Track Painting MotoGP Mandalika Tembus 70 Persen

Track Painting MotoGP Mandalika Tembus 70 Persen

Jurnalekbis – Persiapan Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika terus dikebut. Proses track painting atau pengecatan lintasan kini mencapai sekitar 70 persen dari total pekerjaan.

Penyelenggara mengecat area sekitar 60.000 meter persegi menggunakan cat khusus yang harus memenuhi rekomendasi dan sertifikasi homologasi Federasi Internasional Sepeda Motor (FIM).

Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Reza Waroka, mengatakan pengecatan lintasan bukan sekadar mempercantik tampilan sirkuit. Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari pemenuhan persyaratan homologasi yang harus diselesaikan sebelum MotoGP berlangsung.

“Track painting ini bukan hanya masalah keindahan daripada sirkuit, tapi lebih kepada mematuhi rekomendasi sertifikasi homologasi yang harus kita penuhi,” ujar Troy saat meninjau proses pengerjaan.

Cat yang digunakan juga bukan produk biasa. Penyelenggara mengimpor cat dari Italia karena produk tersebut harus memiliki rekomendasi serta sertifikasi yang sesuai dengan standar FIM.

Selain pengecatan, sejumlah pekerjaan lain juga berjalan. Secara keseluruhan, persiapan sirkuit telah mencapai sekitar 80–85 persen. Sementara perangkat race electronics telah selesai seluruhnya.

Tim juga melakukan penataan area gravel di sekitar lintasan. Material tersebut perlu dibajak agar kembali gembur dan memenuhi standar kedalaman minimal sekitar 45 sentimeter yang dipersyaratkan FIM.

“Track painting ini sebenarnya adalah salah satu persyaratan untuk mendapatkan homologasi,” kata pihak penyelenggara.

Penyelenggara menargetkan pekerjaan minor seperti perapian dan penyelesaian detail lainnya rampung sekitar satu pekan sebelum pelaksanaan MotoGP.

Menariknya, proses persiapan tetap berjalan bersamaan dengan agenda balap lain di Sirkuit Mandalika. Penyelenggara menyebut kondisi tersebut justru bagian dari rekomendasi FIM untuk menjaga kualitas grip permukaan aspal.

Semakin sering lintasan digunakan, kondisi grip aspal dapat tetap terjaga. Karena itu, aktivitas balap di sela persiapan tidak otomatis menghambat persiapan MotoGP.

Untuk pengecatan sendiri, penyelenggara membutuhkan sekitar 244 pail cat untuk seluruh area yang dikerjakan.

Warna dan motif lintasan juga tidak mengalami perubahan dibandingkan sebelumnya. Penyelenggara tetap mempertahankan motif Sasambo, yang menggabungkan identitas budaya khas Nusa Tenggara Barat.

Motif tersebut menjadi salah satu cara untuk menghadirkan karakter lokal di panggung balap motor dunia.

“Ini adalah motif yang merepresentasikan motif batik Sasambo. Itu yang coba kita pertahankan agar dunia bisa melihat, Lombok ini punya ciri khas,” kata pihak penyelenggara.

Setelah seluruh pekerjaan rampung, tim akan mengajukan pemeriksaan ulang kepada FIM. Penyelenggara berharap proses tersebut dapat memastikan seluruh bagian sirkuit memenuhi persyaratan homologasi tanpa menyisakan catatan berarti.

Dengan pekerjaan yang terus berjalan, persiapan Sirkuit Mandalika kini memasuki tahap akhir menuju gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *