BisnisEkonomi

Stok LPG dan Sembako NTB Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying

×

Stok LPG dan Sembako NTB Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying

Sebarkan artikel ini
Stok LPG dan Sembako NTB Aman, Warga Diminta Tak Panic Buying
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Wiranata

Mataram, Jurnalekbis.com – Masyarakat Nusa Tenggara Barat diminta tidak panik menghadapi isu kelangkaan LPG dan kenaikan harga kebutuhan pokok. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Lalu Wiranata, memastikan stok energi hingga bahan pangan di daerah itu masih dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan.

Menurutnya, distribusi LPG dari Pertamina ke NTB tidak mengalami pengurangan kuota. Pemerintah daerah juga terus melakukan pengawasan ketat terhadap pangkalan yang menjual gas subsidi di atas ketentuan.

“Dua bulan ke depan stok dari Pertamina ada. Jadi tidak ada pengurangan stok di NTB,” kata Lalu Wiranata saat memberikan keterangan kepada media.

Ia mengakui pengawasan distribusi setelah LPG keluar dari pangkalan memang menjadi tantangan tersendiri. Namun, pemerintah tidak akan segan mencabut izin pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran.

Baca Juga :  Pemprov NTB Fasilitasi Kabupaten Kota Tagih DBH Laba Bersih PT AMNT

“Kalau ada pangkalan yang menjual di luar aturan, langsung kita tutup dan cabut izinnya,” tegasnya.

Pemprov NTB sebelumnya menemukan adanya pangkalan yang tidak menyalurkan LPG langsung kepada masyarakat sesuai prosedur. Bahkan, ada agen yang meminta masyarakat mengambil sendiri tabung gas, sehingga memicu persoalan distribusi di lapangan.

“Kemarin ada pangkalan yang kita temukan bermasalah dan sudah ditutup. Pangkalan itu tidak boleh menjual ke mana-mana. Distribusi harus dibongkar di lokasi resmi,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, terutama menjelang momentum hari besar dan tingginya aktivitas rumah tangga, pemerintah memastikan stabilitas pasokan bahan pokok tetap terjaga. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak mulai dari Bulog, pelaku pasar modern, pengusaha pasar tradisional hingga pemerintah kabupaten dan kota.

Baca Juga :  Karya Warga Binaan Lapas Lombok Barat Curi Perhatian Gubernur NTB

“Insya Allah sembako aman. Kami sudah koordinasi dengan Bulog, retail modern, kepala pasar, sampai pemerintah daerah di seluruh NTB,” katanya.

Lalu Wiranata menyebut pemerintah daerah di tingkat kabupaten dan kota juga aktif turun langsung memantau kondisi pasar. Salah satunya dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah yang disebutnya melakukan pengecekan harga dan stok secara langsung di pasar tradisional.

“Tadi saya video call Kepala Dinas di Lombok Tengah, mereka sedang turun cek pasar,” ungkapnya.

Selain bahan pangan, sektor energi di NTB juga dipastikan dalam kondisi stabil. Ia menyinggung pasokan listrik di NTB yang hingga kini tetap aman di tengah gangguan listrik yang sempat terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia.

Baca Juga :  Bank Indonesia dan Universitas Nahdlatul Ulama NTB Bersinergi Dorong Sertifikasi Halal untuk UMKM

“Listrik kita aman. Dibandingkan beberapa daerah lain yang sempat padam, NTB tetap stabil,” katanya.

Meski demikian, pemerintah mengakui terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas seperti cabai dan bawang. Namun kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar karena dipicu tingginya permintaan pasar.

“Ada kenaikan sedikit di cabai dan bawang, itu wajar karena permintaan tinggi. Apalagi kebutuhan bumbu dapur sedang meningkat,” ujarnya.

Pemerintah berharap masyarakat tetap berbelanja secara normal dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu gejolak harga di pasaran. Stabilitas distribusi dan pengawasan pasar disebut menjadi fokus utama agar kondisi ekonomi masyarakat tetap terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *