BisnisEkonomi

Pajak NTB Tumbuh 21 Persen, Pariwisata Mandalika Jadi Penopang

×

Pajak NTB Tumbuh 21 Persen, Pariwisata Mandalika Jadi Penopang

Sebarkan artikel ini
0-0x0-0-0#

Mataram, Jurnalekbis.com — Penerimaan pajak di Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap menunjukkan tren positif di tengah efisiensi anggaran pemerintah dan ketidakpastian ekonomi global. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan penerimaan pajak hingga 21 persen per akhir April 2026.

Kepala Kanwil DJP Nusa Tenggara, Judiana Manihuruk, mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi di NTB masih bergerak cukup baik, terutama ditopang sektor pariwisata.

“Per hari ini penerimaan pajak kami sudah mencapai sekitar 21 persen. Secara umum masih tumbuh cukup baik dibanding periode sebelumnya,” kata Judiana saat memberikan keterangan kepada media di Mataram.

Menurutnya, meski kebijakan efisiensi anggaran pemerintah mulai dirasakan di sejumlah sektor, dampaknya belum terlalu signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun penerimaan pajak di NTB.

Baca Juga :  5 Persiapan Menyambut Tahun Baru 2024

Ia menyebut aktivitas industri pariwisata masih menjadi penggerak utama ekonomi lokal. Tingginya tingkat hunian hotel di sejumlah destinasi wisata seperti Sembalun hingga kawasan Mandalika dinilai menjadi indikator kuat bahwa daya beli dan mobilitas masyarakat masih terjaga.

“Kalau lihat kondisi di lapangan, hotel-hotel masih ramai. Bahkan saat libur panjang, banyak penginapan di Sembalun penuh. Ini menunjukkan ekonomi NTB masih bergerak,” ujarnya.

Judiana juga menyinggung kondisi global seperti perang internasional dan kenaikan harga avtur yang sempat dikhawatirkan berdampak terhadap sektor wisata. Namun, menurut dia, kebijakan pemerintah pusat seperti insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat turut membantu menjaga pergerakan wisatawan.

Baca Juga :  PLN NTB Gelar Simulasi Tanggap Darurat Ancaman Bom di Tiga Lokasi Strategis

“Walaupun ada perang di luar sana dan harga avtur naik, pemerintah memberikan stimulus seperti PPN Ditanggung Pemerintah untuk tiket penerbangan sampai Juni. Itu cukup membantu sektor pariwisata,” katanya.

DJP juga melihat pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Lombok semakin terasa sejak berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Pertumbuhan hotel, restoran, dan usaha penunjang wisata lainnya disebut semakin meningkat.

“Hotel makin banyak, restoran makin ramai, terutama di sekitar Mandalika dan Lombok Tengah. Bahkan beberapa kawasan sekarang lebih ramai dibanding sebelumnya,” ucap Judiana.

Di sisi lain, ia mengakui pemerintah kini lebih selektif dalam penggunaan anggaran, termasuk kegiatan di hotel maupun perjalanan dinas. Namun langkah itu dinilai sebagai upaya agar belanja negara lebih efektif dan tepat sasaran.

Baca Juga :  Pertamina Patra Niaga Sukses Memenuhi Kebutuhan Avtur untuk Penerbangan Haji 2024

“Pemerintah meminta penggunaan anggaran benar-benar efisien dan efektif. Jadi bukan berarti ekonomi berhenti, tapi lebih bijak dalam penggunaan anggaran,” jelasnya.

DJP Nusa Tenggara berharap pertumbuhan penerimaan pajak yang masih positif dapat menjadi indikator optimisme ekonomi daerah ke depan. Media juga diharapkan ikut membantu mempromosikan perkembangan ekonomi dan pariwisata NTB yang dinilai terus menunjukkan tren positif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *