Atlet 12 Tahun Sabet Emas Menembak Porprov NTB, Lawan Terberatnya Ternyata Bukan Rival

Atlet 12 Tahun Sabet Emas Menembak Porprov NTB, Lawan Terberatnya Ternyata Bukan Rival

Lombok Barat, Jurnalekbis.com  – Usia muda bukan penghalang untuk mencetak prestasi. Anindya Charissa Wulandari Wibowo, atlet menembak berusia 12 tahun, berhasil mencuri perhatian dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah meraih medali emas pada nomor Center Fire Dueling 25 Meter Mix.

Prestasi tersebut menjadi pencapaian istimewa karena Anindya, yang akrab disapa Nindi, merupakan salah satu atlet termuda yang tampil di cabang olahraga menembak pada Porprov NTB. Debutnya di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi itu langsung berbuah gelar juara.

Nindi mengaku keberhasilannya menjadi momen yang sangat membahagiakan. Seluruh latihan dan pengorbanan yang dijalani selama ini akhirnya membuahkan hasil sesuai harapan.

“Puas, karena perjuangan selama ini terbayarkan dengan mendapatkan medali emas,” ujar Nindi usai pertandingan.

Baca Juga :  GPM NTB Hadir di Banyumulek, Harga Pangan Turun Jelang Idul Adha

Meski berhasil berdiri di podium tertinggi, perjalanan menuju medali emas tidak berlangsung mudah. Atlet muda tersebut mengakui sempat mengalami tekanan ketika harus bertanding di tengah suasana yang ramai dipenuhi penonton.

Menurutnya, kondisi tersebut sempat mengganggu konsentrasi saat membidik sasaran.

“Kadang gugup karena banyak orang ramai. Jadi fokusnya sempat buyar, tapi masih bisa diatasi sendiri dengan tarik napas,” ungkapnya.

Kemampuan mengendalikan emosi menjadi salah satu faktor yang mengantarkan Nindi meraih kemenangan. Ia memilih tetap tenang dan kembali memusatkan perhatian pada target setiap kali rasa gugup muncul.

Menariknya, ketika ditanya siapa lawan paling berat selama pertandingan, jawaban Nindi justru di luar dugaan. Bukan atlet lain yang dianggap paling sulit dikalahkan, melainkan dirinya sendiri.

Baca Juga :  Maung Garuda Presiden Prabowo Jadi Rebutan Warga Bali, Ribuan Orang Antre Foto di Tabanan

“Lawan yang paling tangguh adalah diri sendiri. Karena kita sendiri yang bisa membuat gugup,” katanya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa dalam olahraga menembak, aspek mental memiliki peran yang sama pentingnya dengan kemampuan teknik. Seorang atlet dituntut mampu mengendalikan tekanan agar tetap fokus dalam setiap tembakan.

Keberhasilan Nindi juga menjadi bukti bahwa usia bukan menjadi batas untuk meraih prestasi di level kompetisi. Dengan disiplin menjalani latihan dan keberanian menghadapi tantangan, atlet muda mampu bersaing bahkan menjadi juara.

Usai membawa pulang medali emas, Nindi berharap pencapaiannya menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda lainnya agar tidak mudah menyerah dalam mengejar cita-cita.

“Semangat terus, pantang menyerah, karena perjuangan itu akan terbayarkan,” pesannya.

Ia juga berharap dapat mempertahankan performa terbaiknya pada berbagai kejuaraan berikutnya.

Baca Juga :  Barantin Sidak Pelabuhan Lembar, Pastikan Sapi Kurban Sehat

“Semoga di lomba-lomba berikutnya bisa mendapatkan juara lagi,” tuturnya.

Prestasi Anindya Charissa Wulandari Wibowo menambah deretan talenta muda yang lahir dari cabang olahraga menembak di NTB. Keberhasilannya di usia 12 tahun menjadi sinyal positif bagi pembinaan atlet daerah sekaligus membuka harapan munculnya generasi penembak berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *