Bulog Mulai Salurkan Bantuan Pangan Juli-September di NTB

Bulog Mulai Salurkan Bantuan Pangan Juli-September di NTB

Mataram, Jurnalekbis.com — Penyaluran bantuan pangan beras tahap II di Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi dimulai. Program untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 ini menyasar sekitar 861 ribu penerima bantuan pangan (PBP) dengan total beras yang disalurkan hampir 25 ribu ton.

Untuk Kota Mataram, Bulog NTB menyiapkan sekitar 1.300 ton beras bagi 44 ribu penerima. Masing-masing penerima memperoleh 10 kilogram beras setiap bulan sehingga total bantuan yang diterima selama tiga alokasi mencapai 30 kilogram per penerima.

Wakil Pemimpin Wilayah Bulog NTB, Rizal P. Sukmadijaya, mengatakan penyaluran mulai dilakukan secara serentak di NTB dan ditargetkan berlangsung hingga September.

“Untuk di wilayah Kota Mataram, hari ini kita launching. Kita salurkan total ada 44.000 penerima bantuan pangan dengan kurang lebih 1.300 ton beras,” kata Rizal.

Menurut dia, penyaluran untuk Kota Mataram ditargetkan rampung pada awal September. Sementara distribusi untuk seluruh wilayah NTB diperkirakan selesai pada akhir September karena mencakup tiga alokasi sekaligus.

Baca Juga :  BULOG Gandeng PT Pos Indonesia: Beras Murah Kini Lebih Dekat di NTB

Penerima di Mataram Berkurang

Jumlah penerima bantuan pangan di Kota Mataram mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Dari sekitar 46 ribu penerima, kini menjadi sekitar 44 ribu penerima.

Rizal menjelaskan perubahan tersebut mengikuti Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang ditetapkan pemerintah pusat.

“Memang secara data penerima bantuan pangan ada penurunan. Dari 46.000 sekian menjadi 44.000 sekian. Jadi memang ada penurunan sekitar kurang lebih 2.700,” ujarnya.

Penurunan jumlah penerima tersebut dikaitkan dengan perubahan data sosial ekonomi masyarakat. Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menilai bantuan tetap penting untuk menjaga daya beli kelompok masyarakat yang masih membutuhkan dukungan.

“Dukungan dari Bulog untuk memberikan bantuan pangan kepada masyarakat di Kota Mataram ini menjadi satu hal yang penting. Meskipun volumenya berkurang, tetapi saya kira semuanya bersumber dari data,” kata Mohan.

Baca Juga :  OJK Dorong Literasi Keuangan Syariah hingga Desa, Lantan Lombok Tengah Jadi Percontohan

Ia berharap penyaluran bantuan tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat berpenghasilan rendah, terlebih di tengah kondisi kemarau yang turut memberikan tekanan terhadap kebutuhan pangan.

Beras, Tanpa Minyak

Berbeda dengan skema bantuan tertentu sebelumnya, bantuan pangan tahap II kali ini hanya berupa beras. Tidak terdapat tambahan minyak goreng dalam paket penyaluran.

Rizal memastikan stok Bulog NTB masih mencukupi untuk mendukung penyaluran berikutnya apabila pemerintah kembali memberikan penugasan.

“Setelah ini kita masih tunggu penugasan berikutnya apabila memang ada. Kita siap salurkan karena secara stok kita sangat siap,” katanya.

Selain bantuan pangan, Bulog NTB juga menyiapkan langkah stabilisasi harga menjelang momentum kebutuhan masyarakat, termasuk Maulid Nabi. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras SPHP.

Baca Juga :  Medium Serasa Premium, Ketua PKK NTB Puji Kualitas Beras Bulog

Program tersebut diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memperkuat daya beli masyarakat.

Penyaluran bantuan pangan tahap II juga berlangsung bertepatan dengan periode menjelang HUT Kemerdekaan Republik Indonesia, HUT Kota Mataram, serta menghadapi kondisi kemarau di sejumlah wilayah NTB.

Bagi pemerintah daerah, momentum tersebut membuat distribusi bantuan pangan menjadi semakin strategis karena masyarakat membutuhkan kepastian pasokan dan harga pangan yang tetap terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *