Politik

Mi6 Sebut Mori Hanafi Kandidat Terkuat Pilgub NTB 2029, Punya Modal Politik Paling Lengkap

×

Mi6 Sebut Mori Hanafi Kandidat Terkuat Pilgub NTB 2029, Punya Modal Politik Paling Lengkap

Sebarkan artikel ini
Mi6 Sebut Mori Hanafi Kandidat Terkuat Pilgub NTB 2029, Punya Modal Politik Paling Lengkap

Mataram, Jurnalekbis.com – Nama Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW Partai NasDem NTB, Mori Hanafi, mulai masuk dalam radar kuat bursa calon Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029. Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 menilai Mori memiliki modal politik yang paling lengkap dibanding figur lain yang saat ini mulai diperbincangkan di ruang publik.

Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, menyebut Mori Hanafi memiliki kombinasi pengalaman politik, jejaring nasional, kapasitas organisasi, dan daya tahan politik yang dibutuhkan NTB untuk menghadapi tantangan pembangunan lima tahun ke depan.

“NTB membutuhkan pemimpin yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki kemampuan membangun jejaring nasional, mengonsolidasikan kekuatan politik, dan memperjuangkan kepentingan daerah di tingkat pusat,” kata Bambang Mei Finarwanto, yang akrab disapa Didu, di Mataram, Senin (1/6/2026).

Menurut Didu, perjalanan politik Mori menunjukkan proses yang panjang dan bertahap. Sebelum menjadi anggota DPR RI, Mori pernah menjabat Wakil Ketua DPRD NTB dan terlibat dalam kontestasi politik daerah. Saat ini, ia juga dipercaya memimpin DPW NasDem NTB.

Baca Juga :  Kodim 1607/Sumbawa Gelar Pasukan, Siap Amankan Pilkada Serentak 2024

Rekam jejak tersebut dinilai menjadi modal penting karena memberikan pemahaman yang kuat mengenai hubungan antara kebutuhan daerah dan kebijakan nasional.

“Pengalaman itu membuat Mori memahami bagaimana kepentingan daerah diperjuangkan melalui jalur kebijakan nasional. Ini menjadi nilai tambah yang relevan bagi NTB,” ujarnya.

Mi6 menilai Pilgub NTB 2029 akan berlangsung dalam situasi yang berbeda dibanding periode sebelumnya. Daerah akan menghadapi tantangan besar, mulai dari transformasi ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan konektivitas wilayah, hingga persaingan investasi yang semakin kompetitif.

Dalam kondisi tersebut, kata Didu, daerah membutuhkan figur yang mampu meningkatkan posisi tawar NTB di tingkat nasional.

“Gubernur ke depan tidak cukup hanya menjadi administrator yang baik. Ia juga harus mampu menjadi negosiator yang efektif untuk memperjuangkan kepentingan daerah,” katanya.

Baca Juga :  Polresta Mataram Terjunkan Ratusan Personel Untuk Amankan Pemilu 2024

Selain posisi politiknya, Mori juga dinilai memiliki peluang memperkuat elektabilitas melalui perannya sebagai Ketua KONI NTB. Apalagi NTB bersama Nusa Tenggara Timur akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Keberhasilan penyelenggaraan ajang olahraga terbesar nasional itu diyakini dapat menjadi faktor penting yang memengaruhi persepsi publik menjelang Pilgub 2029.

“Jika PON berjalan sukses, prestasi atlet meningkat, dan pelaksanaannya mendapat apresiasi nasional, tentu itu akan menjadi catatan positif bagi kepemimpinan Mori di KONI NTB,” ujar Didu.

Mi6 juga melihat Mori sebagai representasi regenerasi kepemimpinan di NTB. Meski tergolong relatif muda, ia dianggap telah memiliki pengalaman organisasi dan politik yang matang.

Baca Juga :  KPU Terus Gencar Edukasi Generasi Milenial dan Z

Di sisi lain, Didu menilai perdebatan mengenai asal daerah seorang calon pemimpin sudah tidak lagi relevan dalam demokrasi modern. Menurutnya, kapasitas, integritas, dan kemampuan memimpin harus menjadi ukuran utama dalam menentukan pemimpin daerah.

“Kalau Mori berasal dari Bima, memangnya kenapa? Yang harus dilihat adalah kemampuan memimpin seluruh masyarakat NTB, bukan asal-usul geografisnya,” tegasnya.

Mi6 menegaskan tidak menyebut Mori sebagai satu-satunya figur yang layak maju dalam Pilgub NTB 2029. Namun berdasarkan pengalaman politik, jejaring nasional, kapasitas organisasi, legitimasi politik, serta daya juang yang dimiliki, nama Mori dinilai berada di jajaran terdepan dalam peta politik NTB saat ini.

“Jika berbicara secara objektif tentang pengalaman, jejaring nasional, kapasitas organisasi, legitimasi politik, dan daya juang, maka Mori Hanafi berada dalam baris terdepan,” tutup Didu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *