BULOG Salurkan Program Peduli Gizi untuk Tekan Stunting di Lombok Timur

BULOG Salurkan Program Peduli Gizi untuk Tekan Stunting di Lombok Timur
BULOG Salurkan Program Peduli Gizi untuk Tekan Stunting di Lombok Timur

Lombok Timur, Jurnalekbis.com- Perum BULOG memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BULOG Peduli Gizi yang dipusatkan di Desa Sakra, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Kamis (10/9/2026). Program yang berlangsung pada 10 hingga 11 September 2026 ini secara khusus menyasar 155 balita yang mengalami kondisi wasting dan underweight, serta melibatkan para orang tua balita dan kader posyandu setempat.

Pelaksanaan program ini merupakan bagian dari komitmen BULOG dalam menciptakan manfaat bersama bagi perusahaan dan masyarakat atau Creating Shared Values. Kabupaten Lombok Timur dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kondisi prevalensinya yang masih memerlukan perhatian khusus. Berdasarkan data konsolidasi Pemerintah Provinsi NTB per Desember 2025, prevalensi stunting di Provinsi NTB tercatat sebesar 13,39 persen. Sementara itu, angka prevalensi di Kabupaten Lombok Timur sendiri masih berada di kisaran 25 persen per Juni 2026.

Desa Sakra ditetapkan sebagai lokasi sasaran berdasarkan hasil koordinasi serta survei bersama antara Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, yang juga merupakan wilayah Ring 1 operasional Perum BULOG.

Baca Juga :  SBNI NTB Tolak Penutupan Kafe di Mataram–Lobar, Peringatkan Dampak Ekonomi Rakyat Kecil

Kegiatan intervensi gizi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Perusahaan Perum BULOG Dhana Putra Prasetra yang mewakili Direktur Utama Perum BULOG, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Lombok Timur Muhammad Khairi, S.IP., M.Si. yang hadir mewakili Bupati Lombok Timur. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lombok Timur, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Tim Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti, Pimpinan Wilayah Perum BULOG Kanwil NTB beserta jajaran, Manager TJSL bersama Tim TJSL Perum BULOG, Camat Sakra, Kepala Desa Sakra, para kepala dusun, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader posyandu, dan warga Desa Sakra.

Pendekatan Edukasi dan Keberlanjutan Pengasuhan

Sekretaris Perusahaan Perum BULOG Dhana Putra Prasetra menegaskan bahwa penanganan masalah stunting, wasting, dan underweight tidak cukup hanya diselesaikan melalui pemberian asupan gizi semata. Diperlukan edukasi dan pendampingan yang konsisten agar tercipta kebiasaan pola pengasuhan yang tepat dalam mendukung kesehatan balita jangka panjang.

Baca Juga :  11 Orang Bima Jadi Korban Gigitan Anjing Liar

“Titik beratnya bukan di pemberian beras dan susu, tetapi bagaimana membiasakan orang tua ataupun pengasuh para balita untuk tahu bagaimana cara membawa balita dari bulan ke bulan memiliki progres kesehatan yang maksimal,” ujar Dhana.

Selama kurun waktu tiga bulan, BULOG memberikan serangkaian intervensi komprehensif. Program ini mencakup penyediaan pangan bergizi berupa beras dan susu, pemberian magicom, serta penyediaan Antropometri Kit guna mendukung pemantauan tumbuh kembang balita secara berkala di posyandu. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi serta konseling bagi orang tua dan kader posyandu, serta pelaksanaan surveilans gizi balita secara berkelanjutan.

Pemanfaatan Produk Fortifikasi dan Kolaborasi Lintas Sektor

Sebagai bagian dari intervensi pangan, BULOG menyalurkan beras fortifikasi jenis FortiFit yang diproduksi sendiri oleh perusahaan. Beras tersebut telah diperkaya dengan tambahan multivitamin dan mineral guna mendukung kebutuhan nutrisi tumbuh kembang anak. Proses produksinya juga senantiasa mengikuti standar ketat yang telah ditetapkan serta melalui pengujian laboratorium guna memastikan kandungan fortifikasinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dukungan pengadaan Antropometri Kit diberikan mengingat fasilitas pengukuran di Posyandu Desa Sakra sebelumnya sudah usang dan belum sepenuhnya memenuhi standar kesehatan. Dengan adanya alat ukur yang baru, diharapkan akurasi pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di tingkat desa dapat meningkat secara signifikan.

Baca Juga :  Pj Ketua PKK NTB: Perkenalkan Motif Tenun NTB Kepada Yayasan Puteri Indonesia

Pelaksanaan program ini mengedepankan sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, posyandu, serta masyarakat luas. Melalui program BULOG Peduli Gizi, Perum BULOG berharap kegiatan ini tidak berhenti sebatas seremonial semata, melainkan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam membantu pemerintah menekan angka stunting serta mengatasi permasalahan gizi anak, khususnya kondisi wasting dan underweight.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *