Lombok Barat, Jurnalekbis.com — Hampir 16 tahun mengabdi di Desa Jeringo, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Sahril, S.H., menyampaikan laporan akhir masa jabatan sekaligus pesan perpisahan kepada masyarakat yang telah dipimpinnya.
Pesan tersebut disampaikan dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (LPPD) Akhir Masa Jabatan periode 2019–2026, Senin, 31 Agustus 2026.
Sahril menegaskan, LPPD bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk pertanggungjawaban atas kepercayaan masyarakat sekaligus ruang untuk melihat kembali capaian dan kekurangan selama pemerintahan berjalan.
“Hari ini bukan sekadar hari untuk menyampaikan sebuah laporan. Hari ini adalah momentum untuk berhenti sejenak, menengok kembali perjalanan yang telah kita lalui bersama dan melakukan refleksi terhadap amanah yang telah diberikan kepada kami,” ujar Sahril.
Perjalanan pengabdian Sahril di Jeringo dimulai pada 23 Maret 2011 saat dipercaya sebagai Pjs. Kepala Desa Persiapan Jeringo.
Setahun kemudian, ia terpilih dalam Pilkades pertama Desa Jeringo pada 2012. Kepercayaan masyarakat kembali diperoleh pada Pilkades 2018 untuk periode kedua.
Berdasarkan data administrasi yang disampaikan, masa jabatan periode kedua berakhir pada 6 Februari 2027. Jika dihitung sejak 23 Maret 2011, total perjalanan tersebut mencapai sekitar 15 tahun 10 bulan 14 hari.
Dalam evaluasinya, Sahril tidak menutup mata terhadap berbagai kekurangan selama memimpin desa.
“Kita belum sempurna. Saya tidak ingin laporan ini menjadi ruang untuk membesar-besarkan keberhasilan dan mengecilkan kekurangan. Kita harus berani melihat keduanya secara berimbang,” katanya.
Sejumlah pembangunan infrastruktur telah dilakukan, mulai dari jalan dan gang, rabat beton, talud, drainase, irigasi, jembatan, sarana air bersih, hingga fasilitas pendidikan, kesehatan dan sosial.
Namun, bagi Sahril, keberhasilan pembangunan tidak cukup dilihat dari jumlah bangunan yang berdiri.
“Jalan harus mempermudah akses. Irigasi harus membantu petani. Sarana air bersih harus meningkatkan kualitas hidup. Fasilitas pendidikan harus membuka jalan bagi masa depan anak-anak kita,” ujarnya.
Di sektor ekonomi, Pemerintah Desa Jeringo juga mendorong penguatan BUM Desa Jajar Jejer Jujur, BUMDESMA Gunungsari Barokah Abadi, pengembangan tanaman pangan serta potensi usaha masyarakat.
Meski demikian, Sahril mengakui peningkatan Pendapatan Asli Desa, penguatan BUM Desa, pertanian dan pemberdayaan pelaku usaha masih membutuhkan kerja lanjutan.
“Saya tidak memandang hal tersebut sebagai kegagalan. Saya memandangnya sebagai pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan,” ucapnya.
Sahril juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan, studi tiru, penguatan kapasitas aparatur, literasi digital dan pengembangan website desa.
Menurutnya, manusia merupakan investasi paling penting bagi keberlanjutan pemerintahan.
Menjelang berakhirnya masa jabatan, Sahril menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemungkinan adanya pelayanan, kebijakan, ucapan maupun sikap yang belum memenuhi harapan.
“Saya tidak pernah menganggap diri saya paling benar. Saya tidak pernah menganggap diri saya paling berhasil. Saya hanyalah seorang hamba yang diberikan amanah untuk melayani masyarakat Desa Jeringo,” katanya.
Ia kemudian menitipkan pesan kepada pemerintahan berikutnya agar menjaga amanah, kepercayaan, keuangan desa, persatuan dan martabat Jeringo.
Sahril meminta program yang baik diteruskan, kekurangan diperbaiki, pekerjaan yang belum selesai dituntaskan, serta potensi desa yang belum tergali dikembangkan.
“Lanjutkan yang baik. Perbaiki yang masih kurang. Selesaikan yang belum selesai. Dan kembangkan potensi yang belum tergali,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar perbedaan pilihan dan kepentingan tidak berubah menjadi perpecahan.
“Setelah seluruh proses berlalu, kita semua tetap satu: keluarga besar Desa Jeringo.”
Bagi Sahril, kepemimpinan hanyalah bagian dari estafet pembangunan.
“Jabatan ada batasnya. Kekuasaan ada akhirnya. Tetapi kebaikan dan pengabdian semoga tetap menjadi warisan.”
Ia menutup pesannya dengan menegaskan bahwa Desa Jeringo bukan milik seorang kepala desa, melainkan amanah yang harus dijaga seluruh masyarakat.
“Jangan wariskan perpecahan. Wariskan persaudaraan.”
Sahril berharap pembangunan dan kebersamaan yang telah dibangun selama bertahun-tahun dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.













