BisnisEkonomi

HIPMI NTB: Pengusaha Muda Jangan Jadi Penonton

×

HIPMI NTB: Pengusaha Muda Jangan Jadi Penonton

Sebarkan artikel ini
HIPMI NTB: Pengusaha Muda Jangan Jadi Penonton

Mataram, Jurnalekbis.com – Optimisme menghadapi tekanan ekonomi global mengemuka dalam Forum Bisnis Daerah yang digelar BPD HIPMI NTB melalui talkshow bertema “NTB Mendunia: Mengangkat Potensi Daerah ke Panggung Nasional”. Dalam forum itu, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan para pengusaha muda agar tidak hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus pembangunan dan investasi yang masuk ke daerah.

Di hadapan pelaku usaha dan kader HIPMI, Iqbal menilai situasi ekonomi saat ini memang memunculkan kekhawatiran di kalangan dunia usaha. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat generasi muda kehilangan arah.

“Selalu ada peluang di balik setiap krisis. Saya melihat banyak program dan anggaran pembangunan dari pusat yang masuk ke NTB sekarang ini. Pengusaha muda harus mengambil bagian dari pembangunan itu, jangan jadi penonton,” ujar Iqbal saat menghadiri forum bisnis HIPMI NTB, Selasa (12/5).

Baca Juga :  Sidak Kepasar, Perempuan Perindo Harapkan Bahan Baku Tersedia Di Daerah

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pelaku usaha terhadap tekanan ekonomi global, mulai dari konflik geopolitik hingga fluktuasi harga energi yang mempengaruhi sektor usaha di daerah.

Dalam forum tersebut turut hadir calon Ketua Umum HIPMI, Ade Jona Prasetyo. Kehadirannya dimanfaatkan peserta untuk berdiskusi mengenai arah ekonomi nasional dan peluang investasi di NTB ke depan.

Iqbal mengatakan diskusi bersama pengusaha nasional penting untuk membuka perspektif baru terkait pengembangan ekonomi daerah. Ia menilai NTB memiliki peluang besar berkembang karena didukung sektor pariwisata, pertanian, ekonomi kreatif, hingga industri pendukung event internasional.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI NTB, Ismed Faturahman Maulana mengatakan forum tersebut menjadi ruang dialog bagi pengusaha muda dalam membaca tantangan ekonomi yang sedang terjadi.

Baca Juga :  Menarik Perhatian Pengunjung, PLN Kenalkan Produk UMKM di Ajang MXGP 2024

“Selama 12 hari ini ada HIPMI Talk atau sambung rasa bersama Caketum Ade Jona Prasetyo. Beliau berbagi pengalaman sebagai pengusaha nasional sekaligus membahas prospek ekonomi NTB ke depan,” katanya.

Menurut Ismed, kondisi dunia usaha saat ini memang tidak sepenuhnya stabil. Beberapa sektor mengalami tekanan cukup berat akibat situasi global, terutama sektor yang berkaitan langsung dengan transportasi dan distribusi.

“Memang ada beberapa segmen usaha yang terdampak isu perang, harga minyak, terutama transportasi. Tapi di balik itu semua, kami harus survive dan adaptif,” ujarnya.

HIPMI NTB, lanjut Ismed, kini mendorong anggotanya untuk mulai membuka peluang usaha baru di luar bisnis utama yang selama ini dijalankan. Langkah itu dianggap penting agar pelaku usaha tetap mampu bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Baca Juga :  Indosat Rayakan Harpelnas 2024 dengan Telepon Gratis 24 Jam

Ia menilai semangat adaptasi menjadi kunci bagi pengusaha muda agar tidak tertinggal dalam persaingan usaha yang terus berubah cepat.

Forum bisnis tersebut juga menjadi ajang memperkuat jejaring antarpengusaha sekaligus memetakan peluang investasi baru di NTB. Dengan berbagai proyek pembangunan dan perhatian pemerintah pusat yang terus meningkat ke daerah, HIPMI NTB berharap pelaku usaha lokal dapat menjadi pemain utama dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *