Lombok Tengah, Jurnalekbis.com -Persaingan kelas Junior 250cc berlangsung dramatis setelah Race Director Edi Horison menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada pembalap bernomor 357 akibat melakukan manuver berbahaya yang menyebabkan pembalap lain terjatuh. Keputusan tersebut mengubah hasil akhir balapan sekaligus memastikan Andra Arya Setya Ismaya asal Nusa Tenggara Barat (NTB) berhak menempati posisi ketiga.
Keputusan itu diumumkan setelah tim Race Director menyelesaikan proses investigasi terhadap insiden yang terjadi di lintasan. Dalam keterangannya, Edi Horison menegaskan bahwa sanksi diberikan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.
“Setelah kami investigasi, nomor 357 kami diskualifikasi karena melakukan manuver berbahaya yang mengakibatkan peserta lain jatuh,” ujar Edi Horison.
Menurutnya, tindakan tersebut masuk kategori pelanggaran serius karena membahayakan keselamatan pembalap lain. Karena itu, sanksi yang dijatuhkan bukan sekadar penurunan posisi, melainkan diskualifikasi dari hasil balapan.
Keputusan tersebut membuka peluang bagi pembalap muda NTB, Andra Arya Setya Ismaya, untuk naik ke podium ketiga. Sebelumnya, Andra juga terlibat duel ketat dan sempat mengalami kontak dengan rivalnya di lintasan.
Meski menghadapi tekanan sepanjang balapan, Andra mengaku bersyukur masih mampu menyelesaikan lomba dan membawa pulang podium.
“Terima kasih kepada Allah SWT telah memberikan saya podium pada seri ini. Terima kasih kepada tim, mekanik, bos, DRS yang sudah mendukung saya sampai sejauh ini, dan juga kepada kedua orang tua saya,” kata Andra.
Saat diminta menjelaskan insiden di lintasan, Andra mengungkapkan dirinya sempat terlibat adu body dengan pembalap Nabil.
“Saya sempat beradu body dengan Nabil. Syukurlah saya tidak apa-apa setelah crash. Yang penting saya bisa podium,” ujarnya.
Hasil tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi publik NTB. Pembawa acara bahkan menyebut Andra sebagai local hero yang berhasil menunjukkan daya juang hingga akhirnya berdiri di podium setelah keputusan resmi Race Director diumumkan.
Sementara itu, posisi kedua diraih Ahmad Azel Zavero dari Astra Motor Racing Team Kalimantan. Ia menilai balapan kali ini menjadi pengalaman penting untuk meningkatkan performa pada seri berikutnya.
“Saya mendapat banyak pengalaman untuk bisa improve di seri selanjutnya. Kesalahan-kesalahan saya akan saya perbaiki dan tidak akan saya ulangi lagi. Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, tim, mekanik, kru, orang tua, dan semua yang selalu mendukung saya,” ujar Ahmad Azel Zavero.
Adapun gelar juara pertama menjadi milik Bintang Pranata Sukma. Pembalap Astra Motor Racing Team itu mengaku masih banyak pelajaran yang didapat dalam debutnya di kelas 250cc meski berhasil meraih kemenangan.
“Alhamdulillah hasilnya cukup bagus. Ini pertama kali saya balap di kelas 250cc. Banyak pelajaran dari Race 1 sampai sekarang. Terima kasih kepada Astra Motor Racing Team, orang tua, keluarga, sponsor, dan semua yang telah mendukung saya,” kata Bintang.
Hasil akhir balapan menempatkan Bintang Pranata Sukma sebagai juara pertama, Ahmad Azel Zavero di posisi kedua, dan Andra Arya Setya Ismaya melengkapi podium ketiga setelah perubahan klasemen akibat diskualifikasi pembalap nomor 357.
Keputusan Race Director menjadi penegasan bahwa aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap penyelenggaraan balap motor. Penerapan regulasi secara tegas diharapkan mampu menciptakan kompetisi yang adil sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan pada seri-seri berikutnya.













