BisnisNusantara

Miq Iqbal Dukung Lapas NTB Jadi Motor Industri Kreatif dan Ketahanan Pangan

×

Miq Iqbal Dukung Lapas NTB Jadi Motor Industri Kreatif dan Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Miq Iqbal Dukung Lapas NTB Jadi Motor Industri Kreatif dan Ketahanan Pangan

Mataram, Jurnalekbis.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menyatakan komitmennya mendukung penguatan program pembinaan di lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan negara (Rutan) di seluruh NTB. Dukungan tersebut diarahkan untuk mendorong pengembangan industri kreatif sekaligus memperkuat ketahanan pangan yang melibatkan warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan yang produktif.

Pernyataan itu disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) NTB, Ketut Akbar Herry Achjar, bersama jajaran di Ruang Tamu Utama Kantor Gubernur NTB, Kamis (25/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB dengan jajaran pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan daerah melalui program pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan sumber daya manusia.

Menurut Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal, lembaga pemasyarakatan tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat menjalani masa pidana. Lebih dari itu, Lapas dan Rutan memiliki peran strategis dalam membentuk keterampilan, karakter, dan kemandirian warga binaan sehingga mampu kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.

Ia menilai program pembinaan yang dikembangkan selama ini memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial apabila dijalankan secara berkelanjutan.

“Saya yakin dengan Pak Akbar di sini, kita bisa berlari bersama-sama untuk NTB Makmur Mendunia, terutama di aspek penguatan industri kreatif,” ujar Miq Iqbal.

Baca Juga :  28 Dubes Tanam Pohon di Mandalika, Sinyal Kuat untuk Investasi Asing

Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pengembangan sektor industri kreatif menjadi salah satu fokus Pemerintah Provinsi NTB dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah. Keterlibatan warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif dinilai dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.

Selain industri kreatif, Miq Iqbal juga memberikan perhatian terhadap penguatan ketahanan pangan di lingkungan Lapas dan Rutan. Menurutnya, pemanfaatan lahan yang tersedia untuk kegiatan pertanian, peternakan, maupun budidaya lainnya dapat memberikan manfaat ganda.

Di satu sisi, kegiatan tersebut mampu meningkatkan keterampilan warga binaan. Di sisi lain, hasil produksinya dapat mendukung kebutuhan pangan di lingkungan pemasyarakatan sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

Konsep pembinaan berbasis produktivitas itu dinilai selaras dengan visi pembangunan NTB Makmur Mendunia, yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, serta pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi lintas sektor.

Gubernur juga mengapresiasi berbagai program pembinaan yang telah berjalan di sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di NTB. Berbagai pelatihan keterampilan dinilai mampu memberikan bekal nyata bagi warga binaan sebelum kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Program tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi risiko residivisme, tetapi juga meningkatkan peluang warga binaan memperoleh pekerjaan atau bahkan membuka usaha secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidananya.

Baca Juga :  Bawa Kartu Anak Dapat Diskon 10 Persen di Rumah Bakso

Sementara itu, Kepala Kanwil Ditjenpas NTB Ketut Akbar Herry Achjar menyambut positif dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi NTB.

Ia mengatakan sinergi dengan pemerintah daerah menjadi modal penting untuk memperluas berbagai program pembinaan yang selama ini dijalankan di seluruh Lapas dan Rutan di wilayah NTB.

Menurut Akbar, pembinaan tidak cukup hanya berfokus pada aspek kepribadian. Keterampilan kerja dan kemampuan berwirausaha juga harus menjadi bagian utama dalam mempersiapkan warga binaan menghadapi kehidupan setelah bebas.

“Dukungan Bapak Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pembinaan yang berdampak. Bersama seluruh jajaran, Kanwil Ditjenpas NTB berkomitmen mengembangkan industri kreatif dan memperkuat ketahanan pangan di seluruh Lapas dan Rutan agar warga binaan menjadi lebih mandiri, produktif, dan siap kembali berkontribusi di tengah masyarakat,” kata Akbar.

Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui penguatan berbagai program pembinaan produktif yang selama ini telah berjalan di sejumlah UPT Pemasyarakatan. Program tersebut mencakup pelatihan kerajinan, pengolahan hasil pertanian, budidaya perikanan, peternakan, hingga berbagai usaha berbasis kreativitas yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Dengan pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga memiliki mental kewirausahaan sehingga mampu menciptakan peluang ekonomi ketika kembali ke lingkungan sosialnya.

Kolaborasi antara Kanwil Ditjenpas NTB dan Pemerintah Provinsi NTB juga diharapkan membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai instansi, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas kreatif.

Baca Juga :  Pertamina Jamin Stok Energi Aman di NTB Saat Ramadan-Lebaran

Melalui pola kemitraan tersebut, hasil karya warga binaan memiliki kesempatan untuk dipasarkan secara lebih luas sehingga memberikan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Pendekatan pembinaan berbasis produktivitas menjadi salah satu strategi yang kini banyak dikembangkan dalam sistem pemasyarakatan modern. Fokusnya tidak hanya pada pelaksanaan pidana, tetapi juga memastikan warga binaan memiliki bekal keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Di NTB, langkah tersebut dinilai memiliki potensi besar mengingat sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan ekonomi kreatif merupakan sektor unggulan yang terus berkembang.

Sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran pemasyarakatan menjadi faktor penting agar berbagai program pembinaan dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat secara luas.

Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi NTB, Kanwil Ditjenpas NTB optimistis pengembangan industri kreatif dan ketahanan pangan di seluruh Lapas dan Rutan akan semakin berkembang.

Harapannya, program tersebut tidak hanya menghasilkan produk yang bernilai ekonomi, tetapi juga melahirkan warga binaan yang lebih mandiri, memiliki keterampilan, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah setelah kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *