LPPD Akhir Jabatan, Sahril: Desa Jeringo Bukan Milik Kepala Desa

LPPD Akhir Jabatan, Sahril: Desa Jeringo Bukan Milik Kepala Desa

Lombok Barat, Jurnalekbis.com — Kepala Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Sahril, S.H., menyampaikan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) akhir masa jabatan periode 2019–2026, Senin (31/8/2026).

Dalam penyampaian laporan tersebut, Sahril tidak hanya memaparkan hasil pembangunan selama hampir delapan tahun. Ia juga mengakui masih terdapat pekerjaan yang belum tuntas dan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Menurut Sahril, LPPD bukan sekadar kewajiban administratif. Laporan itu menjadi bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan masyarakat kepadanya untuk memimpin Desa Jeringo.

“Hari ini bukan sekadar hari untuk menyampaikan sebuah laporan. Ini adalah momentum untuk berhenti sejenak, menengok kembali perjalanan yang telah kita lalui bersama dan melakukan refleksi terhadap amanah yang telah diberikan kepada kami,” ujar Sahril.

Infrastruktur hingga Pelayanan Publik

Selama periode kepemimpinannya, Pemerintah Desa Jeringo menjalankan berbagai pembangunan untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Program tersebut antara lain peningkatan jalan dan gang, rabat beton, talud, drainase, irigasi, jembatan, sarana air bersih, fasilitas pendidikan, kesehatan serta sejumlah fasilitas sosial.

Namun, Sahril menilai keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah infrastruktur yang dibangun.

“Jalan harus mempermudah akses, irigasi harus membantu petani, sarana air bersih harus meningkatkan kualitas hidup, fasilitas pendidikan harus membuka jalan bagi masa depan anak-anak kita, dan fasilitas kesehatan harus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan capaian tersebut bukan hasil kerja seorang kepala desa. Menurutnya, pembangunan merupakan buah keterlibatan perangkat desa dan masyarakat.

Baca Juga :  Pacu Jalur Mendunia: Tradisi Riau yang Viral dan Dibelain Netizen dari Klaim Budaya Negara Tetangga

“Jika ada keberhasilan dalam perjalanan pemerintahan desa ini, maka keberhasilan itu adalah keberhasilan kita bersama. Dan jika masih ada kekurangan, maka itu harus menjadi bahan introspeksi dan pembelajaran,” tegasnya.

Ekonomi Desa Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Di sektor ekonomi, Desa Jeringo berupaya memperkuat kemandirian melalui penyertaan modal pada BUM Desa Jajar Jejer Jujur, keterlibatan dalam BUMDESMA Gunungsari Barokah Abadi, peningkatan produksi tanaman pangan serta pengembangan potensi ekonomi lokal.

Meski demikian, Sahril mengakui penguatan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan pengelolaan potensi ekonomi masih membutuhkan perhatian.

Ia menilai BUM Desa harus diperkuat, baik dari sisi kapasitas maupun tata kelola, agar mampu memberikan kontribusi berkelanjutan bagi desa.

“Desa yang mandiri bukan desa yang tidak membutuhkan bantuan, tetapi desa yang mampu mengubah bantuan dan potensi yang dimilikinya menjadi kekuatan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

SDM dan Digitalisasi Jadi Perhatian

Pemerintah Desa Jeringo juga menjalankan sejumlah program peningkatan kapasitas aparatur dan masyarakat. Di antaranya bimbingan teknis, studi tiru, peningkatan kapasitas perangkat desa, literasi digital hingga pengembangan website desa.

Bagi Sahril, pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang.

“Bangunan dapat kita wariskan, jalan dapat kita rawat, tetapi kualitas manusia adalah warisan terpenting yang harus kita siapkan,” katanya.

Dalam pengelolaan keuangan, ia menyebut pemerintah desa berupaya menjaga tertib administrasi, efektivitas, efisiensi, transparansi dan penggunaan anggaran sesuai prioritas serta hasil musyawarah desa.

Baca Juga :  Warga Giri Madia Antusias Gotong Royong di TMMD ke-126 Kodim 1606/Mataram: Bukti Nyata Sinergi TNI dan Rakyat

“Setiap rupiah uang desa adalah amanah. Setiap pengeluaran harus dapat dipertanggungjawabkan dan setiap program harus memiliki manfaat yang jelas bagi masyarakat,” tegasnya.

Sahril juga mengingatkan bahwa pelaksanaan pemerintahan dan anggaran tahun 2026 masih berjalan. Karena itu, sejumlah kegiatan dan realisasi anggaran masih menjadi bagian dari proses keberlanjutan pemerintahan desa.

Sahril Minta Maaf kepada Warga

Dalam refleksi akhir masa jabatan, Sahril secara terbuka mengakui masih terdapat pelayanan, keputusan dan kebijakan yang mungkin belum memenuhi harapan masyarakat.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf.

“Mungkin ada pelayanan yang belum sempurna. Mungkin ada kebijakan yang belum memenuhi harapan. Mungkin ada program yang belum selesai. Dan mungkin ada ucapan, sikap atau tindakan saya yang pernah menyakiti hati masyarakat. Untuk semua itu, dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf,” ujarnya.

Sahril mengatakan dirinya tidak pernah menganggap sebagai pihak yang paling benar atau paling berhasil selama memimpin.

“Saya hanyalah seorang hamba yang diberikan amanah untuk melayani masyarakat Desa Jeringo,” katanya.

Titip Pesan untuk Pemerintahan Berikutnya

Sahril meminta pemerintahan selanjutnya tidak menghapus seluruh capaian yang telah berjalan. Program yang baik, menurutnya, perlu dipertahankan, sementara kekurangan harus diperbaiki dan pekerjaan yang belum selesai diteruskan.

“Jangan pernah merasa menjadi pemilik desa. Kita semua hanyalah pelayan masyarakat. Jaga amanah, jaga kepercayaan, jaga keuangan desa, jaga persatuan dan jaga martabat Desa Jeringo,” pesannya.

Ia juga mengingatkan warga agar perbedaan pilihan politik tidak menjadi sumber perpecahan.

Baca Juga :  Pertagas Ajak Anak Pekerja Rasakan Serunya Kantor Saat Hari Anak Nasional

“Setelah seluruh proses berlalu, kita semua tetap satu: keluarga besar Desa Jeringo,” tegasnya.

Sahril melihat Desa Jeringo memiliki modal untuk berkembang, mulai dari sumber daya manusia, generasi muda, pertanian, pelaku usaha, BUM Desa hingga gotong royong masyarakat.

Ia berharap kekuatan tersebut dapat menjadi fondasi bagi pemerintahan berikutnya untuk membangun desa yang lebih mandiri.

“Yang baik dipertahankan. Yang kurang diperbaiki. Yang belum selesai dilanjutkan. Dan yang belum tergali dikembangkan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Sahril mengingatkan bahwa jabatan kepala desa memiliki batas waktu. Namun, ia berharap pengabdian meninggalkan manfaat bagi masyarakat.

“Jabatan ada batasnya. Kekuasaan ada akhirnya. Tetapi kebaikan dan pengabdian semoga tetap menjadi warisan,” ucapnya.

Ia pun mengajak masyarakat menjaga Desa Jeringo sebagai tanggung jawab bersama.

“Desa Jeringo bukan milik seorang kepala desa. Desa Jeringo adalah amanah Allah SWT dan milik seluruh masyarakatnya. Mari kita jaga, kita rawat, kita bangun, kita majukan dan kita wariskan Desa Jeringo yang lebih baik kepada generasi yang akan datang,” pungkas Sahril.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *