JURNALEKBIS.com — LOMBOK BARAT, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan menjelang pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026.
General Manager ASDP Cabang Lembar, Anis Adinizam, mengatakan seluruh fasilitas pelabuhan, dermaga, kapal, hingga personel telah dipersiapkan untuk menghadapi peningkatan arus penyeberangan selama periode MotoGP.
“ASDP khususnya di Pelabuhan Lembar sudah bersiap. Kami standby dengan fasilitas dermaga dan beberapa kapal untuk menyambut MotoGP,” kata Anis.
Menurut Anis, berdasarkan pengalaman dua tahun terakhir, jumlah penumpang cenderung mengalami penurunan sekitar 9 persen. Namun, ASDP tetap menyiapkan skema mitigasi dengan asumsi terjadi peningkatan arus pada pelaksanaan MotoGP tahun ini.
Di Cabang Lembar, ASDP menyiapkan sekitar 190 personel. Sementara pada lintasan Padangbai, Bali, terdapat sekitar 101 personel yang disiagakan untuk mendukung kelancaran layanan penyeberangan.
Anis memperkirakan kepadatan berpotensi terjadi terutama pada arus kepulangan penonton MotoGP. Pergerakan penumpang dari Padangbai akan menjadi salah satu indikator untuk memprediksi lonjakan kendaraan yang tiba di Pelabuhan Lembar.
Untuk operasional penyeberangan, skema normal saat ini menggunakan 13 kapal dengan 14 trip. Jika terjadi peningkatan arus, kapasitas dapat ditingkatkan menjadi 14 kapal dengan 16 trip.
Sementara dalam kondisi paling padat, seluruh armada yang tersedia dapat dioptimalkan hingga 17 kapal dengan sekitar 18 trip. Namun, Anis menyebut skema maksimal tersebut belum pernah diterapkan karena melihat kecenderungan arus penyeberangan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Intinya kami menyiapkan semua fasilitas supaya skema itu bisa berjalan. Untuk rincian skema operasional nantinya menjadi kewenangan otoritas pelabuhan,” ujarnya.
Saat ini terdapat 17 kapal yang tersedia di lintasan tersebut. Dari jumlah itu, dua kapal merupakan armada ASDP, sedangkan 15 kapal lainnya dioperasikan oleh operator swasta yang tergabung dalam Gapasdap.
Selain menyiapkan armada, ASDP juga memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi untuk mengantisipasi kepadatan maupun kondisi darurat selama pelaksanaan MotoGP.
Posko bersama disiapkan dengan melibatkan KP3, kepolisian, BMKG, Lanal, serta pihak terkait lainnya. Posko tersebut berada di area depan ruang tunggu Pelabuhan Lembar.
ASDP juga menyiapkan sejumlah tenda untuk mengantisipasi kondisi cuaca panas. Salah satu area teduh di depan dermaga diperkirakan mampu menampung sekitar 100 kendaraan apabila terjadi antrean dan penumpang harus menunggu lebih lama.
“Kami juga sudah menyiapkan beberapa tenda, mengantisipasi cuaca yang sangat panas. Jadi ketika nanti terpaksa harus menunggu, tidak harus berpanasan yang berlebihan,” kata Anis.
Hingga H-6 pelaksanaan MotoGP, Anis menyebut belum terlihat adanya lonjakan signifikan pada arus penumpang maupun kendaraan di Pelabuhan Lembar. Pergerakan logistik memang sempat mengalami peningkatan, namun masih dalam kondisi normal dan berkaitan dengan kebutuhan persiapan MotoGP di kawasan Mandalika.
ASDP memperkirakan terdapat kenaikan sekitar 5 persen pada arus penyeberangan tahun ini. Berdasarkan data 2025, total pergerakan penumpang dan kendaraan tercatat sekitar 93 ribu. Untuk kebutuhan mitigasi pada 2026, ASDP memperkirakan jumlah tersebut dapat mencapai sekitar 98 ribu.
Adapun proyeksi tersebut mencakup sekitar 71 ribu penumpang, 18 ribu kendaraan roda dua, sekitar 3 ribu kendaraan kecil, serta sekitar 5 ribu bus dan truk.
Anis menegaskan angka tersebut merupakan proyeksi untuk kebutuhan persiapan dan mitigasi. Kondisi riil di lapangan nantinya akan sangat bergantung pada pola kedatangan dan kepulangan penonton MotoGP melalui jalur penyeberangan Padangbai-Lembar.
ASDP bersama otoritas pelabuhan dan operator kapal pun terus melakukan pemantauan untuk menentukan langkah operasional apabila terjadi peningkatan arus secara signifikan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan dan operator kapal di Gapasdap untuk bersiaga dengan skema yang paling maksimal,” ujarnya.
Dengan berbagai skema tersebut, ASDP Lembar memastikan kesiapan layanan penyeberangan tetap menjadi prioritas, terutama pada periode arus kepulangan penonton setelah rangkaian MotoGP Mandalika 2026 berakhir.












