Hukrim  

Viral Tawuran Pelajar di Lombok Tengah, Polisi Ungkap Penyebab Sebenarny

Viral Tawuran Pelajar di Lombok Tengah, Polisi Ungkap Penyebab Sebenarny

Lombok Tengah, Jurnalekbis.com  – Video yang memperlihatkan sekelompok pelajar berseragam sekolah terlibat keributan di Jalan Raya Tampar-Ampar Pejanggik, tepat di depan SMKN 1 Praya Tengah, Lombok Tengah, viral di media sosial. Rekaman berdurasi singkat itu memicu beragam spekulasi di masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran mengenai aksi tawuran antarpelajar.

Namun, hasil penelusuran pihak kepolisian dan sekolah menunjukkan bahwa peristiwa tersebut bukan dipicu konflik antarsekolah, melainkan berawal dari sebuah kesalahpahaman yang kemudian membesar akibat informasi yang beredar di media sosial.

Insiden terjadi saat jam pulang sekolah ketika arus lalu lintas di sekitar lokasi cukup ramai. Dalam video yang beredar, sejumlah pelajar tampak berkumpul dan terlibat keributan di tepi jalan hingga menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.

Menurut keterangan kepolisian, peristiwa bermula ketika seorang pelajar berinisial AA secara iseng menendang sebuah botol air mineral. Botol tersebut tanpa sengaja mengenai pelajar lain berinisial DY.

Meski AA telah berusaha meminta maaf, permintaan tersebut tidak diterima sehingga situasi sempat memanas. Ketegangan kemudian berkembang setelah kedua pelajar menghubungi teman-teman mereka.

Kondisi itu memunculkan kerumunan yang kemudian terekam warga dan tersebar luas di media sosial sehingga memunculkan anggapan telah terjadi tawuran besar antar sekolah.

Kasi Humas Polres Lombok Tengah, IPTU Lalu Brata Kusnadi, membenarkan adanya keributan tersebut. Namun ia menegaskan, persoalan itu berasal dari kesalahpahaman antarindividu, bukan konflik antarsekolah. “Memang benar ada keributan di salah satu sekolah di Tampar-Ampar, Praya Tengah. Berawal dari salah seorang siswa berinisial AA yang iseng menendang botol Aqua kemudian mengenai temannya berinisial DY. Saat itu AA sudah meminta maaf, tetapi tidak diterima sehingga sempat terjadi ketegangan,” jelas IPTU Lalu Brata Kusnadi.

Baca Juga :  Kasus Asusila di Lombok Barat, Gubernur NTB Ambil Langkah Tegas

Ia menjelaskan, setelah terjadi perselisihan, kedua pelajar sempat menghubungi teman-temannya. Namun sebelum situasi berkembang lebih jauh, masyarakat dan pihak sekolah segera menghubungi layanan darurat Call Center 110.

Laporan tersebut langsung direspons personel Polsek Praya Tengah bersama anggota Polres Lombok Tengah yang datang ke lokasi untuk mengendalikan situasi.

“Anggota langsung menuju lokasi sehingga situasi dapat diamankan. Selanjutnya penyelesaian dilakukan melalui mediasi dengan pihak sekolah dan keluarga kedua siswa,” katanya.

Polisi juga memastikan informasi yang menyebut adanya aksi penyerangan maupun pembalasan antarsekolah tidak benar.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Praya, Masdiono, mengatakan kedua keluarga telah dipertemukan dalam proses mediasi yang difasilitasi sekolah bersama kepolisian.

Pertemuan tersebut dihadiri keluarga kedua pelajar, pihak madrasah, komite sekolah, serta personel Polsek Praya Tengah.

Menurut Masdiono, seluruh pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan saling memaafkan. “Kedua belah pihak menerima dan saling memaafkan, termasuk anak-anaknya. Alhamdulillah masalah ini tidak menjadi besar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, akar persoalan hanya berupa keusilan yang berujung salah paham.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Longsor di Desa Barabali, Satu Rumah Rusak

“Berawal dari keisengan anak-anak yang menendang botol hingga mengenai temannya. Setelah itu terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Masdiono juga menyoroti cepatnya penyebaran informasi di media sosial yang membuat situasi semakin berkembang.

Menurutnya, video yang direkam warga langsung diunggah tanpa adanya konfirmasi mengenai kronologi sebenarnya.

Akibatnya, muncul berbagai narasi yang menyebut telah terjadi penyerangan ataupun aksi balas dendam antarpelajar.

Padahal setelah dilakukan klarifikasi bersama seluruh pihak, informasi tersebut tidak terbukti.

“Hasil mediasi menunjukkan bahwa persoalan ini hanya kesalahpahaman dan termakan isu yang berkembang di media sosial. Tidak ada penyerangan maupun pembalasan seperti yang ramai diberitakan,” ungkapnya.

Sebagai langkah evaluasi, pihak sekolah akan memperkuat sistem pembinaan terhadap peserta didik agar persoalan serupa dapat dicegah sejak dini.

Salah satu upaya yang akan diterapkan ialah menyediakan layanan pengaduan secara daring bagi siswa.

Fasilitas tersebut diharapkan memudahkan peserta didik melaporkan persoalan yang mereka alami tanpa harus merasa sungkan menyampaikan langsung kepada guru.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kami. Ke depan kami akan menyediakan layanan aduan online sehingga siswa bisa lebih mudah menyampaikan permasalahan kepada guru BK maupun guru lainnya,” kata Masdiono.

Di sisi lain, Polres Lombok Tengah memastikan pengamanan di lingkungan sekolah akan terus ditingkatkan, khususnya pada jam masuk dan pulang sekolah yang dinilai rawan terjadi gesekan antar pelajar.

Baca Juga :  Dir PPA PPO: Langkah Baru Perkuat Akses Keadilan Perempuan

IPTU Lalu Brata Kusnadi mengatakan patroli rutin akan diperbanyak tidak hanya di kawasan sekolah, tetapi juga di titik-titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

“Ke depan kami akan terus meningkatkan patroli secara intens, baik di sekolah maupun lokasi yang menjadi pusat kegiatan masyarakat sehingga situasi di wilayah Lombok Tengah tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Polisi juga menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan, insiden tersebut hanya melibatkan siswa dari satu sekolah, sehingga isu mengenai keterlibatan beberapa sekolah dipastikan tidak benar.

Dengan adanya mediasi yang telah menghasilkan kesepakatan damai, seluruh pihak berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi. Kepolisian, sekolah, dan keluarga juga mengimbau para pelajar agar mengedepankan penyelesaian masalah melalui dialog serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi di media sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *