutuhkan, apalagi saat puasa. Harga bahan lain juga sedang naik, tapi kami tetap berusaha menjaga kualitas produk,” katanya.
Meski begitu, Afila tetap optimistis usahanya akan terus berkembang. Ia berharap inovasi hampers berbasis kelapa muda ini dapat menjadi alternatif baru bagi masyarakat yang ingin memberikan buah tangan Lebaran yang berbeda, segar, dan lebih personal.














