AHM Perluas Akses Pendidikan Vokasi ke Papua Barat Daya

AHM Perluas Akses Pendidikan Vokasi ke Papua Barat Daya
AHM Perluas Akses Pendidikan Vokasi ke Papua Barat Daya

Jurnalekbis.com – PT Astra Honda Motor (AHM) memperluas akses pendidikan vokasi berkualitas hingga ke pelosok Indonesia dengan meresmikan SMK mitra binaan pertama di Provinsi Papua Barat Daya, tepatnya di Kabupaten Sorong. Langkah strategis ini direalisasikan melalui penerapan pembelajaran Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Astra Honda di SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong pada Sabtu (14/9).

Melalui kolaborasi antara AHM dan Astra Motor Papua ini, lebih dari 90 siswa di wilayah Papua Barat Daya setiap tahunnya kini memperoleh kesempatan emas untuk mengenyam pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia industri. Peresmian tersebut dihadiri secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong Andreas Taa, S.IP., M.Si., General Manager Corporate Communication AHM Ahmad Muhibbuddin, Kepala Wilayah Astra Motor Papua Gangga Nanda Adi Surya, serta Kepala SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong Anetha Ludia Swabra, S.Pd.

Penguatan Kurikulum Link and Match Dunia Industri

Kehadiran program ini menjembatani dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) melalui penerapan kurikulum serta materi ajar TBSM Astra Honda. Para siswa mendapatkan akses ke berbagai fasilitas belajar-mengajar modern, mulai dari materi teknologi sepeda motor Honda terkini, laboratorium praktik berstandar industri, hingga fasilitas e-learning untuk mendukung proses pembelajaran daring yang berkualitas.

Selain itu, para siswa SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong kini dapat mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Astra Honda di Tempat Uji Kompetensi (TUK) resmi. Peserta didik yang berhasil lulus UKK ini berhak mengantongi sertifikat resmi yang mengakui kompetensi mereka setara dengan mekanik Technical Training Level (TTL) 1 di jaringan Astra Honda Authorized Service Station (AHASS).

Kepala SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong, Anetha Ludia Swabra, S.Pd., menyambut baik penunjukan sekolahnya sebagai pelopor pendidikan vokasi otomotif roda dua berstandar industri di wilayah tersebut.

“Kami sangat bangga dan bersyukur dapat menjadi SMK Mitra Binaan Astra Honda pertama di Papua Barat Daya. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi besar bagi seluruh siswa dan guru untuk semakin bersemangat dalam kegiatan belajar-mengajar, terlebih dengan hadirnya berbagai fasilitas baru di sekolah kami,” ujar Anetha.

Pemerataan Akses Vokasi Secara Nasional

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menjelaskan bahwa perluasan jaringan SMK mitra binaan ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menghadirkan pemerataan akses pendidikan vokasi berkualitas di seluruh penjuru Tanah Air. Inisiatif ini diproyeksikan mampu membekali generasi muda dengan kompetensi yang relevan sehingga siap langsung terjun ke dunia kerja.

“Dengan peresmian hari ini, Provinsi Papua Barat Daya kini masuk dalam cakupan SMK Mitra Binaan AHM, menjadi yang ke-37 dari total 38 provinsi di Indonesia. Kami berharap dapat mengoptimalkan pemerataan kualitas pendidikan vokasi di Tanah Air agar dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang kompeten di industri,” ujar Muhibbuddin.

Dengan bergabungnya SMK Negeri 1 Kabupaten Sorong, total SMK Mitra Binaan AHM secara nasional kini mencapai 716 sekolah. Jaringan ini menjangkau rata-rata lebih dari 100.000 siswa setiap tahunnya di berbagai provinsi. Khusus di Pulau Papua, sekolah di Kabupaten Sorong ini melengkapi lima SMK binaan yang telah lebih dulu berdiri, memperkuat sebaran 133 SMK berstatus TUK di seluruh Indonesia.

Sejak tahun 2010, AHM bersama jaringan main dealer sepeda motor Honda secara konsisten mengembangkan ekosistem pendidikan vokasi. Standar kualitas terus dijaga melalui implementasi Kurikulum TBSM Astra Honda, penyediaan sarana prasarana penunjang seperti kelengkapan perkakas (tools) praktik, unit motor peraga, simulator, hingga sertifikasi kompetensi bagi tenaga pengajar agar mutu lulusan tetap terjaga bahkan di wilayah yang jauh dari pusat industri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *