BisnisNewsNusantara

Astra Buka Satu Indonesia Awards 2026, Saatnya Anak Muda Bangun Desa

×

Astra Buka Satu Indonesia Awards 2026, Saatnya Anak Muda Bangun Desa

Sebarkan artikel ini
Astra Buka Satu Indonesia Awards 2026, Saatnya Anak Muda Bangun Desa

Mataram, Jurnalekbis.com  – Astra Kembali menggelar bincang inspiratif dalam rangka peluncuran Satu Indonesia Awards 2026 yang telah memasuki tahun ke-17. Mengusung tema “Terhubung dalam Satu Aksi”, program ini kembali membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk menghadirkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Diskusi tersebut menghadirkan Head of Corporate Communications Astra, Windy Riswantyo, Direktur Utama Tempo, Arif Zulkifli, Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan, Ir. Tri Mumpuni, Pegiat Seni sekaligus Pendiri Yayasan Dian Sastrowardoyo, Dian Sastrowardoyo, serta penerima Satu Indonesia Awards 2023, Reza Permadi.

Dalam paparannya, Windy Riswantyo menjelaskan bahwa Astra selama ini membangun desa melalui empat pilar utama, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Keempat sektor tersebut diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau empat hal ini terpenuhi, tentu akan tercipta kesejahteraan masyarakat di desa. Implementasinya memang dilakukan secara bertahap,” ujar Windy, Selasa (7/7).

Khusus dalam Satu Indonesia Awards, Astra menambahkan satu kategori baru, yaitu teknologi. Menurut Windy, teknologi tidak berdiri sendiri, tetapi menjadi penguat bagi empat bidang utama.

Baca Juga :  Permudah Pelanggan Pasang Listrik Baru, PLN Luncurkan Layanan Listrik Satu Pintu Plus

“Teknologi bisa menjadi solusi di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan maupun kewirausahaan. Karena itu kami memasukkan teknologi sebagai kategori tersendiri,” katanya.

Windy menjelaskan, pada bidang kesehatan Astra memprioritaskan program yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak, termasuk upaya menekan angka stunting dan malnutrisi. Sementara di bidang pendidikan, fokus diarahkan pada penguatan sekolah dasar hingga pendidikan vokasi agar lulusan lebih siap memasuki dunia kerja.

Lebih jauh, Windy mengungkapkan bahwa Satu Indonesia Awards bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan pintu masuk menuju ekosistem pembinaan yang berkelanjutan.

“Tahun ini kami sudah memasuki tahun ke-17. Saat ini sudah ada sekitar 792 penerima Satu Indonesia Awards yang tergabung dalam komunitas dan terus kami dampingi melalui berbagai program pengembangan,” ungkapnya.

Mengusung semangat “Hubungkan Aksi”, Astra ingin mempertemukan para inovator muda dari berbagai daerah agar dapat saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, hingga berkolaborasi dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Baca Juga :  Semangat Gotongroyong Pencegahan Stunting NTB Terus Dilanjutkan, Telur dan Ikan Jadi Kunci Percepatan Penurunan

Menurut Windy, banyak gagasan baik lahir di berbagai pelosok Indonesia. Namun, keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh ide, melainkan juga oleh koneksi dan kolaborasi.

“Ide bagus banyak. Yang membedakan adalah bagaimana ide itu dipertemukan dengan jaringan yang tepat sehingga bisa berkembang dan memberi manfaat yang lebih luas,” jelasnya.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Astra juga memperkuat integrasi antara Satu Indonesia Awards dengan program Desa Sejahtera Astra yang kini telah hadir di sekitar 1.500 titik di berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Barat.

Melalui integrasi tersebut, inovasi para penerima penghargaan diharapkan tidak berhenti sebagai proyek lokal, tetapi dapat direplikasi ke desa-desa lain yang memiliki tantangan serupa.

Windy mencontohkan keberhasilan sejumlah alumni Satu Indonesia Awards. Salah satunya adalah seorang pemuda lulusan Universitas Gadjah Mada yang mengembangkan gula semut berbahan kelapa hingga mampu menembus pasar ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat. Keberhasilan tersebut tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di desa.

Baca Juga :  Mi6: Pemilih Kian Cerdas, Coattail Effect Pilpres 2024

Contoh lainnya datang dari seorang pemuda yang mengubah kawasan hutan yang sebelumnya menjadi lokasi pembalakan liar menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat. Warga yang sebelumnya bergantung pada penebangan kayu kini beralih profesi menjadi pemandu wisata, pelaku UMKM, hingga pengelola homestay.

“Kami ingin menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari potensi yang ada di desa. Tidak harus sesuatu yang rumit, tetapi dimulai dari keberanian untuk mengambil langkah pertama,” tutur Windy.

Melalui Satu Indonesia Awards 2026, Astra berharap semakin banyak generasi muda, termasuk dari Nusa Tenggara Barat, berani menghadirkan solusi inovatif yang mampu menjawab persoalan di daerah masing-masing sekaligus menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *