Haji

Jemaah Haji Diminta Kurangi Aktivitas, Suhu Mekah Tembus 42 Derajat

×

Jemaah Haji Diminta Kurangi Aktivitas, Suhu Mekah Tembus 42 Derajat

Sebarkan artikel ini
Jemaah Haji Diminta Kurangi Aktivitas, Suhu Mekah Tembus 42 Derajat

Mekah, Jurnalekbis.com  — Pemerintah mengingatkan seluruh jemaah haji Indonesia untuk mulai mengurangi aktivitas fisik menjelang puncak ibadah haji. Imbauan ini disampaikan menyusul tingginya suhu di Arab Saudi yang mencapai 42 derajat Celcius dan meningkatnya risiko kelelahan hingga gangguan kesehatan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Maria Asseaff, mengatakan sebanyak 5.766 jemaah haji khusus telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal yang ditetapkan.

“Memasuki masa menjelang puncak haji, kami terus menghimbau seluruh jemaah untuk benar-benar fokus pada persiapan ibadah,” ujar Maria.

Ia menegaskan, fase puncak haji membutuhkan kesiapan menyeluruh, bukan hanya fisik, tetapi juga mental, spiritual, serta kedisiplinan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Baca Juga :  2 Calon Haji Embarkasi Lombok Gagal Berangkat, Satu Positif TBC

Karena itu, jemaah diminta mulai menghemat tenaga dan menghindari aktivitas yang tidak mendesak, terutama di luar hotel pada siang hari. Kondisi cuaca ekstrem di Mekah dan Madinah dinilai dapat memicu penurunan kondisi tubuh apabila tidak diantisipasi dengan baik.

“Dengan suhu yang berkisar antara 38 hingga 42 derajat Celcius, jemaah perlu lebih bijak mengatur aktivitas. Utamakan ibadah wajib, perbanyak istirahat, makan tepat waktu dan cukup minum air putih,” katanya.

Selain itu, jemaah diimbau selalu menggunakan alas kaki, membawa identitas diri, serta memakai pelindung kepala seperti payung atau topi saat berada di luar ruangan. Jika tubuh mulai terasa lelah, jemaah diminta segera beristirahat.

Baca Juga :  Penukaran Riyal Diserbu CJH di Mataram, Stok Capai Rp1 Miliar

Peringatan khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta atau kategori risiko tinggi. Mereka diminta aktif berkoordinasi dengan ketua regu, petugas kesehatan, maupun petugas sektor.

Maria meminta jemaah tidak menunda melapor apabila mengalami keluhan kesehatan seperti pusing, sesak napas, nyeri dada, demam, hingga batuk berat.

“Kesehatan adalah bekal utama menuju puncak haji. Jangan menunggu kondisi memburuk, segera sampaikan keluhan kepada petugas agar bisa ditangani sejak awal,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kementerian Haji dan Umrah juga menyoroti pentingnya peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Selain memberikan bimbingan manasik, KBIHU diminta memperkuat edukasi terkait kesehatan, keselamatan, dan kedisiplinan jemaah.

Baca Juga :  Jemaah Haji RI Masih Pakai Celana Dalam Saat Ihram, Petugas Arab Saudi Turun Tangan

Menurut Maria, pendampingan dari KBIHU sangat penting agar jemaah memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari ikhtiar menyempurnakan ibadah haji.

Pemerintah juga telah menerbitkan edaran pengaturan pergerakan jemaah sebagai langkah mitigasi menghadapi kepadatan dan risiko kelelahan menjelang fase Armuzna atau puncak haji.

Aturan tersebut mencakup pengaturan aktivitas dari hotel menuju Masjidil Haram, perjalanan dari Madinah ke Mekah, hingga mobilisasi selama rangkaian puncak haji berlangsung.

“Kedisiplinan jemaah dalam mengikuti arahan petugas menjadi kunci agar seluruh layanan berjalan tertib, aman dan terkendali,” tutup Maria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *