Ekonomi

Polres Lombok Barat dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras 5 Kg Hanya Rp58 Ribu

×

Polres Lombok Barat dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras 5 Kg Hanya Rp58 Ribu

Sebarkan artikel ini
Polres Lombok Barat dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Beras 5 Kg Hanya Rp58 Ribu

Lombok Barat, Jurnalekbis.com – Ratusan warga Desa Kediri, Kecamatan Kediri, memadati halaman Kantor Desa pada Jumat (8/8/2025) pagi. Mereka datang sejak pukul 08.30 WITA untuk memanfaatkan Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Lombok Barat bersama Perum Bulog NTB.

Dalam kegiatan ini, berbagai bahan pangan pokok dijual jauh di bawah harga pasar. Beras SPHP dilepas Rp58.000 per 5 kg, minyak goreng merek Kita Rp15.000 per liter, dan gula pasir Maniskota Rp17.500 per kg.

Harga miring ini langsung diserbu warga yang ingin menghemat pengeluaran di tengah fluktuasi harga pasar. Sejumlah warga bahkan rela antre panjang demi mendapatkan stok beras dan minyak goreng untuk kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga :  Jaringan 4G XL Axiata Siap Sukseskan MotoGP Mandalika

Kasat Binmas Polres Lombok Barat, Iptu Muh. Mahrip, mengatakan pihaknya hadir untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

“Ini adalah bentuk kontribusi kami dalam mendukung Gerakan Pangan Murah Tahun 2025. Tujuannya untuk meringankan beban ekonomi masyarakat dan memastikan ketersediaan pangan yang merata,” ujar Mahrip.

Menurutnya, peran polisi tidak hanya soal keamanan, tapi juga menjaga stabilitas sosial dan ekonomi melalui dukungan kegiatan seperti ini.Manager OPP Bulog Provinsi NTB, Setiawan, menjelaskan Gerakan Pangan Murah di Kediri akan berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu.

“Kegiatan ini menjadi salah satu strategi Bulog untuk menekan gejolak harga di pasar sekaligus memastikan pasokan aman,” katanya.

Baca Juga :  Promosikan Pariwisata Lombok, Ribuan Bikers HTCI Ramaikan Wingdays IV di Lombok

Bulog menargetkan program ini dapat menjangkau masyarakat menengah ke bawah di berbagai wilayah NTB. Ke depan, kegiatan serupa akan digelar di kecamatan lain dengan pola kolaborasi bersama pemerintah daerah dan aparat setempat.Antusiasme warga terlihat dari antrean yang memanjang sejak pagi. Banyak warga mengaku terbantu dengan harga yang ditawarkan.

“Kalau beli di pasar bisa lebih mahal, apalagi beras sekarang naik. Alhamdulillah ada program seperti ini,” kata Siti, salah satu warga Kediri.

Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat menghemat pengeluaran sekaligus menjaga daya beli di tengah tantangan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *