BisnisTravelWisata

Buyer dari 15 Negara Jelajahi Lombok, NTB Bidik Lonjakan Wisatawan Mancanegara

×

Buyer dari 15 Negara Jelajahi Lombok, NTB Bidik Lonjakan Wisatawan Mancanegara

Sebarkan artikel ini
Buyer dari 15 Negara Jelajahi Lombok, NTB Bidik Lonjakan Wisatawan Mancanegara

Mataram, Jurnalekbis.com  – Puluhan buyer dan pelaku industri pariwisata internasional dari 15 negara mengunjungi Lombok dalam kegiatan familiarization trip (famtrip) yang menjadi bagian dari rangkaian Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2026. Kunjungan tersebut dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk memperkenalkan langsung potensi destinasi, budaya, kuliner, hingga fasilitas pariwisata kepada pasar global.

Para buyer berasal dari Australia, Malaysia, India, Belanda, Afrika Selatan, Polandia, Prancis, Kenya, Lithuania, Tiongkok, Hong Kong, Pakistan, Filipina, Kazakhstan, Myanmar, dan Slovakia. Selama dua hari mereka diajak mengeksplorasi berbagai destinasi unggulan yang telah disiapkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB serta pelaku industri wisata setempat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, mengatakan tingginya minat peserta BBTF untuk mengunjungi Lombok menjadi peluang strategis dalam memperluas promosi pariwisata daerah di pasar internasional.

Baca Juga :  Korem 162/Wira Bhakti Dukung Bea Cukai Mataram Gempur Rokok Ilegal Rp11,29 Miliar

“Antusiasme peserta sangat besar. Ini menjadi kesempatan penting agar mereka mengetahui kondisi terkini destinasi wisata di NTB, termasuk budaya, kuliner, dan berbagai potensi yang kita miliki,” ujar Aulia saat menjamu peserta famtrip di Qunci Villas, Minggu (31/5/2026).

Menurutnya, pengalaman langsung di lapangan memberikan dampak yang lebih kuat dibandingkan pertemuan singkat dalam pameran wisata. Dengan melihat, merasakan, dan berinteraksi langsung dengan destinasi, buyer memiliki gambaran yang lebih utuh sebelum menawarkan paket wisata kepada calon wisatawan di negara asal mereka.

“Harapannya tentu ada kemitraan yang kuat antara pelaku usaha pariwisata NTB dengan buyer dari berbagai negara sehingga dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara ke NTB,” katanya.

Selain destinasi alam, NTB juga menonjolkan kekayaan budaya lokal dan wisata gastronomi yang kini menjadi salah satu tren perjalanan dunia. Berbagai kuliner khas seperti serabi dan cerorot diperkenalkan kepada peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat daya tarik wisata berbasis pengalaman.

Baca Juga :  Pertamina Jatimbalinus Borong 66 Penghargaan ENSIA 2024

Ketua BPPD NTB, Sahlan M. Saleh, menjelaskan para buyer yang hadir merupakan agen perjalanan potensial dari berbagai kawasan dunia yang memiliki peluang besar memasarkan Lombok kepada wisatawan internasional.

“Yang ingin kita gali adalah komitmen mereka untuk menjual Lombok secara serius. Karena itu mereka harus melihat sendiri destinasi, hotel, atraksi wisata, dan pengalaman yang ditawarkan Lombok,” ujarnya.

Dalam agenda kunjungan, peserta famtrip diajak menikmati sejumlah destinasi unggulan, mulai dari Gili Trawangan dengan aktivitas bersepeda, snorkeling, wisata selam, hingga menaiki cidomo. Mereka juga mengunjungi sentra kerajinan gerabah Banyumulek, Desa Adat Sukarara yang terkenal dengan tenun tradisional, serta Desa Adat Ende untuk mengenal kehidupan masyarakat Sasak.

Baca Juga :  NTB Mulai Tinggalkan Kayu Bakar, Petani Dialihkan ke Cangkang Kemiri

Rombongan turut mengunjungi kawasan The Mandalika, termasuk Sirkuit Mandalika dan sejumlah pantai unggulan yang menjadi ikon pariwisata NTB.

Sahlan menegaskan kegiatan ini bukan ditujukan untuk transaksi bisnis instan. Sebagian besar buyer membutuhkan pemahaman mendalam mengenai produk wisata sebelum menyusun dan memasarkan paket perjalanan kepada konsumennya.

“Karakter travel agent internasional itu mereka harus memahami destinasi terlebih dahulu. Setelah itu baru mereka menyusun dan menjual paket wisata. Karena bagi sebagian dari mereka, Lombok masih merupakan destinasi baru yang perlu dipelajari lebih dalam,” katanya.

Melalui famtrip BBTF 2026, NTB berharap jaringan bisnis yang terbangun dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret yang berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Semakin luas eksposur Lombok di pasar global, semakin besar pula peluang sektor pariwisata memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *