NasionalNews

Menlu Sugiono Kutuk Serangan di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur dan 3 Terluka

×

Menlu Sugiono Kutuk Serangan di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur dan 3 Terluka

Sebarkan artikel ini
Menlu Sugiono Kutuk Serangan di Lebanon, 3 Prajurit TNI Gugur dan 3 Terluka

Jakarta, jurnalekbis.com – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon. Pemerintah Indonesia juga mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dan mendesak investigasi menyeluruh.

Tiga prajurit yang gugur adalah Mayor Anumerta Zulmi Aditya Kurniawan, Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nurihwan, dan Kopral Dua Anumerta Fahrizal Ramadan. Ketiganya meninggal saat menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

“Kami tentu saja, kita semua mengucapkan duka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan,” kata Sugiono dalam keterangannya, Minggu.

Sugiono mengatakan pemerintah berharap para prajurit yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan. Ia juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.

Baca Juga :  Panen Raya Jagung di NTB, Bulog Siap Serap dengan Harga Menarik!

“Berharap dan berdoa semoga para kusuma bangsa ini arwahnya diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarganya diberi kesehatan, kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Selain tiga prajurit yang gugur, Sugiono mengungkapkan ada tiga personel TNI lainnya yang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Informasi itu diterimanya pada Sabtu malam.

“Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka,” kata dia.

Menurut Sugiono, penyebab insiden yang menewaskan dan melukai prajurit Indonesia itu masih dalam penyelidikan. Investigasi dilakukan oleh UNIFIL, sama seperti dua insiden sebelumnya yang juga menimpa pasukan penjaga perdamaian.

“Penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi, itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL,” ujarnya.

Baca Juga :  Jasad Pendaki Muda Ditemukan di Jurang Rinjani

Pemerintah Indonesia, kata Sugiono, bergerak cepat merespons insiden tersebut. Melalui Perwakilan Tetap RI di New York, Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat sehari setelah insiden pertama terjadi.

Permintaan itu kemudian disetujui oleh Prancis selaku penholder urusan Lebanon di Dewan Keamanan PBB. Dewan Keamanan pun menggelar rapat luar biasa untuk membahas situasi keamanan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon.

Dalam rapat itu, Indonesia menyampaikan dua tuntutan utama. Pertama, mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB. Kedua, mendesak dilakukan investigasi menyeluruh agar pelaku dan penyebab insiden dapat diungkap.

“Kita mengutuk keras serangan yang dilakukan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *