Mataram, Jurnalekbis.com – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026 dipastikan memiliki makna yang jauh lebih besar dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Selain menjadi ajang persaingan atlet terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat, event olahraga terbesar di tingkat provinsi ini juga diproyeksikan sebagai simulasi menyeluruh menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Nusa Tenggara tahun 2028.
Posisi strategis Porprov XII muncul seiring penunjukan Nusa Tenggara Barat bersama Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah PON XXII tahun 2028. Perhelatan olahraga nasional tersebut akan mendapat dukungan dari DKI Jakarta untuk sejumlah cabang olahraga tertentu.
Dengan status sebagai calon tuan rumah ajang olahraga terbesar di Indonesia, NTB dituntut menunjukkan kesiapan sejak dini. Karena itu, penyelenggaraan Porprov XII tidak hanya menjadi panggung prestasi atlet daerah, tetapi juga menjadi arena pembuktian kemampuan daerah dalam mengelola event olahraga berskala besar.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB, Mori Hanafi, menegaskan bahwa Porprov tahun depan memiliki fungsi yang sangat vital bagi masa depan olahraga NTB.
“Porprov XII NTB 2026 ini sangat krusial. Ini bukan sekadar ajang unjuk gigi bagi para atlet kabupaten dan kota, melainkan simulasi komprehensif menuju PON XXII tahun 2028 di mana kita akan menjadi tuan rumah,” ujar Mori Hanafi.
Seluruh Aspek Kesiapan Akan Diuji
Menurut Mori, simulasi yang dilakukan melalui Porprov tidak hanya berkaitan dengan pertandingan dan perolehan medali. Lebih dari itu, ajang tersebut akan menguji kesiapan berbagai sektor yang nantinya menjadi tulang punggung penyelenggaraan PON.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kesiapan venue pertandingan, sistem manajemen kompetisi, koordinasi panitia pelaksana, pengamanan, transportasi, akomodasi kontingen, pelayanan kesehatan, hingga mobilisasi peserta dan ofisial.
Semua komponen tersebut akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum NTB menghadapi tantangan yang jauh lebih besar pada tahun 2028.
Mori menilai Porprov merupakan kesempatan terbaik untuk mengidentifikasi kelemahan yang masih ada dalam sistem penyelenggaraan olahraga daerah.
“Semua kekurangan dan celah yang kita temukan pada penyelenggaraan Porprov akan langsung menjadi bahan evaluasi. Kita tidak ingin ada kesalahan minor, apalagi mayor, saat menyambut tamu dari seluruh provinsi di Indonesia pada PON 2028 nanti,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Porprov tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga efektivitas tata kelola event secara keseluruhan.
Waktu Persiapan Semakin Terbatas
KONI NTB menilai rentang waktu menuju PON XXII semakin pendek. Oleh karena itu, setiap tahapan persiapan harus dimanfaatkan secara maksimal.
Meski pelaksanaan PON masih sekitar dua tahun lagi, sejumlah pekerjaan besar masih harus diselesaikan. Mulai dari peningkatan fasilitas olahraga, penyesuaian standar venue sesuai regulasi nasional, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia yang akan terlibat dalam penyelenggaraan.
Porprov XII menjadi momentum penting untuk mengukur sejauh mana kesiapan tersebut telah berjalan.
Pengalaman dari sejumlah daerah yang pernah menjadi tuan rumah PON menunjukkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan tidak ditentukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan proses panjang yang melibatkan koordinasi lintas sektor, dukungan pemerintah daerah, organisasi olahraga, aparat keamanan, serta masyarakat.
Karena itu, hasil evaluasi dari Porprov akan menjadi dasar penyempurnaan berbagai aspek sebelum memasuki tahap persiapan akhir PON.
Mencari Atlet Terbaik untuk NTB
Selain berfungsi sebagai simulasi penyelenggaraan, Porprov XII NTB 2026 juga menjadi arena penting dalam proses pencarian atlet potensial yang akan memperkuat kontingen NTB pada PON XXII.
Kompetisi antar kabupaten dan kota diyakini akan menghadirkan atlet-atlet terbaik dari berbagai cabang olahraga. Mereka nantinya akan menjadi bagian dari program pembinaan jangka panjang yang disiapkan KONI NTB.
Para atlet berprestasi akan diproyeksikan masuk ke dalam program pemusatan latihan daerah (Pelatda) guna meningkatkan kemampuan teknik, fisik, mental, dan strategi bertanding.
Mori menegaskan bahwa status sebagai tuan rumah harus dimanfaatkan untuk meningkatkan capaian prestasi olahraga daerah.
“Kita sebagai tuan rumah PON tentu tidak hanya ingin sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga harus sukses dalam prestasi. Target kita di 2028 sangat tinggi,” tegasnya.
Menurutnya, atlet yang tampil pada Porprov tahun depan merupakan aset penting yang akan dipersiapkan sejak dini agar mampu bersaing dengan atlet terbaik dari seluruh Indonesia.
Target Ganda NTB di PON 2028
Sebagai tuan rumah bersama, NTB menghadapi dua target besar sekaligus. Pertama, memastikan seluruh rangkaian PON berlangsung lancar, aman, dan sukses. Kedua, meningkatkan prestasi olahraga daerah melalui raihan medali yang kompetitif.
Dua target tersebut memerlukan persiapan yang seimbang antara pembangunan sistem penyelenggaraan dan pembinaan atlet.
Keberhasilan dalam satu aspek tanpa diikuti capaian pada aspek lainnya dinilai belum cukup untuk memenuhi ekspektasi masyarakat NTB yang akan menjadi tuan rumah pesta olahraga nasional tersebut.
Karena itu, Porprov XII 2026 menjadi titik awal yang menentukan arah perjalanan olahraga NTB dalam dua tahun mendatang.
Tolok Ukur Kesiapan Bumi Gora
Keberhasilan pelaksanaan Porprov XII NTB 2026 nantinya akan menjadi indikator penting kesiapan daerah menghadapi PON XXII Nusa Tenggara 2028.
Jika seluruh agenda berjalan sesuai rencana, NTB akan memiliki modal kuat untuk menyambut ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan tamu dari berbagai provinsi di Indonesia.
Lebih dari sekadar kompetisi olahraga tingkat provinsi, Porprov kali ini menjadi panggung evaluasi besar yang akan menentukan sejauh mana Bumi Gora siap tampil sebagai tuan rumah ajang olahraga paling bergengsi di Tanah Air.
Dengan tantangan yang tidak ringan, perhatian publik kini tertuju pada bagaimana NTB memanfaatkan Porprov XII sebagai batu loncatan menuju sukses penyelenggaraan dan prestasi pada PON XXII tahun 2028.














