Jakarta, Jurnalekbis.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa upaya pemerintah memperkuat koperasi bukan berarti mengurangi peran sektor ekonomi lainnya. Menurutnya, seluruh elemen ekonomi harus berkembang secara bersamaan agar mampu mendorong Indonesia menjadi negara yang semakin kuat dan mandiri.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan di hadapan peserta sebuah agenda nasional. Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh dipandang sebagai persaingan antarsektor, melainkan sebagai upaya bersama untuk memperbesar kekuatan nasional.
“Kalau kita memperkuat koperasi, bukan berarti kita akan memperlemah yang lain. No. Kita perkuat semuanya, Saudara-saudara sekalian,” kata Prabowo.
Presiden menyebut Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah dan peluang besar untuk tumbuh menjadi kekuatan ekonomi dunia apabila seluruh potensi bangsa dapat dikelola secara bersama.
Menurutnya, optimisme menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah pesimistis terhadap masa depan Indonesia.
“Indonesia kaya. Indonesia akan bangkit. Dan Indonesia akan mampu memperkuat semua kekuatan di Republik Indonesia ini,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang masih meragukan masa depan Indonesia. Ia menilai setiap warga negara memiliki kebebasan menentukan pilihan, namun mengingatkan pentingnya menjaga semangat membangun bangsa.
“Yang ragu-ragu, silakan duduk di rumah aja. Yang merasa Indonesia suram, silakan kalau mau cari negara lain. Silakan, tidak ada yang melarang,” katanya.
Lebih lanjut, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan melalui semangat gotong royong. Ia menilai kerja sama antarkelompok menjadi fondasi utama dalam mempercepat pembangunan nasional.
Prabowo mengatakan kelompok yang memiliki kemampuan lebih diharapkan membantu masyarakat yang masih membutuhkan dukungan. Sebaliknya, masyarakat juga didorong untuk membangun kolaborasi yang produktif demi kemajuan bersama.
“Mari kita bersatu, mari kita gotong royong, mari kita kerja sama. Yang kuat bantu yang lemah, yang lemah kerja sama yang baik. Insyaallah kita akan bangkit.”
Selain menyoroti pembangunan ekonomi, Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga karakter bangsa yang menjunjung tinggi nilai saling menghormati, saling memaafkan, dan saling membantu.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh budaya saling menghina, menyebarkan kebencian, maupun rasa saling curiga yang dinilai hanya akan menghambat kemajuan bangsa.
“Jangan ikut-ikut budaya caci maki, budaya dengki, budaya curiga.”
Menutup pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa tidak ada keberhasilan yang dapat dicapai melalui konflik berkepanjangan. Menurutnya, perbedaan suku, latar belakang, maupun pilihan politik tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persatuan nasional.
“Tidak ada keberhasilan dengan pertikaian. Untuk apa kita bertikai? Kita ini satu keluarga. Apa pun latar belakang kita, apa pun suku kita, apa pun partai kita.”
Ia juga menyampaikan bahwa setiap partai politik memiliki banyak tokoh yang berjuang untuk kepentingan bangsa, meski di sisi lain juga terdapat individu yang tidak mencerminkan semangat tersebut. Karena itu, Prabowo mengajak masyarakat untuk melihat kepentingan nasional sebagai tujuan bersama di atas perbedaan politik.













