Lombok Timur. Jurnalekbis.com — PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (UIW NTB) menanam 4.000 bibit mangrove di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kramat Suci, Desa Sugian, Lombok Timur, Rabu (30/4), sebagai upaya memperkuat perlindungan pesisir dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim.
Penanaman tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN melalui inisiatif Roots of Energy. Sebelumnya, PLN juga telah menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan Jerowaru pada Desember 2025. Dengan tambahan terbaru ini, total 5.000 bibit mangrove telah ditanam di wilayah pesisir Lombok Timur.
Program ini menyasar rehabilitasi kawasan pesisir seluas 7,46 hektare di Desa Sugian yang selama ini rentan terhadap abrasi dan kerusakan ekosistem pantai.
Kepala Desa Sugian, Lalu Mustiadi, mengatakan keberadaan mangrove sangat penting bagi masyarakat pesisir karena berfungsi menjaga garis pantai sekaligus melindungi lingkungan sekitar.
“Kami menyambut baik kegiatan ini. Penanaman mangrove sangat penting bagi Desa Sugian, terutama dalam menjaga kawasan pesisir agar tetap lestari dan melindungi masyarakat dari ancaman abrasi,” ujarnya.
Selain berfungsi menahan abrasi, mangrove juga dinilai mampu menjaga habitat biota laut dan meningkatkan ketahanan lingkungan di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.
Ketua Pokmaswas Pade Angen, Herman, menegaskan keberhasilan rehabilitasi pesisir tidak cukup hanya melalui penanaman, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dalam proses perawatan.
“Kami siap berkolaborasi dan memastikan mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi langkah nyata menjaga ekosistem pesisir untuk masa depan,” katanya.
General Manager PLN UIW NTB, Sri Heny Purwanti, menyebut momentum Hari Bumi menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak untuk menjaga keseimbangan alam dan keberlanjutan lingkungan.
Menurutnya, penanaman mangrove menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus mitigasi risiko sosial dan lingkungan di wilayah operasional perusahaan.
“Penanaman mangrove ini tidak hanya berdampak pada perlindungan pesisir dari abrasi, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi PLN dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan pencapaian target pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
PLN menargetkan program ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek perubahan iklim, ekosistem laut, dan ekosistem daratan.














