Lombok Tengah, Jurnalekbis.com — Seorang warga Desa Gerantung, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan tenggelam saat mencari ikan di Bendungan Batujai, Minggu (16/8/2026).
Korban bernama Zulfan (33). Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban pada pukul 17.57 WITA, sekitar dua jam setelah informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram.
Korban ditemukan di kedalaman sekitar 5 meter dari permukaan air. Setelah dievakuasi, jenazah Zulfan dibawa ke RSUD Praya untuk penanganan lebih lanjut.
Koordinator Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Pradnyana Manuaba, mengatakan tim segera bergerak setelah menerima laporan warga mengenai kejadian tersebut.
“Setelah menerima informasi, tim langsung bergerak menuju lokasi. Setibanya di lokasi, kami melakukan observasi dan persiapan penyelaman di sekitar titik yang diduga menjadi lokasi korban tenggelam,” ujar Pradnyana.
Informasi mengenai warga tenggelam itu diterima sekitar pukul 15.30 WITA. Tim rescue kemudian menuju Bendungan Batujai dan berkoordinasi dengan unsur terkait untuk menentukan lokasi pencarian.
Proses pencarian dilakukan melalui observasi permukaan air dan persiapan penyelaman di area yang diduga menjadi titik terakhir korban berada.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah dilakukan penyisiran di bawah permukaan, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa pada kedalaman sekitar lima meter.
Tim SAR selanjutnya melakukan evakuasi dari lokasi kejadian. Jenazah kemudian dibawa menuju RSUD Praya.
Pencarian melibatkan sejumlah unsur, yakni Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram, Babinsa Praya, Polsek Praya, Damkarmat Lombok Tengah, BPBD Kabupaten Lombok Tengah, serta masyarakat setempat.
Peristiwa ini kembali menunjukkan tingginya risiko aktivitas di kawasan perairan, terutama bagi warga yang melakukan aktivitas mencari ikan. Kondisi kedalaman dan situasi di bawah permukaan air dapat menyulitkan proses pertolongan ketika terjadi kecelakaan.
Hingga pencarian berakhir, korban telah berhasil dievakuasi dan seluruh unsur SAR Gabungan dikembalikan dari operasi setelah proses penanganan di lokasi selesai.













