Madinah, Jurnalekbis.com — Pemerintah Indonesia mencatat total sembilan jemaah haji wafat di Arab Saudi hingga Minggu, 3 Mei 2026. Sebagian besar kematian disebabkan gangguan jantung dan radang paru-paru. Sementara itu, ratusan jemaah lainnya masih menjalani perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Asseaff, mengatakan kondisi kesehatan jemaah haji Indonesia secara umum masih terpantau dan mendapatkan layanan medis optimal, baik di tingkat kloter, sektor, maupun fasilitas kesehatan rujukan di Arab Saudi.
“Secara kumulatif total jemaah yang rawat jalan sebanyak 8.575 orang,” kata Maria dalam keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).
Selain itu, sebanyak 130 jemaah telah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Sedangkan 172 jemaah lainnya dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Namun hingga saat ini jumlah jemaah yang masih dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi sebanyak 58 orang,” ujarnya.
Maria menjelaskan, layanan kesehatan terus disiagakan untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Dalam kesempatan yang sama, pemerintah juga menyampaikan kabar duka atas wafatnya dua jemaah di Madinah pada Ahad, 3 Mei 2026.
Kedua jemaah tersebut yakni Sudarto Marto Prawiro (73), anggota kloter KJT 14 asal Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, serta Yunilis Mu’in (73), anggota kloter PDG 07 asal Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
“Hingga saat ini total jemaah yang wafat sebanyak sembilan orang, sebagian besar disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan radang paru-paru,” kata Maria.
PPIH, lanjut dia, memastikan seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan badal haji.
“PPIH InsyaAllah menjamin badal haji bagi seluruh jemaah yang wafat,” ucapnya.
Pemerintah juga mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi fisik, mengatur aktivitas selama di Tanah Suci, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gangguan kesehatan.














