MATARAM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai melakukan perbaikan ruas jalan di depan RSUD Sering, Kabupaten Sumbawa, yang selama bertahun-tahun menjadi langganan genangan saat musim hujan. Penanganan melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Infrastruktur itu menghabiskan anggaran sekitar Rp1 miliar dan ditargetkan mampu mengurangi kerusakan jalan sekaligus mencegah banjir di kawasan rumah sakit.
Pekerjaan fisik dimulai sejak Senin (27/7/2026) dengan penghamparan lapis pondasi agregat (LPA). Setelah tahap tersebut selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan peningkatan sistem drainase sebagai solusi utama untuk memperlancar aliran air di lokasi yang selama ini menjadi titik rawan genangan.
Kepala Dinas PUPRPKP NTB, Lalu Kusuma Wijaya, mengatakan proses pengerjaan telah berjalan sesuai tahapan yang direncanakan.
“Kayaknya baru minggu kemarin mulai itu teman-teman di sana hampar LPA. Nanti berprogres dan dilanjutkan dengan perbaikan drainase,” ujar Kusuma saat ditemui, Kamis (30/7/2026).
Menurut Kusuma, persoalan utama di ruas jalan tersebut bukan hanya kondisi permukaan yang rusak, tetapi juga kontur jalan yang berbentuk cekungan. Saat hujan turun, air kerap menggenang dalam waktu lama sehingga mempercepat kerusakan lapisan aspal.
Kondisi itu juga berdampak pada lingkungan sekitar rumah sakit. Air yang tertahan di badan jalan membuat saluran pembuangan dari kawasan RSUD Sering tidak mengalir secara optimal sehingga genangan meluas hingga ke area fasilitas kesehatan tersebut.
Karena itu, penanganan tidak hanya dilakukan melalui pengaspalan ulang. Pemerintah Provinsi NTB juga meninggikan badan jalan melalui proses leveling sebelum lapisan aspal baru dipasang. Bersamaan dengan itu, saluran drainase diperbaiki agar kapasitas pembuangan air meningkat.
“Di sana memang ada cekungan, jadi sangat berpotensi selalu ada genangan setiap musim hujan,” kata Kusuma.
Ia optimistis kombinasi peninggian badan jalan dan pembenahan drainase akan memberikan dampak signifikan terhadap berkurangnya genangan di kawasan tersebut.
“Insyaallah paling tidak mengurangi tempat itu jadi selalu genangan. Kalau musim hujan itu membahayakan. Air di dalam rumah sakit juga enggak bisa keluar, jadi rumah sakitnya ikut tergenang,” jelasnya.
Ruas yang masuk dalam penanganan TRC Infrastruktur memiliki panjang hampir dua kilometer. Penanganan dilakukan secara menyeluruh agar kerusakan tidak kembali berulang akibat air yang terus menggenangi permukaan jalan.
Kusuma menjelaskan, air merupakan salah satu faktor terbesar yang mempercepat kerusakan jalan beraspal. Ketika genangan bertahan dalam waktu lama, air akan meresap melalui pori-pori lapisan aspal. Akibatnya, daya ikat material menurun sehingga permukaan jalan mudah retak, mengelupas, hingga berlubang.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTB untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperpanjang usia layanan jalan. Dengan memperbaiki penyebab utama kerusakan, biaya pemeliharaan di masa mendatang diharapkan dapat ditekan.
Untuk membiayai pekerjaan itu, Pemprov NTB mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar, dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan.
“Sekitar Rp1 miliaran lebih mungkin, karena setiap jalan itu penanganannya beda-beda,” pungkas Kusuma.
Perbaikan ini diharapkan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, memperlancar akses menuju RSUD Sering, serta mengurangi risiko gangguan pelayanan kesehatan akibat genangan saat musim hujan.













