Prabowo: Kekayaan Indonesia Terlalu Lama Dicuri

Prabowo: Kekayaan Indonesia Terlalu Lama Dicuri

Jakarta, Jurnalekbis.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keprihatinannya terhadap besarnya kekayaan Indonesia yang selama ini dinilai mengalir ke luar negeri. Dalam pernyataannya di hadapan masyarakat, Prabowo mengaku baru benar-benar menyadari skala persoalan tersebut setelah beberapa pekan memimpin pemerintahan.

Menurut Prabowo, Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam melimpah. Namun, di balik kekayaan itu, masih terdapat praktik yang membuat manfaat ekonomi nasional belum sepenuhnya dinikmati rakyat.

“Dalam minggu-minggu pertama saya jadi presiden, saya sadar betapa kayanya bangsa Indonesia. Tetapi, saya juga sedih, saya juga merasa dihantam di ulu hati saya melihat betapa besar kekayaan Indonesia dicuri. Betapa besar kekayaan kita dibawa ke luar negeri,” kata Prabowo, saat berpidato dalam Harkopnas, Minggu (12/7) .

Pernyataan tersebut menjadi penegasan mengenai komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola sumber daya nasional sekaligus mencegah kebocoran yang merugikan negara. Presiden menegaskan, seluruh jajaran kabinet diminta bekerja keras dengan cara berpikir strategis untuk menghadapi tantangan yang dihadapi Indonesia.

Baca Juga :  Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Turun, Ini Daftar Lengkapnya

“Saya bertekad memimpin pemerintahan dibantu oleh kabinet saya. Saya bertekad untuk bekerja dengan keras, bekerja dengan gagasan, pikiran yang besar, bukan yang kecil-kecil. Kita negara besar. Kesulitan, hambatan, tantangan kita juga besar,” ujarnya.

Prabowo juga menyinggung posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan di tingkat internasional. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia membuat banyak negara memiliki kepentingan terhadap Tanah Air.

Ia mengatakan, bangsa Indonesia dikenal memiliki karakter ramah, terbuka, dan menghormati tamu. Sikap tersebut, menurutnya, merupakan nilai luhur yang patut dipertahankan. Namun, ia mengingatkan agar keterbukaan itu tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang hanya ingin mengambil keuntungan.

“Bangsa kita bangsa yang terlalu baik hatinya. Kita ini lugu. Kalau ada tamu datang ke rumah kita, walaupun kita tidak punya minuman, tidak punya kopi, tidak punya gula, kita tetap persilakan. Kalau perlu kita pinjam ke tetangga,” ucapnya.

Baca Juga :  Pasokan Avtur Aman, Pertamina Jamin Kelancaran Haji dari Embarkasi Lombok

Presiden kemudian menggunakan analogi untuk menggambarkan pentingnya menjaga kepentingan nasional. Menurutnya, tidak semua pihak yang datang membawa niat baik sehingga Indonesia harus lebih waspada dalam mengelola kekayaan strategisnya.

“Hanya kadang-kadang ada tamu yang enggak tahu diri. Sudah enggak diundang, datang ke sini, katanya mau dagang, lama-lama ngerampok,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Prabowo sempat meminta izin kepada hadirin sebelum berbicara lebih terbuka mengenai persoalan yang dihadapinya sebagai kepala negara.

“Menteri Agama, saya boleh bicara apa adanya? Boleh? Kalian mau saya bicara apa adanya atau tidak?” katanya yang langsung disambut respons peserta.

Pernyataan Presiden tersebut menegaskan fokus pemerintah pada penguatan kedaulatan ekonomi, perlindungan aset nasional, serta pengelolaan sumber daya alam yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Komitmen itu diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya persaingan global dan besarnya potensi sumber daya yang dimiliki negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *