Mataram,Jurnalekbis.com – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih, Dr. Lalu Muhammad Iqbal (LMI), menegaskan komitmennya untuk mengembangkan sektor pariwisata NTB dengan menitikberatkan pada kualitas, bukan sekadar kuantitas. Dalam sambutannya pada Focus Group Discussion (FGD), Miq Iqbal menekankan bahwa pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) harus menjadi prioritas utama, dengan memastikan dampak minimal terhadap aspek sosial dan lingkungan.

“Pariwisata bukan hanya soal mendatangkan wisatawan, tetapi bagaimana dampaknya dapat positif bagi masyarakat dan lingkungan. Kami memilih untuk fokus pada kualitas, bukan kuantitas,” ujar Iqbal. Minggu (2/2).
Miq Iqbal juga menyampaikan bahwa dirinya bersama tim telah melakukan evaluasi terhadap kondisi birokrasi di NTB guna memastikan kelancaran program-program pariwisata. “Kami telah hampir dua bulan melakukan pemeriksaan terhadap birokrasi NTB, dan segera akan dilaksanakan audit untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada. Birokrasi yang efisien dan kuat sangat penting untuk mendukung kelancaran pembangunan,” jelasnya.
Salah satu langkah awal yang telah diambil adalah menyelesaikan tumpang tindih antara Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) dan Dinas Pariwisata. Iqbal menegaskan bahwa BPPD harus memiliki staf profesional dengan transparansi dalam promosi, sementara Dinas Pariwisata berperan dalam perumusan kebijakan.
“Kerja sama antara pemerintah dan pelaku pariwisata harus lebih erat dan sejajar. Tidak hanya pemerintah yang mengatur, tapi pelaku pariwisata juga harus dilibatkan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan,” tambahnya.
Selain itu, LMI juga menyoroti pentingnya revitalisasi program-program pariwisata yang telah ada, seperti penguatan MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions), sport tourism, serta event-event besar seperti triathlon, off-road, dan pengembangan fasilitas liburan keluarga, termasuk hutan mini.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor 3 UIN Mataram, Prof. Dr. Subhan Abdullah Acim, MA, mengungkapkan bahwa Program Studi Pariwisata Syariah UIN Mataram baru-baru ini meraih akreditasi unggul. Hal ini menjadi bukti komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pariwisata halal, yang sejalan dengan visi NTB sebagai destinasi halal tourism.
“Prodi Pariwisata Syariah merupakan langkah konkret untuk mengembangkan pariwisata yang ramah terhadap prinsip syariah. Ini sangat sesuai dengan visi NTB sebagai destinasi wisata halal,” ujar Prof. Subhan.
Ia juga menyampaikan dukungan penuh terhadap program pariwisata syariah yang digagas oleh mantan Gubernur NTB, TGB Zainul Majdi, melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Mataram.
Meski menghadapi berbagai tantangan, Miq Iqbal menegaskan bahwa pemerintah akan terus berkomitmen untuk mewujudkan NTB sebagai destinasi pariwisata unggul yang tetap mengutamakan kesejahteraan rakyat.
“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan setiap masalah dengan niat baik. Kami yakin, dengan niat yang benar, hasil yang maksimal akan tercapai,” tutup Iqbal.
Dengan berbagai langkah yang diambil, NTB diharapkan akan semakin berkembang sebagai tujuan pariwisata yang unggul dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan meningkatkan perekonomian daerah.














