BALI, Jurnalekbis.com – InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) memperkuat sistem keamanan kawasan wisata The Nusa Dua, Bali, dengan menyerahkan bantuan sarana patroli laut kepada Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Pos The Nusa Dua, Rabu (2/4/2026).
Bantuan yang diserahkan berupa satu unit rubber boat patroli, satu unit mesin boat, dan lima unit life jacket. Penyerahan dilakukan di Wantilan, The Nusa Dua, dan menjadi bagian dari kerja sama antara ITDC dengan Satpolairud untuk memperkuat pengawasan di wilayah perairan kawasan wisata tersebut.
Langkah itu dilakukan menyusul tingginya aktivitas wisata di sepanjang pesisir The Nusa Dua yang memiliki garis pantai sekitar 4 kilometer. Kawasan ini juga mencakup sejumlah titik strategis, seperti Pulau Peninsula dan Nusa Dharma, yang setiap hari dipadati wisatawan dan aktivitas pelaku usaha wisata.
Direktur Operasi ITDC Troy Warokka mengatakan kebutuhan terhadap pengamanan laut semakin penting karena tingginya interaksi antara wisatawan dengan wilayah perairan.
“Dengan kondisi tersebut, kebutuhan akan respons cepat dalam penanganan keamanan dan keselamatan di perairan menjadi sangat penting. Kolaborasi dengan Satpolairud merupakan langkah strategis untuk memastikan kawasan tetap aman dan kondusif,” kata Troy.
Menurut dia, tambahan sarana patroli akan membantu petugas mempercepat respons terhadap potensi gangguan keamanan maupun kecelakaan laut di kawasan wisata.
Selain memperkuat patroli, bantuan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pengawasan di sepanjang pesisir The Nusa Dua, terutama pada jam-jam kunjungan wisatawan yang tinggi.
Kegiatan penyerahan bantuan turut dihadiri Kepala Kepolisian Resor Kota Denpasar, Kasat Polairud, Kapolsek Kuta Selatan, Kanit Patroli Laut, Kasubnit Gakkum, Kasubnit Binmasair, serta sejumlah pejabat terkait.
Kehadiran unsur kepolisian dan pengelola kawasan dinilai menjadi bentuk dukungan lintas sektor dalam menjaga keamanan salah satu destinasi wisata unggulan nasional.
The Nusa Dua selama ini dikenal sebagai kawasan pariwisata terpadu bertaraf internasional. Kawasan itu menjadi lokasi berbagai hotel berbintang, pusat kegiatan internasional, hingga agenda wisata bahari. Tingginya mobilitas wisatawan di kawasan pesisir membuat aspek keamanan dan keselamatan menjadi perhatian utama.
ITDC menilai penguatan sarana patroli laut menjadi langkah preventif untuk menekan risiko kecelakaan di laut, termasuk potensi gangguan keamanan di sekitar area pantai.
Dengan keberadaan rubber boat dan perlengkapan keselamatan tambahan, petugas Satpolairud diharapkan dapat menjangkau area perairan lebih cepat ketika terjadi keadaan darurat.
Usai penyerahan bantuan, ITDC dan Satpolairud juga menggelar patroli laut gabungan. Patroli dimulai dari Dermaga Quicksilver, Tanjung Benoa, menuju kawasan perairan The Nusa Dua.
Patroli tersebut menjadi simbol dimulainya penguatan pengamanan laut di kawasan wisata itu. Dalam patroli gabungan, petugas memantau aktivitas wisatawan, jalur perahu wisata, hingga titik-titik yang dinilai rawan terhadap potensi gangguan.
Troy menegaskan keamanan menjadi fondasi utama dalam menjaga citra The Nusa Dua sebagai destinasi wisata kelas dunia.
“Keamanan yang didukung oleh sarana dan prasarana yang baik merupakan kunci dalam menghadirkan destinasi berkelas dunia. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kawasan tetap aman, tertib, dan memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan,” ujarnya.
Menurut ITDC, penguatan sistem keamanan tidak hanya penting untuk menjaga kenyamanan wisatawan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan pariwisata nasional yang berkualitas dan berdaya saing.
Dengan pengamanan yang semakin baik, The Nusa Dua diharapkan mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia sekaligus memberikan rasa aman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.














