BisnisEkonomi

BAZNAS RI Tinjau Program Sapi di Lombok Tengah, Peternak Mulai Rasakan Dampak Ekonomi

×

BAZNAS RI Tinjau Program Sapi di Lombok Tengah, Peternak Mulai Rasakan Dampak Ekonomi

Sebarkan artikel ini
BAZNAS RI Tinjau Program Sapi di Lombok Tengah, Peternak Mulai Rasakan Dampak Ekonomi

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, KH Sodik Mudjahid, meninjau langsung program pemberdayaan peternak sapi di Desa Pagutan, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Program berbasis zakat ini diklaim mulai menunjukkan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi dan solidaritas masyarakat setempat, meski baru berjalan sekitar empat bulan.

Dalam kunjungan tersebut, KH Sodik didampingi Ketua BAZNAS NTB, Lalu M. Iqbal Murad. Ia menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan BAZNAS merupakan amanah dari umat yang harus dikelola secara transparan dan memberikan manfaat langsung.

“BAZNAS mendapatkan amanah dari umat melalui zakat, infak, dan sedekah. Amanah itu kami kelola sesuai undang-undang untuk dikembalikan kepada umat dan bangsa Indonesia. Salah satunya melalui program balai ternak ini,” ujar Sodik di lokasi, Kamis (23/4).

Ia mengaku sengaja melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan program tidak sekadar baik di atas laporan. Bahkan, ia menguji secara langsung informasi yang diterimanya.

“Saya ingin memastikan betul-betul memberi manfaat, bukan hanya laporan yang menyenangkan saja. Dari yang saya lihat dan dengar, program ini memang memberikan manfaat nyata,” katanya.

Baca Juga :  Gebyar Pangan Murah NTB: Solusi Cerdas Hadapi Kebutuhan Idul Adha

Peternak Makin Solid dan Terampil

Sodik menjelaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah ternak, tetapi juga dari peningkatan kapasitas peternak dan kekompakan kelompok. Ia melihat adanya perkembangan positif dalam pola kerja dan pembelajaran peternak.

“Para peternaknya makin solid, makin kompak. Mereka terus menimba ilmu, baik soal beternak yang lebih baik maupun pengembangan seperti kompos dan lainnya,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam hal pemasaran, agar program dapat berkembang secara berkelanjutan.

Secara nasional, BAZNAS telah mengembangkan sekitar 70 balai ternak, dengan tiga titik di antaranya berada di NTB. Namun, Sodik menegaskan pengembangan ke depan akan tetap berbasis evaluasi.

“Kami tidak menjanjikan, tapi jika amanah kepada kami semakin besar dan evaluasi menunjukkan manfaat, tentu program ini bisa ditambah, termasuk di NTB,” ujarnya.

Skema Bantuan: 61 Ekor untuk 30 Peternak

Ketua Kelompok Ternak Desa Pagutan, Jamhari Mahdan, menjelaskan bahwa kelompoknya menerima total 61 ekor sapi dari program BAZNAS. Bantuan tersebut dibagi kepada 30 anggota kelompok, dengan rata-rata dua ekor per orang.

Baca Juga :  Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun, Ini Daftar Lengkapnya

“Setiap anggota dapat dua ekor, satu sapi betina untuk dikembangkan dan satu pejantan untuk penggemukan,” kata Jamhari.

Ia menambahkan, seluruh kebutuhan dasar peternakan juga difasilitasi oleh BAZNAS, mulai dari kandang hingga obat-obatan.

“Semua ditanggung, termasuk kandang dibuatkan. Jadi kami tinggal fokus merawat dan mengembangkan,” ujarnya.

Dari total sapi yang ada, sekitar 30 ekor disiapkan untuk kebutuhan kurban, sementara sisanya difokuskan untuk pengembangbiakan jangka panjang.

Dampak Sosial dan Ekonomi Mulai Terasa

Meski baru berjalan empat bulan, Jamhari mengakui program ini sudah memberikan dampak positif, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga sosial.

“Alhamdulillah manfaatnya terasa. Dulu mungkin ada yang kurang akur, sekarang jadi kompak karena setiap hari kumpul dan silaturahmi di kandang,” ungkapnya.

Dari sisi ekonomi, ia menyebut ada peningkatan meski masih bertahap. Peternak mulai memahami teknik beternak yang lebih baik dan berorientasi pada hasil.

“Ekonomi kami mulai naik sedikit-sedikit. Kami juga belajar bagaimana mengelola ternak dengan baik agar program ini terus berkembang,” katanya.

Baca Juga :  PS Catat Lonjakan Produksi Padi NTB 2025, Jagung Tertekan Faktor Cuaca

Indikator Keberhasilan dan Harapan ke Depan

Menurut Sodik, indikator utama keberhasilan program ini adalah peningkatan ekonomi peternak, pengelolaan usaha yang lebih baik, serta munculnya efek turunan seperti pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas atau kompos.

“Ukuran sederhananya adalah ekonomi meningkat, pengelolaan usaha berkembang, dan ada dampak sampingan yang bermanfaat,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa tujuan jangka panjang dari program ini adalah mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pemberi zakat).

“Harapannya, ke depan mereka bisa mandiri, bahkan menjadi pihak yang berzakat,” ujarnya.

Terkait kesiapan ternak untuk kurban, Sodik menyebut sebagian sapi sudah memenuhi syarat berdasarkan laporan peternak.

“Dari laporan, sapi-sapi ini sudah siap untuk dikurbankan,” katanya.

Program balai ternak BAZNAS di Lombok Tengah menjadi salah satu contoh pendekatan pemberdayaan berbasis zakat yang tidak hanya bersifat bantuan, tetapi juga berorientasi pada kemandirian ekonomi masyarakat. Jika evaluasi terus menunjukkan hasil positif, bukan tidak mungkin model serupa akan diperluas ke lebih banyak desa di NTB maupun wilayah lainnya di Indonesia.

#BAZNAS #ZakatProduktif #PeternakSapi #LombokTengah #NTB #EkonomiUmat #BalaiTernak #PemberdayaanEkonomi #ZakatIndonesia #Kurban2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *