Gaya HidupNusantara

10 Tahun Jadi Advokat, Bung Heru Ungkap Rahasia Menangani Perkara: Integritas dan Seribu Solusi

×

10 Tahun Jadi Advokat, Bung Heru Ungkap Rahasia Menangani Perkara: Integritas dan Seribu Solusi

Sebarkan artikel ini
10 Tahun Jadi Advokat, Bung Heru Ungkap Rahasia Menangani Perkara: Integritas dan Seribu Solusi

Mataram, Jurnalekbis.com – Nama Muhamad Haerudin MS atau yang akrab disapa Bung Heru menjadi salah satu figur yang cukup dikenal di kalangan praktisi hukum di Nusa Tenggara Barat. Advokat yang telah berkarier selama sekitar satu dekade itu menegaskan bahwa ukuran keberhasilan seorang pengacara tidak selalu ditentukan oleh kemenangan di ruang sidang, melainkan kemampuan menyelesaikan persoalan hukum klien secara efektif.

Bung Heru merupakan pendiri sekaligus Direktur Seniman Hukum Law Firm yang berkantor di Pulau Lombok. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Direktur Mahnun Siddik Law Office dan mendirikan Yayasan LBH Galang Bulan yang bergerak di bidang bantuan hukum bagi masyarakat.

Selama 10 tahun berkiprah sebagai advokat, Bung Heru menangani berbagai perkara dengan tingkat kompleksitas yang beragam. Bidang yang paling banyak ditanganinya meliputi sengketa perdata, persoalan korporasi, perizinan, hingga masalah keimigrasian.

Menurutnya, pendekatan non litigasi atau penyelesaian di luar pengadilan sering kali menjadi solusi terbaik bagi klien. Cara tersebut dinilai lebih cepat, efisien, dan mampu menghindari konflik yang berkepanjangan.

Baca Juga :  Satu Satunya Crosser MX2 Asal Lombok Ini Terkesan dengan Aplikasi PLN Mobile

“Advokat yang baik bukan hanya yang menang di pengadilan, tetapi yang mampu menyelesaikan masalah klien secara efektif. Banyak perkara yang justru selesai melalui jalur non litigasi,” ujar Bung Heru, Kamis  (17/6/2026).

Pandangan tersebut lahir dari pengalaman panjangnya mendampingi berbagai kalangan, termasuk pelaku usaha di NTB yang mempercayakan persoalan hukum mereka kepada dirinya. Reputasi yang dibangun melalui integritas dan konsistensi dalam bekerja menjadi alasan banyak klien memilih menggunakan jasanya.

Bung Heru menilai integritas merupakan fondasi utama profesi advokat. Ketika menerima kuasa dari klien, seorang pengacara harus bertanggung jawab penuh terhadap proses hukum yang sedang dijalankan.

“Sebagai advokat, yang paling penting adalah menjaga integritas dan tanggung jawab terhadap klien. Ketika sudah menerima kuasa, apapun yang terjadi harus tetap bersama klien dan memberikan pelayanan terbaik,” katanya.

Baca Juga :  Enam Pelaku Pengeroyokan Dibekuk Polisi, 4 Diantaranya Anak Dibawah Umur

Prinsip tersebut pernah diuji ketika dirinya mengaku mendapatkan tawaran uang dalam jumlah besar dari pihak yang berseberangan dengan kliennya. Namun tawaran itu ditolak karena dinilai bertentangan dengan etika profesi yang selama ini dijunjung tinggi.

Bagi Bung Heru, kepercayaan klien merupakan aset paling berharga dalam dunia advokasi. Kepercayaan yang terjaga akan membangun reputasi dan menjadi modal jangka panjang dalam perjalanan karier seorang pengacara.

“Uang bukan yang utama. Kepercayaan klien adalah hal yang paling penting. Kalau kepercayaan itu dijaga, maka nama baik akan mengikuti dengan sendirinya,” ungkapnya.

Di tengah perkembangan teknologi digital, Bung Heru juga aktif memberikan edukasi dan konsultasi hukum melalui media sosial. Langkah tersebut membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memahami persoalan hukum yang mereka hadapi.

Baca Juga :  Indah Purwanti Mampu Dongkrak Omset Penjualan Produk UMKM di NTB Mall Mencapai Rp 2,4 Miliar

Tak hanya fokus pada praktik profesional, ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan bantuan hukum melalui sejumlah lembaga, termasuk LBH Reform. Kegiatan tersebut mencakup konsultasi gratis, klinik hukum, pendidikan paralegal, hingga advokasi perlindungan perempuan.

Di luar profesinya sebagai advokat, Bung Heru dikenal aktif dalam kegiatan olahraga. Ia gemar berlari, bersepeda, dan bermain domino. Bahkan, saat ini ia dipercaya memimpin Organisasi Olahraga Domino (Orado) Lombok Tengah yang mendorong pengembangan domino sebagai cabang olahraga di bawah naungan KONI.

Menutup perbincangan, Bung Heru berpesan kepada generasi muda yang ingin meniti karier sebagai advokat agar selalu mempersiapkan berbagai alternatif penyelesaian perkara sebelum mendampingi klien.

“Pesan saya untuk advokat muda, sebelum menangani perkara harus punya seribu solusi. Jangan sampai stagnan karena itu bisa berujung pada kekalahan klien,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *