BisnisNusantara

LPKS Bali Tosha Lombok Kochi Lepas 22 Peserta Magang ke Jepang

×

LPKS Bali Tosha Lombok Kochi Lepas 22 Peserta Magang ke Jepang

Sebarkan artikel ini
LPKS Bali Tosha Lombok Kochi Lepas 22 Peserta Magang ke Jepang

Mataram, Jurnalekbis.com  – Sebanyak 22 peserta magang asal Nusa Tenggara Barat resmi dilepas untuk bekerja di Jepang melalui program yang digelar LPKS Bali Tosha Lombok Kochi di Hotel Lombok Garden, Kota Mataram, Jumat (22/5/2026). Pelepasan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan kontrak kerja dan dihadiri jajaran pemerintah daerah serta keluarga peserta.

Program ini menjadi salah satu upaya membuka peluang kerja luar negeri bagi generasi muda NTB di tengah tingginya kebutuhan tenaga kerja terampil di Jepang. Para peserta dijadwalkan mulai berangkat secara bertahap pada 10 hingga 27 Juli 2026.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, Dr. H. Aidy Furqan, mengapresiasi keseriusan lembaga pelatihan tersebut dalam mendampingi peserta sejak proses pelatihan hingga keberangkatan.

“Anak-anak ini dikawal sampai dilepas secara resmi sehingga mereka memiliki rasa aman dan kepastian saat berangkat bekerja ke Jepang,” ujarnya.

Baca Juga :  Jelang Pembukaan FORNAS VIII NTB, 18.615 Peserta Sudah Terakreditasi

Ia menilai pendampingan yang maksimal penting untuk mencegah munculnya persoalan tenaga kerja migran seperti yang selama ini kerap terjadi. Menurut Aidy, pemerintah pusat juga tengah membuka peluang besar bagi tenaga kerja Indonesia ke Jepang.

0-0x0-0-0#

“Tahun 2026 Indonesia mendapatkan kuota sekitar 2.000 orang untuk bekerja maupun kuliah di Jepang. Kami sudah mulai menginventarisasi calon peserta dari NTB,” katanya.

Disnakertrans NTB mencatat sedikitnya 1.923 calon tenaga kerja telah dipersiapkan untuk mengikuti seleksi program kerja dan beasiswa ke Jepang. Mayoritas berasal dari lulusan SMK, SMA hingga perguruan tinggi dengan usia minimal 18 tahun.

Sementara itu, Direktur Utama LPKS Bali Tosha Lombok Kochi, Abdurahman, mengatakan pelepasan kali ini terasa spesial karena seluruh peserta mengenakan pakaian adat Nusantara sebelum bertolak ke Jepang.

Baca Juga :  Sosok Bripka Agus Salim, Polisi NTB yang Konsisten Bantu Difabel dan Warga Miskin

“Walaupun mereka pergi ke Jepang, mereka tetap membawa identitas budaya daerahnya,” ujarnya.

Abdurahman menjelaskan seluruh peserta telah menjalani karantina dan pelatihan intensif selama sekitar dua bulan. Mereka dibekali kemampuan bahasa Jepang, budaya kerja, tata cara kehidupan sehari-hari hingga simulasi aktivitas di lingkungan kerja Jepang.

“Peserta sudah menyelesaikan 50 bab pembelajaran bahasa Jepang atau setara level dasar yang diminta perusahaan di sana,” katanya.

Menurutnya, proses persiapan hingga pemberangkatan rata-rata memakan waktu sekitar satu tahun. Para peserta akan ditempatkan di berbagai sektor seperti konstruksi, pengelasan, scaffolding, perawatan bangunan hingga industri pengolahan makanan.

Untuk penghasilan, pekerja magang di sektor konstruksi disebut bisa memperoleh gaji bersih antara Rp16 juta hingga Rp23 juta per bulan, tergantung jenis pekerjaan dan perusahaan tempat mereka bekerja.

Baca Juga :  OJK NTB Catat Aset Perbankan di NTB Tumbuh Sebesar Rp75,47 Triliun

“Mereka dikontrak selama tiga tahun dan dapat diperpanjang sesuai performa kerja,” jelasnya.

Selain membuka jalur reguler, pihaknya juga meluncurkan program pendidikan berbasis daring melalui Skybridge Nusantara International School untuk membantu calon peserta dari keluarga kurang mampu.

Dalam program tersebut, peserta cukup membayar sekitar Rp100 ribu per bulan untuk mengikuti pelatihan bahasa Jepang secara daring, jauh lebih murah dibanding kelas reguler yang mencapai Rp15 juta.

LPKS Bali Tosha Lombok Kochi mencatat sejak berdiri hingga 2026 telah memberangkatkan lebih dari 4.000 peserta magang ke Jepang dari berbagai daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *