Yandri Pastikan Kopdes Merah Putih Tak Geser BUMDes, Ini Skema Kolaborasinya

Yandri Pastikan Kopdes Merah Putih Tak Geser BUMDes, Ini Skema Kolaborasinya

Jakarta, Jurnalekbis.com – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memastikan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tidak akan menggantikan maupun melemahkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Sebaliknya, kedua lembaga tersebut disiapkan untuk saling melengkapi dalam menggerakkan ekonomi desa.

Penegasan itu disampaikan Yandri saat memberikan keterangan kepada wartawan menjelang pelaksanaan Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih yang akan digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Menurut Yandri, Kementerian Desa selama ini terus berkoordinasi dengan 10 asosiasi desa yang menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pelaksanaan program Presiden, khususnya Asta Cita ke-6 yang berfokus pada pembangunan dari desa.

“Kami memang selalu berkoordinasi dengan 10 asosiasi desa. Mereka menjadi mitra strategis Kementerian Desa untuk memastikan program Presiden melalui Asta Cita ke-6 benar-benar terlaksana, termasuk Koperasi Desa Merah Putih,” kata Yandri.

Baca Juga :  Honda Perbarui N-ONE 2026: Desain Retro Tetap Ikonik, Kini Lebih Modern

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyusun sedikitnya 12 aksi pembangunan desa, termasuk pengembangan desa tematik sesuai potensi wilayah masing-masing. Mulai dari desa jagung, desa padi, desa perikanan, hingga desa kakao.

Dalam skema tersebut, Kopdes Merah Putih akan menjadi wadah penguatan kegiatan ekonomi masyarakat dengan tetap bekerja sama bersama BUMDes yang telah lebih dulu beroperasi di desa.

“Kami tegaskan bahwa antara BUMDes dengan Koperasi Desa Merah Putih tidak akan bertabrakan. Justru akan melakukan kolaborasi agar kegiatan ekonomi desa berjalan pada jalurnya,” ujarnya.

Saat ini, pemerintah masih berada pada tahap pembangunan infrastruktur pendukung operasional Kopdes, mulai dari gerai, gudang penyimpanan, kendaraan operasional berupa truk, mobil pikap, hingga kendaraan roda tiga.

Setelah seluruh fasilitas tersebut siap digunakan, setiap koperasi akan diarahkan mengembangkan usaha berdasarkan potensi unggulan desa masing-masing. Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperluas akses pasar masyarakat desa.

Baca Juga :  Meningkatkan Kompetensi Teknisi Kapal Penunjang Wisata di NTB Melalui Workshop

Yandri juga mengungkapkan, sejumlah desa tematik selama ini telah menjadi pemasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bahkan, hampir seribu BUMDes disebut telah berperan sebagai penyuplai utama dalam program tersebut.

Dari sisi manfaat ekonomi, pemerintah menyiapkan skema pembagian hasil usaha koperasi. Sebanyak 20 persen keuntungan Kopdes Merah Putih akan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes), sedangkan 80 persen sisanya akan kembali kepada masyarakat desa.

Menurutnya, pola tersebut akan mendorong pemerintah desa beserta seluruh perangkatnya memiliki kepentingan untuk memastikan koperasi berjalan secara sehat dan berkelanjutan.

Untuk memperkuat pemahaman publik, Kementerian Desa akan menggelar Seminar Nasional Koperasi Desa Merah Putih yang melibatkan perwakilan dari 38 provinsi. Forum tersebut akan menghadirkan kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, mantan kepala desa, organisasi masyarakat desa, perguruan tinggi, kementerian terkait, hingga pengurus koperasi.

Seminar itu juga akan membahas secara rinci mekanisme operasional koperasi, sistem rantai pasok, pembagian sisa hasil usaha, hingga desain besar pengembangan Koperasi Desa Merah Putih.

Baca Juga :  Desa Wisata Jerowaru Binaan PLN NTB Sukses Raih Penghargaan Kemenparekraf RI

“Besok akan kami sampaikan secara detail operasionalisasi Kopdes, rantai pasok, pembagian sisa hasil usaha, sehingga seluruh informasi menjadi milik publik dan bisa diakses siapa saja,” ujar Yandri.

Pemerintah menyatakan seluruh rangkaian seminar akan disiarkan secara langsung agar masyarakat dapat mengikuti perkembangan program tersebut secara terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *