Lombok Timur, Jurnalekbis.com – Mengisi liburan sekolah tak selalu harus dengan perjalanan yang mahal. Menjelajahi alam Lombok bersama keluarga justru menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Hal itulah yang dirasakan M. Awaludin, seorang jurnalis, saat mengajak dua putranya, Daffa dan Azka, menikmati keindahan Sembalun menggunakan Honda PCX 160.
Sembalun yang berada di kaki Gunung Rinjani memang sudah lama dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Nusa Tenggara Barat. Keindahan panorama pegunungan, udara sejuk, hamparan perkebunan, hingga jalur pendakian menuju Gunung Rinjani menjadikan kawasan ini selalu ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Perjalanan dimulai sejak pagi. Sebelum berangkat, seluruh persiapan dilakukan dengan matang. Selain mengenakan jaket tebal untuk menghadapi suhu dingin pegunungan, kondisi sepeda motor juga menjadi perhatian utama.
“Perjalanan jauh harus diawali dengan memastikan kendaraan dalam kondisi prima. Mesin, ban, rem hingga oli harus benar-benar siap. Saya selalu menggunakan oli sesuai rekomendasi Astra Honda Motor agar performa mesin tetap optimal dan terasa seperti baru,” ujar M. Awaludin.
Persiapan tersebut bukan tanpa alasan. Jalur menuju Sembalun terkenal memiliki tanjakan panjang, tikungan tajam, dan turunan yang cukup ekstrem sehingga membutuhkan kendaraan yang benar-benar siap digunakan.
Tepat pukul 06.30 WITA pada Sabtu pagi, perjalanan dimulai dari Kota Mataram menuju Kabupaten Lombok Timur. Sejak awal perjalanan, kenyamanan Honda PCX 160 langsung terasa. Posisi duduk yang ergonomis dan dek kaki yang luas membuat perjalanan bersama dua anak tetap nyaman meski menempuh perjalanan cukup jauh.
Memasuki kawasan Lemor hingga mendekati Sembalun, udara pegunungan mulai terasa semakin dingin. Namun, kestabilan motor membuat perjalanan tetap menyenangkan.
“Saya sempat berpikir motor akan kesulitan melewati tanjakan awal menuju Sembalun. Ternyata dugaan itu salah. PCX 160 mampu menaklukkan tanjakan dengan baik dan tetap nyaman dikendarai. Bahkan saya melihat beberapa kendaraan lain harus berhenti dan penumpangnya turun karena tidak kuat menanjak,” ungkapnya.
Sekitar pukul 08.40 WITA, rombongan akhirnya tiba di kawasan Sembalun. Rasa lelah seketika terbayar saat panorama Gunung Rinjani dan hamparan lembah hijau terbentang di hadapan mata. Momen tersebut dimanfaatkan untuk beristirahat sekaligus mengabadikan pemandangan yang memukau.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju kawasan wisata petik stroberi. Beberapa lokasi terlihat sangat ramai oleh wisatawan yang menghabiskan liburan sekolah. Tak ingin berdesakan, keluarga kecil ini memilih menyusuri jalan-jalan kecil di tengah area persawahan hingga akhirnya menemukan kebun stroberi yang lebih tenang.
Suasana pedesaan yang asri membuat pengalaman memetik stroberi terasa lebih berkesan. Daffa dan Azka tampak antusias memetik buah stroberi segar langsung dari kebunnya sambil menikmati udara pegunungan yang sejuk.
Usai beristirahat sejenak, perjalanan pulang kembali dimulai. Jalur turunan yang terkenal ekstrem justru menjadi pembuktian lain terhadap performa Honda PCX 160.
“Saat melewati turunan panjang, pengereman terasa stabil sehingga memberikan rasa percaya diri. Ini menjadi nilai penting ketika berkendara di jalur pegunungan,” katanya.
Tak hanya soal kenyamanan dan performa, efisiensi bahan bakar juga menjadi kejutan tersendiri. Sejak berangkat dari Mataram dengan tangki penuh hingga kembali pulang, indikator bahan bakar hanya berkurang sekitar dua bar.
“Menurut saya konsumsi BBM-nya sangat irit dibandingkan beberapa motor yang pernah saya gunakan sebelumnya. Perjalanan jauh bersama keluarga jadi lebih hemat tanpa mengurangi kenyamanan,” tuturnya.
Perjalanan sederhana menuju Sembalun ini membuktikan bahwa liburan keluarga tak harus rumit. Dengan persiapan kendaraan yang baik, mematuhi keselamatan berkendara, serta memilih kendaraan yang nyaman dan efisien, perjalanan menuju destinasi wisata pegunungan dapat menjadi pengalaman yang aman, menyenangkan, sekaligus penuh inspirasi.













