BisnisEkonomi

Irnadi Kusuma Bidik Investasi NTB Rp64 Triliun, Sasar Australia hingga Eropa

×

Irnadi Kusuma Bidik Investasi NTB Rp64 Triliun, Sasar Australia hingga Eropa

Sebarkan artikel ini
Irnadi Kusuma Bidik Investasi NTB Rp64 Triliun, Sasar Australia hingga Eropa

Mataram, Jurnalekbis.com- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat mulai mengalihkan fokus promosi investasi ke kawasan Oceania, Australia, Eropa, Asia Timur, hingga Asia Tenggara. Langkah itu diambil setelah situasi geopolitik di Timur Tengah dinilai membuat peluang masuknya investasi dari kawasan tersebut belum terlalu menjanjikan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB H. Irnadi Kusuma mengatakan, perubahan arah promosi dilakukan agar target investasi NTB sebesar Rp64 triliun pada 2026 tetap bisa tercapai.

“Setelah adanya situasi geopolitik di Timur Tengah, kita belum bisa berharap banyak untuk wilayah itu. Karena itu kita mencoba promosi investasi ke Oceania, Australia, Eropa, Asia Timur, termasuk Asia Tenggara,” kata Irnadi, Rabu (1/4).

Menurut Irnadi, promosi investasi tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral. DPMPTSP kini tengah menyusun konsep promosi bersama Dinas Pariwisata dan sektor perhubungan agar investasi yang ditawarkan lebih terintegrasi.

Ia menilai sektor pariwisata dan konektivitas tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan investasi yang kuat. Karena itu, Pemprov NTB berupaya membentuk wadah promosi yang menggabungkan potensi investasi, destinasi wisata, hingga proyek konektivitas di berbagai daerah.

Baca Juga :  Kadis Nakertrans : Jadikan norma K3 sebagai disiplin kerja & kepribadian hidup.

“Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada dukungan investasi. Begitu juga sektor perhubungan. Kami sedang mencoba membentuk wadah agar promosi investasi, pariwisata, dan destinasi yang sedang dibuka bisa berjalan bersama,” ujarnya.

Irnadi mengungkapkan, saat ini NTB telah memiliki tujuh sektor investasi yang dinilai siap ditawarkan kepada investor. Ketujuh sektor itu telah memiliki profil investasi atau investment project ready to offer (IPRO).

Dokumen tersebut sebelumnya juga telah dipaparkan kepada delegasi investor dari Uni Emirat Arab saat berkunjung ke NTB beberapa waktu lalu.

“Ada tujuh sektor yang sudah layak dan sudah ada IPRO-nya. Itu yang kami jual kepada investor. Ketika investor dari Uni Emirat Arab datang, kami juga sudah menyampaikan tujuh proyek itu,” katanya.

Selain promosi langsung ke luar negeri, Pemprov NTB juga berencana memanfaatkan forum investasi nasional untuk memperluas jaringan investor. NTB bahkan ditargetkan menjadi tuan rumah salah satu forum investasi pada Mei mendatang.

Baca Juga :  Pertamina Ajak Jurnalis Ikut AJP 2024, Ada Kursus ke Luar Negeri!

Menurut Irnadi, forum semacam itu penting karena menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah daerah dengan investor yang ingin mengetahui peluang investasi di NTB.

“Kalau kita tidak membuat forum seperti itu, akan sulit mengumpulkan investor yang ingin tahu tentang NTB. Mudah-mudahan Mei nanti kita bisa menjadi tuan rumah,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan anggaran promosi, Irnadi mengakui pemerintah daerah tidak mungkin hanya mengandalkan APBD. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk media, dinilai penting untuk memperluas gaung promosi investasi NTB.

“Kalau hanya berharap anggaran pemerintah untuk promosi, tidak akan cukup. Karena itu kami butuh kolaborasi, termasuk dari media dan forum-forum ekonomi,” katanya.

Pemerintah pusat sendiri menaikkan target investasi NTB pada 2026 menjadi Rp64 triliun. Angka itu meningkat dibanding target tahun sebelumnya sebesar Rp61,9 triliun.

Meski demikian, Irnadi optimistis target tersebut masih realistis. Pasalnya, realisasi investasi NTB pada tahun lalu berhasil menembus 100,2 persen atau hampir mencapai Rp62 triliun.

Baca Juga :  Bandara Lombok Siap Layani Penumpang Libur Nataru 2023/2024

“Target sekarang Rp64 triliun. Tahun lalu targetnya Rp61,9 triliun dan alhamdulillah realisasinya bisa tembus 100,2 persen,” ujarnya.

Hingga kini, sektor pertambangan masih menjadi penyumbang terbesar investasi di NTB. Selain itu, sektor pariwisata mulai menunjukkan tren peningkatan, termasuk sejumlah proyek di Pulau Sumbawa dan pengembangan smelter.

Meski masih bergantung pada pertambangan, Pemprov NTB mulai mengarahkan investasi baru ke sektor yang lebih ramah lingkungan. Salah satu yang kembali ditawarkan adalah proyek kereta gantung.

Irnadi menilai proyek tersebut masih memiliki peluang karena tidak hanya berpotensi mendatangkan wisatawan, tetapi juga dapat mendukung pengawasan kawasan hutan.

“Kalau kita serius menjajaki kereta gantung, itu sebenarnya menarik. Bukan hanya dari sisi usaha, tetapi juga bisa membantu memantau kawasan hutan yang dilintasi. Kami masih welcome kalau ada investor yang tertarik,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *