InJourney Salurkan Bantuan ke NTT, 7,9 Ton Beras dan 69.740 Liter Air Dikirim

InJourney Salurkan Bantuan ke NTT, 7,9 Ton Beras dan 69.740 Liter Air Dikirim

Jakarta, Jurnalekbis.com — InJourney Group mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan yang dimobilisasi mencakup 7.950 kilogram beras, 69.740 liter air minum, 378 dus mi instan, 96 dus susu UHT, hingga obat-obatan dan perlengkapan tanggap darurat.

Distribusi dilakukan berdasarkan hasil assessment kebutuhan di sejumlah lokasi terdampak. Langkah tersebut ditujukan agar bantuan tidak hanya tiba dengan cepat, tetapi juga sesuai dengan kondisi masyarakat yang membutuhkan.

Selain bahan pangan, InJourney Group mengirim 865 kemasan popok bayi, 80 bungkus makanan bayi, serta 1.300 hygiene kit. Untuk kebutuhan tempat tinggal sementara, bantuan yang disalurkan terdiri atas 10 terpal, 10 kasur, 50 bantal, dan 263 selimut.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, mengatakan respons cepat menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Begitu kebutuhan di lapangan teridentifikasi, kami segera menggerakkan sumber daya InJourney Group untuk hadir dan memberikan dukungan,” ujar Herdy.

Bantuan Diprioritaskan Berdasarkan Kebutuhan

Dukungan kesehatan juga menjadi bagian dari paket bantuan. InJourney Group menyalurkan obat-obatan dan perlengkapan medis dasar, antara lain paracetamol, obat gangguan pencernaan, vitamin, obat lambung, antiseptik, NaCl, balsem, minyak kayu putih, kassa, serta perlengkapan penyimpanan obat.

Baca Juga :  NTB Kirim Bantuan, Bawa Pengalaman Gempa 2018 ke NTT

Penyaluran menyasar sejumlah titik terdampak di NTT. Di Dusun Leda, Desa Pangga, Kolang, bantuan diberikan untuk mendukung 23 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan parah dan kini mengungsi secara mandiri menggunakan tenda.

Bantuan juga dikirim ke Desa Golo Mori untuk memenuhi kebutuhan 12 warga terdampak. Di kedua lokasi tersebut, pangan dan logistik dasar menjadi prioritas selama masa tanggap darurat.

Distribusi melibatkan InJourney Airports Kantor Cabang Bandara El Tari (KOE), relawan dari Port Maumere, serta sejumlah entitas BUMN. Pengiriman melalui jalur laut dari Pelabuhan Kupang menuju Pelabuhan Maumere mendapat dukungan distribusi gratis dari PELNI.

Sementara untuk mempercepat mobilisasi, sebagian logistik dikirim melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG), Makassar, menuju wilayah terdampak di NTT.

ITDC Jadi Penghubung Bantuan InJourney

Penyaluran bantuan dikoordinasikan melalui InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai PIC InJourney Group di NTT. ITDC kemudian berkoordinasi dengan Satgas BUMN Peduli melalui BRI dan Posko Bencana Labuan Bajo.

Baca Juga :  PMI NTB Kirim 300 Paket Bantuan untuk Korban Gempa Flores

ITDC juga melakukan survei di sejumlah titik terdampak di sekitar Ring 1 Golomori, Manggarai Barat. Hasil peninjauan digunakan untuk menentukan kebutuhan prioritas dan mengurangi risiko bantuan menumpuk pada satu lokasi sementara wilayah lain belum terjangkau.

Direktur Operasional ITDC, Troy Warokka, menegaskan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam penanganan bencana.

“Kami tidak ingin bantuan berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, sejak awal kami mengedepankan koordinasi dan gotong royong,” kata Troy.

Menurut dia, keterlibatan berbagai entitas InJourney dan ekosistem BUMN memungkinkan distribusi dilakukan lebih terarah sekaligus menghindari penyaluran yang tumpang tindih.

InJourney Buka Ruang Donasi

Respons kemanusiaan InJourney Group tidak berhenti pada mobilisasi bantuan internal. Perusahaan juga mengajak masyarakat ikut membantu warga terdampak.

Dalam momentum kesenian rakyat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Sarinah pada 17 Agustus 2026, InJourney Group membuka ruang donasi bagi masyarakat terdampak gempa bumi di NTT melalui kolaborasi dengan BRI dan ekosistem BUMN.

Baca Juga :  Bank Indonesia NTB Diapresiasi atas Dukungan Stabilitas Harga Pangan dan Ekonomi Lombok Utara

Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat terdampak sesuai kebutuhan di lapangan.

Herdy mengatakan solidaritas publik diperlukan untuk memperkuat penanganan bencana.

“Sekecil apapun dukungan yang diberikan, ketika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi manfaat yang berarti bagi mereka yang sedang menghadapi musibah,” ujarnya.

InJourney Group menyatakan akan melanjutkan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan secara bertahap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *