Jurnalekbis.com— Astra Motor NTB menargetkan sekitar 140 ribu orang mendapat edukasi safety riding sepanjang tahun ini. Sasaran tersebut mencakup konsumen, komunitas, perusahaan hingga anak-anak usia dini melalui program Safety Riding for Kids.
Marketing Manager Astra Motor NTB, Yehezkiel Felix, mengatakan edukasi keselamatan berkendara tidak cukup diberikan kepada pengendara dewasa. Menurutnya, pemahaman mengenai rambu lalu lintas dan perilaku aman di jalan perlu dibangun sejak anak-anak.
“Konsep ini memang kita harus ajarkan dari sejak dini. Karena kalau kita baru belajar dewasa, belajarnya cenderung lebih sulit,” kata Yehezkiel.

Dalam program untuk anak TK dan PAUD, Astra Motor NTB menggunakan pendekatan berbeda. Edukasi berlangsung dengan materi sederhana dan alat peraga yang sesuai dengan usia peserta.
Anak-anak tidak hanya mendengarkan penjelasan instruktur. Mereka juga dikenalkan dengan rambu lalu lintas, marka jalan, sepeda serta berbagai media visual yang membantu mereka memahami dasar keselamatan di jalan.
Astra Motor NTB juga menyiapkan area khusus berupa kanopi yang dilengkapi informasi rambu dan marka jalan. Area tersebut menjadi ruang belajar sekaligus bermain agar materi keselamatan lebih mudah diterima anak.
Instruktur Safety Riding Astra Motor NTB, Faizatun Nabila, mengatakan tantangan terbesar saat memberikan edukasi kepada anak usia dini terletak pada kemampuan mereka mempertahankan fokus.
“Sebisa mungkin dalam waktu yang singkat kita kemas edukasi itu dengan seseru mungkin, dengan lagu-lagu, dengan gambar-gambar,” ujar Nabila.

Menurutnya, instruktur harus kreatif agar anak tidak cepat bosan. Warna, gambar, bentuk dan berbagai elemen visual digunakan untuk menarik perhatian peserta.
Pendekatan tersebut juga membantu instruktur menyampaikan pesan keselamatan tanpa membuat anak merasa sedang mengikuti pembelajaran yang kaku.
“Segala sesuatu yang menarik dan lucu pasti mereka akan langsung fokus dengan kita,” katanya.
Jika terdapat anak yang sulit mengikuti kegiatan, instruktur berkoordinasi dengan guru. Sekolah dinilai memiliki pemahaman lebih baik mengenai karakter masing-masing peserta sehingga dapat membantu mengarahkan anak selama kegiatan berlangsung.
Yehezkiel mengatakan target 140 ribu peserta tersebut merupakan sasaran edukasi safety riding Astra Motor NTB secara keseluruhan. Program untuk PAUD menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.
Fokus kegiatan saat ini berada di kawasan perkotaan. Sementara untuk wilayah Sumbawa dan sekitarnya, program menyesuaikan karakter sasaran. Astra Motor NTB juga menjalankan edukasi keselamatan berkendara di lingkungan korporasi, termasuk di PT Amman.
Peningkatan edukasi tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan penjualan sepeda motor Astra Motor NTB. Yehezkiel menyebut penjualan tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Setiap orang yang berkendara punya potensi terjadi accident. Kita harapkan dengan edukasi yang semakin meningkat, para konsumen kita juga semakin aware,” ujarnya.
Astra Motor NTB berharap peningkatan pemahaman keselamatan berkendara dapat berjalan seimbang dengan pertumbuhan jumlah pengguna sepeda motor. Sasaran akhirnya adalah mendorong perilaku berkendara yang lebih aman dan menekan risiko kecelakaan.












