Ratu Agung Sekar Ayu Selamat, Pencarian KMP Putri Yasmin Jadi 4 Orang

Ratu Agung Sekar Ayu Selamat, Pencarian KMP Putri Yasmin Jadi 4 Orang

Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Tim SAR gabungan mengubah data pencarian korban kecelakaan kapal KMP Putri Yasmin. Satu dari lima orang yang sebelumnya dilaporkan hilang, Ratu Agung Sekar Ayu, dipastikan selamat setelah pihak keluarga melaporkan yang bersangkutan telah kembali ke rumah.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhammad Hariyadi mengatakan, Ratu Agung Sekar Ayu ternyata tidak berada di dalam KMP Putri Yasmin saat kapal tersebut mengalami kecelakaan.

“Pihak keluarga melaporkan ke posko bahwa sudah kembali ke rumah dalam keadaan selamat,” kata Hariyadi saat menyampaikan perkembangan operasi pencarian hari ketiga.

Kesalahan data terjadi karena nama Ratu Agung Sekar Ayu sempat tercatat dalam manifes KMP Putri Yasmin. Ia juga diketahui telah membeli tiket kapal tersebut. Namun, rencana perjalanan berubah.

Ratu Agung ternyata berangkat lebih awal pada 9 Agustus menggunakan KMP Surya 777, bukan menyeberang dengan KMP Putri Yasmin pada 12 Agustus.

Baca Juga :  NAP, Efektivitas Dan Efisiensi Melalui Kesamaan Metode Dalam Pelaksanakaan Operasi Usar

Dengan adanya konfirmasi tersebut, jumlah korban yang masih dalam pencarian berkurang dari lima menjadi empat orang. Sementara satu korban meninggal dunia tetap tercatat dalam penanganan insiden tersebut.

Hariyadi menyebut seluruh empat orang yang masih dicari merupakan warga lokal. Tidak ada warga negara asing dalam daftar pencarian. Mereka berdomisili di Mataram dan Bali.

Dari empat orang tersebut, dua di antaranya berkaitan dengan wilayah Mataram, yakni Ratu Ayu dan Yasir Arafat. Yasir diketahui lebih dikenal dengan nama panggilan Bayu.

Tim SAR juga menemukan adanya satu orang yang tidak tercatat dalam manifes kapal. Namun, suaminya telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat menggunakan KMP Parama Kalyani.

Pada pencarian hari ketiga, operasi dimulai pukul 07.00 WITA. Tim SAR mengerahkan satu unit helikopter dari PT SGI Benoa untuk menyisir wilayah sekitar selatan Pulau Bali.

Baca Juga :  Pencarian Pemuda Hilang di Rinjani: SAR Gunakan Drone Thermal

Helikopter melakukan pencarian selama kurang lebih dua jam dengan cakupan sekitar 100 nautical miles persegi. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun KMP Putri Yasmin.

Pencarian kemudian dilanjutkan menggunakan dua kapal negara. KN SAR 220 milik Kantor SAR Mataram menyisir area sekitar 60 nautical miles ke arah barat daya dari lokasi awal kapal terbakar.

Sementara KAL Blongas milik TNI Angkatan Laut melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian dengan cakupan sekitar 48 nautical miles.

Hingga pukul 15.00 WITA, kedua kapal kembali ke Lembar tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun empat orang yang masih dicari.

Memasuki hari keempat, SAR Mataram memastikan operasi pencarian tetap dilanjutkan. Unsur laut akan kembali dikerahkan untuk menyisir perairan sekitar Sekotong.

Baca Juga :  ITDC Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Mataram, Dorong Kolaborasi Pemulihan Pascabencana

Informasi pencarian juga akan disebarluaskan kepada masyarakat pesisir dan nelayan di sekitar lokasi kejadian. Tim SAR turut meminta bantuan kapal-kapal yang melintas melalui Vessel Traffic Service (VTS) Lembar dan VTS Benoa untuk melaporkan apabila menemukan indikasi keberadaan korban maupun kapal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *