Pertumbuhan NTB 10,42%, Investasi Harus Menguatkan Ekonomi Lokal

Pertumbuhan NTB 10,42%, Investasi Harus Menguatkan Ekonomi Lokal

Mataram, Jurnalekbis.com— Ekonomi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang melaju kencang. Pertumbuhan ekonomi mencapai 10,42 persen pada semester I 2026, ditopang kinerja yang tetap kuat pada triwulan II. Namun, di balik angka tersebut, muncul pekerjaan rumah yang tak kalah penting: memastikan pertumbuhan benar-benar meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Ekonom Universitas Mataram, Dr. H. Iwan Harsono, S.E., M.Ec., menilai capaian tersebut merupakan momentum yang harus dijaga, tetapi tidak boleh berhenti sebagai prestasi statistik.

Pandangan itu disampaikan Iwan dalam diskusi bersama Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Dr. H. Ahsanul Halik, di Mataram, Jumat (29/8).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi NTB tumbuh 13,64 persen pada triwulan I 2026 dan kembali mencatat pertumbuhan 7,41 persen pada triwulan II 2026. Secara kumulatif, pertumbuhan semester pertama tahun ini mencapai 10,42 persen.

Bagi Iwan, angka tersebut menunjukkan adanya momentum ekonomi yang kuat.

“NTB sedang memiliki momentum ekonomi yang sangat baik. Ini tentu harus kita apresiasi dan dijaga. Tetapi keberhasilan itu jangan berhenti pada angka pertumbuhan.”

Pertumbuhan Harus Terasa di Masyarakat

Iwan mengatakan keberhasilan ekonomi tidak semata-mata ditentukan oleh tingginya pertumbuhan. Ukuran yang lebih penting adalah kemampuan ekonomi menciptakan pekerjaan, meningkatkan pendapatan, menekan kemiskinan, sekaligus mengurangi kesenjangan.

Karena itu, NTB perlu menjaga keseimbangan antara high growth dan inclusive growth.

Baca Juga :  Ekonomi NTB Tumbuh 7,41 Persen, Tapi Ada Fakta Lain yang Lebih Mengejutkan

Pertumbuhan yang tinggi, menurut dia, harus membuka kesempatan lebih besar bagi masyarakat lokal untuk menjadi pelaku ekonomi sekaligus menikmati manfaat pembangunan.

Salah satu kuncinya berada pada investasi.

Masuknya modal dalam jumlah besar dinilai belum cukup apabila tidak memiliki keterkaitan dengan pelaku usaha di daerah. Investasi harus mampu menciptakan permintaan terhadap tenaga kerja lokal, UMKM, pemasok daerah, hingga berbagai kebutuhan produksi yang selama ini masih didatangkan dari luar.

“Investasi besar harus mempunyai linkage yang kuat dengan ekonomi lokal. Tenaga kerja lokal, UMKM, pemasok lokal dan pelaku usaha daerah harus masuk dalam rantai nilai investasi.”

Jangan Biarkan Nilai Ekonomi Bocor Keluar

Persoalan lain yang perlu diperhatikan adalah economic leakage atau kebocoran ekonomi.

Fenomena tersebut berpotensi terjadi ketika aktivitas pariwisata dan investasi meningkat, tetapi sebagian besar kebutuhan barang, jasa, tenaga profesional, hingga bahan pangan masih dipasok dari luar NTB.

Akibatnya, nilai transaksi yang tercipta di daerah tidak seluruhnya berputar dalam perekonomian lokal.

Menurut Iwan, semakin kuat rantai pasok lokal, semakin besar pula nilai tambah yang dapat dipertahankan di NTB.

“Semakin kuat rantai pasok lokal, semakin besar nilai tambah yang tinggal dan berputar di NTB.”

Karena itu, pertumbuhan sektor pariwisata perlu diikuti penguatan produsen pangan, UMKM, industri kreatif, jasa transportasi, hingga usaha penunjang lainnya.

Baca Juga :  ITDC Perkuat Keamanan The Nusa Dua, Satpolairud Dapat Boat Patroli Laut

Hilirisasi Tak Cukup di Atas Kertas

Momentum pertumbuhan juga dinilai menjadi kesempatan bagi NTB untuk memperkuat struktur ekonomi.

Iwan mengingatkan agar daerah tidak terlalu bergantung pada satu sektor. Diversifikasi menjadi penting untuk mengurangi risiko ketika terjadi perubahan harga komoditas maupun tekanan ekonomi global.

Pertanian bernilai tambah, agroindustri, pariwisata berkualitas, UMKM, ekonomi kreatif, serta hilirisasi perlu dikembangkan secara bersamaan.

Dalam hilirisasi, persoalannya bukan hanya bagaimana sumber daya alam diolah setelah keluar dari daerah penghasil. Yang lebih penting adalah memastikan nilai tambah, teknologi, industri turunan, lapangan kerja dan kemampuan ekonomi juga tumbuh di NTB.

“Hilirisasi jangan hanya berarti sumber dayanya berasal dari NTB. Nilai tambah, teknologi, industri turunannya, kesempatan kerja dan kapasitas ekonominya juga harus semakin banyak berada di NTB.”

SDM Lokal Jadi Penentu

Pertumbuhan investasi juga harus berjalan bersama peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurut Iwan, NTB perlu memastikan tenaga kerja lokal mempunyai keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri yang berkembang.

Pendidikan, pelatihan, sertifikasi, produktivitas serta kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan dunia usaha menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

Ia mengingatkan jangan sampai daerah hanya menjadi lokasi investasi, sementara masyarakat setempat tidak mendapatkan ruang yang cukup untuk menjadi pelaku utama.

“Jangan sampai NTB hanya menjadi lokasi investasi, sementara masyarakat NTB tidak menjadi pelaku utama dan penerima manfaatnya.”

Baca Juga :  PQN 2026 Mataram Dibuka, Pameran Rupiah Digelar

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas ekonomi juga berpotensi memperluas basis Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, penguatan fiskal harus dilakukan secara sehat dan tidak memberikan beban berlebihan kepada masyarakat maupun dunia usaha.

Pada akhirnya, pertumbuhan 10,42 persen menjadi modal penting bagi NTB. Tantangannya kini adalah mengubah momentum tersebut menjadi pertumbuhan yang lebih berkualitas.

Keberhasilan ekonomi daerah ke depan bukan hanya soal seberapa tinggi angka pertumbuhan atau seberapa besar investasi masuk. Ukuran yang lebih nyata adalah berapa banyak lapangan kerja tercipta, seberapa kuat UMKM lokal, seberapa panjang rantai pasok daerah, serta seberapa besar nilai tambah yang tetap berputar di NTB.

Jika momentum itu mampu diterjemahkan menjadi pendapatan yang lebih baik, kesempatan kerja yang lebih luas dan usaha lokal yang semakin kuat, pertumbuhan ekonomi NTB tidak lagi sekadar terlihat dalam statistik. Dampaknya akan terasa langsung dalam kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *