News, NTB  

Putri Mahkota Victoria Akan ke Lombok, NTB Dapat Sorotan Dunia

Putri Mahkota Victoria Akan ke Lombok, NTB Dapat Sorotan Dunia

Mataram, Jurnalekbis.com — Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), bersiap menyambut kunjungan Putri Mahkota Victoria dari Swedia. Pewaris takhta Kerajaan Swedia itu dijadwalkan datang dalam kapasitasnya sebagai Goodwill Ambassador atau Duta Kehormatan UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan.

Bagi NTB, kedatangan Victoria bukan sekadar kunjungan diplomatik. Kehadirannya membawa agenda pembangunan berkelanjutan sekaligus membuka peluang bagi Lombok untuk memperkenalkan berbagai pengalaman lokal kepada dunia internasional.

Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal menyambut rencana tersebut dengan rasa syukur dan bahagia. Pesan itu disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, di Gedung Graha Bhakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Kamis (3/9).

Menurut Gubernur, kunjungan tersebut menjadi kehormatan bagi NTB. Momentum itu juga dinilai dapat memperkuat hubungan persahabatan serta kerja sama antarbangsa, terutama dalam agenda pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Namun, pembangunan berkelanjutan yang akan dibicarakan di Lombok tidak berhenti pada persoalan ekonomi atau lingkungan.

NTB akan memperlihatkan bagaimana pembangunan berkaitan langsung dengan kualitas manusia, ketahanan masyarakat, kesehatan, kehidupan sosial, pengelolaan sumber daya alam hingga keberlangsungan mata pencaharian warga.

Baca Juga :  NTB Raih Penghargaan Bergengsi Tata Kelola Industri 2024

“Bagi NTB, kunjungan ini bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga kesempatan untuk menunjukkan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memperkuat manusia, masyarakat dan lingkungan secara bersamaan,” ujar Ahsanul Halik, menyampaikan pesan Gubernur.

Bukan Sekadar Kunjungan Seremonial

Victoria mulai menjalankan peran sebagai Goodwill Ambassador UNDP untuk Pembangunan Berkelanjutan sejak Oktober 2023.

Dalam posisi tersebut, ia memiliki tiga peran utama, yakni advokasi, mobilisasi, dan witness atau saksi lapangan.

Artinya, tugas Victoria tidak hanya menyampaikan pesan mengenai pembangunan berkelanjutan. Ia juga berperan meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai tantangan pembangunan, mendorong dukungan, sekaligus melihat secara langsung pengalaman masyarakat.

Kunjungan ke Lombok menjadi penting karena UNDP telah memiliki hubungan kerja jangka panjang dengan Pemerintah Provinsi NTB dan masyarakat setempat.

Sejumlah program yang pernah dijalankan menjadi bagian dari perjalanan tersebut.

Di antaranya PETRA, yang mendukung pemulihan masyarakat setelah gempa 2018. Ada pula SMILE, yang berkaitan dengan penguatan rantai pasok kesehatan.

Di sektor kelautan, UNDP turut mendukung Coral Reef Insurance sebagai bagian dari pengembangan ekonomi biru. Sementara ASSIST Joint SDG Fund diarahkan untuk membantu usaha lokal dan UMKM.

Baca Juga :  Budidaya Madu Trigona Mendatangkan Cuan

Berbagai program tersebut menunjukkan bahwa isu pembangunan berkelanjutan di Lombok memiliki dimensi yang luas.

Mulai dari pemulihan pascabencana, layanan kesehatan, ekonomi biru, perlindungan ekosistem pesisir, sampai penguatan ekonomi masyarakat.

Dari Masyarakat Adat hingga Ekonomi Biru

Dalam kunjungannya, pengalaman masyarakat NTB juga menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian.

Masyarakat adat memiliki peran dalam menjaga hutan, sumber air, pertanian, mata pencaharian serta identitas budaya. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari praktik pembangunan yang tumbuh dari tingkat lokal.

Lombok karena itu tidak hanya diposisikan sebagai lokasi kunjungan, tetapi juga sebagai ruang untuk melihat langsung bagaimana masyarakat menghadapi tantangan pembangunan.

Pengalaman lokal tersebut nantinya dapat menjadi bahan pembelajaran dan percakapan lebih luas mengenai pembangunan berkelanjutan.

Bagi NTB, kesempatan ini sekaligus menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa agenda global dapat diterapkan melalui solusi yang lahir dari masyarakat.

Membawa Nama Kerajaan Swedia

Kunjungan Victoria juga memiliki dimensi diplomatik yang lebih luas.

Selain menjalankan tugas sebagai Goodwill Ambassador UNDP, Victoria merupakan pewaris takhta Kerajaan Swedia. Ia dipersiapkan untuk meneruskan kepemimpinan monarki Swedia dari ayahandanya, Raja Carl XVI Gustaf, yang saat ini menjadi kepala negara Swedia.

Baca Juga :  Mentan Andi Amran Sulaiman Bongkar 250 Ton Beras Masuk Tanpa Izin di Sabang

Karena itu, kehadirannya di NTB mempertemukan dua agenda sekaligus: pembangunan berkelanjutan dan hubungan persahabatan antarbangsa.

Bagi Lombok, kedatangan tersebut menjadi kesempatan untuk memperlihatkan berbagai praktik pembangunan yang selama ini berlangsung di tingkat masyarakat.

Jika berjalan sesuai agenda, kunjungan Putri Mahkota Victoria akan menempatkan NTB dalam percakapan yang lebih luas mengenai masa depan pembangunan berkelanjutan.

Bukan hanya soal bagaimana ekonomi tumbuh, tetapi juga bagaimana masyarakat bertahan, lingkungan dijaga, budaya dipertahankan dan kualitas hidup terus diperbaiki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *