Solo, Jurnalekbis.com— Kebakaran hebat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, kini dipadamkan dari udara. Sebuah helikopter water bombing bantuan Polda Jawa Tengah dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani melalui jalur darat.
Helikopter Polairud yang diperbantukan untuk operasi pemadaman tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (4/9/2026). Pesawat kemudian langsung melakukan penyiraman ke kawasan Blok C sisi timur.
Area tersebut menjadi salah satu titik yang sulit dijangkau armada pemadam dari darat. Karena itu, penyiraman melalui udara difokuskan untuk membasahi bagian yang masih terbakar.
Helikopter Bolkow BO-105 Pol Airud Baharkam Polri itu mampu membawa hingga 9.000 liter air dalam sekali penerbangan. Air dijatuhkan secara berkala ke sejumlah titik yang masih mengeluarkan kobaran api.
Pilot helikopter, AKP Kaisal, mengatakan operasi udara dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan dan titik api yang harus disasar.
Hingga sekitar pukul 11.00 WIB, helikopter tercatat telah melakukan 12 kali penyiraman. Jeda antarpenyiraman sekitar empat menit.
Manuver dilakukan berulang untuk memastikan air dapat diarahkan ke lokasi kebakaran yang menjadi sasaran. Metode ini diharapkan membantu mengurangi kobaran, terutama pada bagian yang sulit ditembus petugas melalui akses darat.
Selama operasi udara berlangsung, aktivitas pemadaman dari darat di kawasan Blok C untuk sementara dihentikan. Langkah tersebut dilakukan demi menjaga keselamatan personel yang berada di bawah jalur operasi helikopter.
Petugas di lapangan kemudian berkonsentrasi menyiapkan pasokan air serta mengamankan area sekitar TPA.
Pengerahan armada udara itu juga menarik perhatian masyarakat. Ratusan warga terlihat memadati area di luar TPA Putri Cempo untuk menyaksikan proses pemadaman.
Helikopter tampak hilir mudik membawa ribuan liter air sebelum kembali menjatuhkannya ke kawasan yang dilanda kebakaran.
Kehadiran armada water bombing menjadi salah satu upaya untuk mempercepat penanganan kebakaran TPA Putri Cempo. Terlebih, karakteristik lokasi membuat sejumlah titik api tidak mudah dijangkau menggunakan kendaraan pemadam dari darat.
Operasi pemadaman dari udara selanjutnya diarahkan untuk membantu mengendalikan titik-titik api yang masih bertahan di kawasan TPA.













