BisnisEkonomi

NTB Jadi Tuan Rumah FESyar KTI 2026, 22 Provinsi Siap Ramaikan Festival Ekonomi Syariah

×

NTB Jadi Tuan Rumah FESyar KTI 2026, 22 Provinsi Siap Ramaikan Festival Ekonomi Syariah

Sebarkan artikel ini
NTB Jadi Tuan Rumah FESyar KTI 2026, 22 Provinsi Siap Ramaikan Festival Ekonomi Syariah

Mataram, Jurnalekbis.com – Provinsi Nusa Tenggara Barat dipercaya menjadi tuan rumah Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia (FESyar KTI) 2026 yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026. Ajang tahunan Bank Indonesia itu dipusatkan di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, dengan melibatkan 22 provinsi di Kawasan Timur Indonesia.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Andhi Wahyu Riyadno, mengatakan penyelenggaraan FESyar KTI 2026 menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan.

“Tahun ini kami dipercaya menjadi host FESyar Kawasan Timur Indonesia 2026 yang dilaksanakan pada 10 sampai 12 Juli 2026 dengan pusat kegiatan di Lombok Epicentrum Mall,” ujar Andhi.

FESyar KTI 2026 mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.” Selain di Lombok Epicentrum Mall, rangkaian kegiatan juga berlangsung di Islamic Center NTB, Politeknik Pariwisata Lombok, Hotel Lombok Raya, serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB.

Baca Juga :  Dukung Pusat Halal Dunia, BI dan UNU NTB Gelar Pelatihan Pendamping PPH dan Hewan Kurban

Menurut Andhi, penyelenggaraan festival tersebut merupakan bagian dari rangkaian Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Oktober mendatang. Sebelumnya, FESyar regional Sumatera telah dilaksanakan pada Mei, sedangkan regional Jawa dijadwalkan berlangsung pada September.

Sebagai tuan rumah, NTB menghadirkan empat program unggulan untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Kawasan Timur Indonesia. Program tersebut meliputi AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan), AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal), BAROKAH (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor), serta MAHAR (Mobilisasi Aset Halal melalui Akselerasi Wakaf).

Keempat program itu difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi pesantren, percepatan sertifikasi halal, peningkatan daya saing komoditas halal berorientasi ekspor, hingga optimalisasi wakaf produktif sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Ancam Tindak Pengusaha FAME & Pembayar Pajak Nakal: “Kalau Main-Main, Saya Hajar!”

Pembukaan FESyar KTI 2026 dijadwalkan dihadiri Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, serta jajaran Kepala Perwakilan Bank Indonesia dari Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku, dan Papua.

Sebanyak 22 provinsi yang berada di wilayah Kawasan Timur Indonesia melalui 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia akan mengirimkan delegasi untuk mengikuti tiga agenda utama, yakni Sharia Fair, Sharia Forum, dan Sharia Education.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat dapat mengikuti seminar, talkshow, pameran UMKM, Halal Mart, business matching pembiayaan dan perdagangan, pelatihan, sertifikasi nazhir, Ziswaf Corner, Halal Corner, bazar kuliner halal, hingga berbagai kompetisi.

FESyar juga menghadirkan sejumlah agenda terbuka untuk masyarakat. Tabligh Akbar bersama Hanan Attaki dijadwalkan berlangsung pada 11 Juli 2026 di Islamic Center NTB. Sementara Hadad Alwi akan tampil pada malam penutupan di Lombok Epicentrum Mall, disusul penampilan komika Mukmin pada malam pembukaan.

Baca Juga :  UKM Minyak Ikan Hiu Lombok Timur Dibina BBPOM, Targetkan Standar Nasional

Menariknya, identitas budaya NTB turut ditampilkan melalui visual utama FESyar yang mengangkat motif Tenun Nenda Bima. Menurut Andhi, motif bunga akando pada kain tersebut melambangkan kesabaran, ketekunan, serta semangat menghadapi tantangan, sekaligus merepresentasikan nilai Islam dan harmoni kehidupan masyarakat Bima.

Di akhir penyampaiannya, Andhi mengajak masyarakat memanfaatkan FESyar sebagai ruang edukasi sekaligus penguatan ekonomi syariah. Ia juga berharap dukungan media dalam menyebarluaskan informasi kegiatan tersebut.

“Semoga FESyar KTI 2026 berjalan lancar dan menghadirkan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing,” katanya.

Ia menambahkan, penyelenggaraan FESyar tahun ini berlangsung setelah NTB kembali meraih Anugerah Adinata Syariah 2026 dengan memborong lima kategori penghargaan. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti kolaborasi kuat antara Bank Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah di daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *