BisnisEkonomi

BI Prediksi Ekonomi NTB Tumbuh 7% di 2026, Ini Penyebabnya

×

BI Prediksi Ekonomi NTB Tumbuh 7% di 2026, Ini Penyebabnya

Sebarkan artikel ini
BI Prediksi Ekonomi NTB Tumbuh 7% di 2026, Ini Penyebabnya

Mataram, Jurnalekbis.com – Sepanjang 2025, perekonomian Indonesia mencatat ketahanan yang kuat meski diterpa tekanan global, mulai dari perlambatan ekonomi dunia hingga ketidakpastian geopolitik. Pemerintah menilai capaian positif ini merupakan hasil dari sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang berjalan beriringan, sehingga stabilitas dan pertumbuhan dapat terjaga. Presiden Prabowo Subianto bahkan menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas perannya menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) 2025, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan optimisme bahwa prospek ekonomi Indonesia akan terus membaik. Pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan berada pada kisaran 4,7–5,5% pada 2025, dan meningkat masing-masing menjadi 4,9–5,7% pada 2026 serta 5,1–5,9% pada 2027. Proyeksi ini ditopang oleh konsumsi yang kuat, kenaikan investasi, dan ekspor yang tetap terjaga di tengah perlambatan global.

Prabowo Puji Kinerja Gubernur Bank Indonesia

Menurut Perry, sinergi antar-otoritas adalah prasyarat penting untuk memperkuat transformasi ekonomi nasional. Ada lima area strategis yang perlu diperkuat: stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, percepatan pertumbuhan yang berdaya tahan, peningkatan pembiayaan dan pendalaman pasar keuangan, akselerasi digitalisasi ekonomi-keuangan, serta penguatan kerja sama ekonomi regional.

Di tingkat daerah, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Ignaitus Adhi Nugroho, mengungkapkan bahwa ekonomi NTB mulai pulih setelah tiga triwulan sebelumnya terkontraksi. Pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi NTB tercatat 2,82%, ditopang oleh konsumsi dan investasi yang meningkat. Sektor non-tambang bahkan menunjukkan akselerasi tinggi mencapai 7,86%, terutama didukung beroperasinya industri pengolahan emas granula, serta berlanjutnya kinerja positif sektor perdagangan dan pertanian.

Kinerja keuangan NTB juga tetap solid. Pertumbuhan kredit mencapai 26,56% secara tahunan, sementara kualitas kredit terjaga dengan NPL di bawah 2%. Stabilitas ini diperkuat dengan inflasi yang terkendali; inflasi tahunan NTB hingga Oktober 2025 tercatat berada pada level 2,96%, sejalan dengan target pengendalian harga.

Bank Indonesia bersama TPID provinsi dan kabupaten/kota menjalankan sejumlah program pengendalian inflasi—mulai dari Gerakan Pangan Murah, koordinasi High Level Meeting, hingga peningkatan produktivitas melalui pengembangan bibit pertanian unggul.

Sepanjang 2025, Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB juga menjalankan berbagai program strategis mulai dari promosi perdagangan dan investasi untuk mendorong ekspor nontambang, peningkatan peran UMKM naik kelas, penguatan ekonomi dan keuangan syariah, hingga percepatan digitalisasi pembayaran melalui perluasan akseptasi QRIS.

Pemerintah Provinsi NTB melalui Penjabat Sekda H. Lalu Muh. Faozal menyampaikan apresiasi atas sinergi kuat yang dibangun bersama Bank Indonesia. Pemprov NTB berharap program strategis yang telah dicapai dapat berlanjut untuk memperkuat ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Untuk tahun depan, Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi NTB tetap positif meski sedikit melambat, namun kembali melaju pada 2026 dengan pertumbuhan 6,3–7,1%. Proyeksi ini ditopang konsumsi rumah tangga yang tetap kuat serta akselerasi ekspor seiring peningkatan operasional smelter dan pelonggaran kebijakan ekspor konsentrat.

Pada PTBI 2025, BI turut mengumumkan sejumlah penghargaan seperti TPID Award, TP2DD Award, dan Bank Indonesia Award. NTB mencatat prestasi nasional, termasuk Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur yang meraih juara dalam beberapa kategori terkait pengendalian inflasi dan digitalisasi daerah.

Melalui forum ini, Bank Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat sinergi, kolaborasi, dan inovasi untuk menghadapi tantangan ekonomi global dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *