NewsNusantara

Pendaki Rinjani Cedera Berhasil Dievakuasi, Operasi SAR Ditutup Dini Hari

×

Pendaki Rinjani Cedera Berhasil Dievakuasi, Operasi SAR Ditutup Dini Hari

Sebarkan artikel ini
Pendaki Rinjani Cedera Berhasil Dievakuasi, Operasi SAR Ditutup Dini Hari

Lombok Timur, Jurnalekbis.com  – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang pendaki perempuan yang mengalami cedera di kawasan Puncak Tembesi, Gunung Rinjani, Kabupaten Lombok Timur, resmi ditutup pada Selasa (30/6). Korban berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat setelah tim gabungan melakukan proses penyelamatan sejak sehari sebelumnya.

Korban diketahui bernama Rosiana Citra Dewi (22), warga Desa Lembuak, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat. Ia mengalami cedera pada pergelangan kaki saat berada di jalur pendakian Puncak Tembesi yang berada di kawasan Gunung Rinjani, Kecamatan Pringgasela.

Proses evakuasi dimulai setelah laporan diterima pada Senin (29/6). Tim SAR gabungan bergerak menuju lokasi korban yang berada di medan pegunungan dengan kontur terjal dan akses yang cukup menantang.

Setelah menempuh perjalanan menuju titik keberadaan korban, tim akhirnya berhasil menjangkau lokasi pada Selasa dini hari. Korban kemudian dievakuasi menggunakan peralatan penyelamatan menuju titik aman sebelum dibawa ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  BNN Gagalkan Selundupan 7,8 Kg Hashis, Dua WNA Rusia Ditangkap di Bali

Rosiana tiba dengan selamat di Puskesmas Kecamatan Pringgasela untuk menjalani pemeriksaan medis akibat cedera yang dialaminya. Setelah mendapatkan penanganan awal dari tenaga kesehatan, korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Koordinator Pos SAR Kayangan M. Darwis mengatakan keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur yang terlibat dalam proses penyelamatan.

“Kami bersyukur korban dapat dievakuasi dengan selamat pada pukul 01.10 Wita. Keberhasilan operasi ini adalah hasil kerja keras dan sinergitas seluruh unsur SAR gabungan. Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, maka operasi SAR ini kami nyatakan selesai dan ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses evakuasi ini,” ujar M. Darwis.

Baca Juga :  Geger! Pria 50 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di Kamar Kos Mataram

Menurutnya, kondisi medan yang berada di kawasan pegunungan menjadi tantangan tersendiri selama proses evakuasi. Meski demikian, koordinasi yang terjalin antarinstansi membuat seluruh tahapan penyelamatan dapat berjalan sesuai rencana hingga korban berhasil dibawa keluar dari lokasi.

Operasi SAR tersebut melibatkan berbagai unsur penyelamat yang bekerja secara terpadu. Tim Rescue Pos SAR Kayangan menjadi ujung tombak dalam proses pencarian dan evakuasi bersama personel dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), SAR Unit Lombok Timur, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Emergency Medical Handling Club (EMHC), porter pendakian, hingga masyarakat setempat.

Kolaborasi lintas instansi itu menjadi faktor penting dalam mempercepat proses evakuasi di kawasan pegunungan yang memiliki karakteristik medan ekstrem. Selain kemampuan teknis personel, dukungan porter dan warga sekitar turut membantu memperlancar jalur evakuasi hingga korban dapat segera memperoleh penanganan medis.

Baca Juga :  Meningkatkan Kompetensi Teknisi Kapal Penunjang Wisata di NTB Melalui Workshop

Dengan selesainya proses penyelamatan tersebut, Kantor SAR Mataram menyatakan operasi SAR secara resmi ditutup. Seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing untuk kembali bersiaga menghadapi potensi kondisi darurat lainnya.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pendaki agar selalu memperhatikan kondisi fisik sebelum melakukan pendakian, menggunakan perlengkapan yang memadai, serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan pegunungan. Langkah antisipasi dan kesiapan menghadapi kondisi darurat menjadi bagian penting untuk meminimalkan risiko saat menjelajahi jalur pendakian, khususnya di kawasan Gunung Rinjani yang dikenal memiliki medan cukup menantang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *