Lombok Timur, Jurnalekbis.com— Pendakian Gunung Rinjani berujung insiden bagi wisatawan mancanegara asal Prancis, Catherine Marie (61). Ia terpeleset saat perjalanan turun di sekitar jalur Lendang Panas, Kabupaten Lombok Timur, Jumat (14/8/2026), hingga diduga mengalami cedera pada pergelangan kaki kanan.
Catherine kemudian membutuhkan bantuan untuk keluar dari kawasan pendakian. Tim SAR gabungan bergerak setelah menerima laporan kondisi membahayakan manusia tersebut pada Jumat siang.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram menerima informasi kejadian dari Mustiadi, Emergency Medical Health Center (EMHC), pukul 13.10 Wita. Sekitar 20 menit kemudian, Rescue Unit Siaga SAR (USS) Sembalun bersama potensi SAR diberangkatkan menuju lokasi.
Perjalanan evakuasi dilakukan di medan pendakian dengan membawa perlengkapan medis dan peralatan mountaineering. Kondisi jalur membuat proses pemindahan korban harus dilakukan secara hati-hati dan melibatkan sejumlah unsur secara estafet.
Catherine diketahui memulai pendakian melalui jalur Sembalun pada Selasa (11/8). Insiden terjadi ketika perempuan tersebut dalam perjalanan turun dari kawasan Gunung Rinjani.
Koordinator USS Sembalun I Dewa Gede Kerta mengatakan korban akhirnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat. Setelah keluar dari jalur pendakian, Catherine diserahkan kepada pihak Nusa Medica untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Korban berhasil kami evakuasi dalam keadaan selamat dan langsung menyerahkan ke pihak Nusa Medica untuk penanganan lebih lanjut,” kata I Dewa Gede Kerta.
Ia menyebut proses evakuasi berlangsung secara estafet dan dapat berjalan lancar berkat koordinasi seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
Tim SAR gabungan dalam operasi ini melibatkan Rescue USS Sembalun, Unit SAR Lombok Timur, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Nusa Medica, EMHC, porter, serta guide.
“Proses evakuasi secara estafet dapat berjalan dengan baik berkat kerja sama dan sinergitas seluruh unsur yang terlibat,” ujarnya.
Kerta juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel SAR gabungan, porter, guide, serta pihak lain yang membantu proses penyelamatan wisatawan tersebut.
Evakuasi ini kembali menunjukkan pentingnya kesiapan pendaki menghadapi karakter medan Gunung Rinjani, terutama ketika melakukan perjalanan turun. Jalur dengan kondisi medan yang menantang membutuhkan kewaspadaan dan persiapan fisik maupun perlengkapan yang memadai.
Bagi wisatawan mancanegara maupun pendaki domestik, insiden Catherine menjadi pengingat bahwa perjalanan di kawasan pegunungan memiliki risiko yang tidak dapat diabaikan. Koordinasi antara pendaki, pemandu, pengelola kawasan, tenaga medis, dan unsur SAR menjadi faktor penting ketika keadaan darurat terjadi.













