BisnisEkonomi

BPS Catat Lonjakan Ekspor NTB 5.792% YoY, Didorong Kembalinya Ekspor Tambang

×

BPS Catat Lonjakan Ekspor NTB 5.792% YoY, Didorong Kembalinya Ekspor Tambang

Sebarkan artikel ini
BPS Catat Lonjakan Ekspor NTB 5.792% YoY, Didorong Kembalinya Ekspor Tambang

Mataram, Jurnalekbis.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat lonjakan signifikan kinerja ekspor daerah pada November 2025. Secara tahunan (year on year/y-on-y), nilai ekspor NTB pada November 2025 meningkat tajam hingga 5.792,07 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini terutama dipicu oleh kembali dilakukannya ekspor komoditas tambang dalam bentuk konsentrat.

Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, M.M, menjelaskan bahwa nilai ekspor NTB pada November 2025 mencapai US$ 327,84 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan November 2024. Namun, secara kumulatif, kinerja ekspor NTB sepanjang Januari–November 2025 masih mengalami kontraksi.

“Nilai ekspor NTB selama Januari hingga November 2025 tercatat sebesar US$ 1.063,81 juta, atau turun 56,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” kata Wahyudin dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  Penetapan UMK 2025 di NTB: Kota Mataram Tertinggi

Ia menjelaskan, penurunan kumulatif tersebut dipengaruhi oleh fluktuasi ekspor sektor tambang yang selama beberapa bulan sebelumnya belum berproduksi secara optimal. Meski demikian, lonjakan pada November menjadi sinyal positif bagi kinerja perdagangan luar negeri NTB.

Berdasarkan kelompok komoditas, ekspor NTB pada November 2025 masih didominasi sektor pertambangan nonmigas. Komoditas barang galian atau tambang nonmigas menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$ 194,35 juta atau 59,28 persen dari total ekspor. Selanjutnya disusul komoditas tembaga sebesar US$ 66,14 juta (20,18 persen) dan perhiasan atau permata senilai US$ 64,41 juta (19,65 persen).

Sementara itu, kontribusi sektor perikanan dan industri pengolahan masih relatif kecil. Ekspor ikan dan udang tercatat sebesar US$ 2,03 juta (0,62 persen), sedangkan daging dan ikan olahan hanya menyumbang US$ 490 ribu atau sekitar 0,15 persen.

Baca Juga :  Petani Bawang Merah NTB Beralih ke LPG, Pertamina Tambah Pasokan

Dari sisi negara tujuan, ekspor NTB pada November 2025 paling banyak dikirim ke Tiongkok dengan porsi 50,54 persen. Selanjutnya, ekspor NTB ditujukan ke Swiss (19,56 persen), Jepang (18,42 persen), Malaysia (4,94 persen), dan Korea Selatan (2,15 persen). Sisanya diekspor ke sejumlah negara lain.

Sementara itu, kinerja impor NTB juga menunjukkan dinamika tersendiri. Sepanjang Januari–November 2025, nilai impor NTB tercatat sebesar US$ 220,18 juta, atau turun 73,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, secara bulanan, impor pada November 2025 mengalami kenaikan.

“Nilai impor NTB pada November 2025 mencapai US$ 13,25 juta, naik 5,51 persen dibandingkan November 2024,” ujar Wahyudin.

Baca Juga :   Manfaatkan Sampah, Warga Olah Sampah Plastik Menjadi Kerajinan Tenun

Impor NTB pada November 2025 didominasi oleh karet dan barang dari karet senilai US$ 5,70 juta (42,99 persen), diikuti mesin dan peralatan listrik sebesar US$ 4,50 juta (33,93 persen), serta kendaraan dan bagiannya sebesar US$ 915 ribu.

Adapun negara asal impor terbesar NTB adalah Jepang (42,89 persen), Jerman (32,54 persen), dan Amerika Serikat (11,24 persen).

BPS mencatat, peningkatan impor terutama dipicu oleh naiknya kebutuhan bahan baku dan bahan penolong, seiring dengan kembali berjalannya aktivitas ekspor komoditas tambang dalam bentuk konsentrat pada November 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *