KSEI Catat 33,5 Juta Investor, Reksa Dana Tumbuh 68%

KSEI Catat 33,5 Juta Investor, Reksa Dana Tumbuh 68%
Direktur KSEI Dharma Setyadi
Materi Iklan FINAL 2026

Lombok Tengah  – Jumlah investor pasar modal Indonesia melonjak signifikan sepanjang 2026. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah Single Investor Identification (SID) mencapai 33,5 juta per 29 Oktober 2026. Angka tersebut meningkat 65% atau bertambah sekitar 13,1 juta investor dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur KSEI Dharma Setyadi mengungkapkan, pertumbuhan tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap instrumen investasi di pasar modal tetap kuat, meskipun kondisi pasar mengalami berbagai dinamika.

“Walaupun kondisi market kita seperti yang sekarang kita lihat, tetap jumlah SID di pasar modal selama tahun 2026 terdapat kenaikan yang signifikan sebesar 65% atau pertambahan sebanyak 13,1 juta dengan total SID di pasar modal kita sebanyak 33,5 juta per tanggal 29 Oktober 2026,” kata Dharma dalam pemaparannya.

Menurut Dharma, pertumbuhan investor terjadi di berbagai sistem pencatatan yang dikelola KSEI. Kenaikan paling menonjol berasal dari investor reksa dana yang tercatat melalui sistem S-INVEST, dengan pertumbuhan mencapai 68%.

Sementara itu, jumlah SID pada sistem yang mencatat kepemilikan saham dan obligasi meningkat 21% menjadi 10,3 juta. Adapun investor Surat Berharga Negara (SBN) bertambah 17%, dari 1,4 juta menjadi 1,6 juta SID.

Dharma menilai perkembangan tersebut memperlihatkan semakin beragamnya pilihan masyarakat dalam menempatkan dana investasi. Namun, pertumbuhan investor juga perlu diimbangi dengan penguatan perlindungan konsumen dan transparansi informasi.

Investor Mulai Menyebar ke Luar Jawa

Dari sisi persebaran geografis, Pulau Jawa masih mendominasi jumlah investor pasar modal nasional. Meski demikian, KSEI melihat pertumbuhan investor di luar Jawa mulai menunjukkan perkembangan positif.

Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Maluku dan Papua turut mencatat pertumbuhan.

Dharma menyebut peningkatan tersebut menjadi indikasi bahwa partisipasi masyarakat dalam investasi mulai meluas ke berbagai wilayah.

“Artinya persebaran dari nasabah-nasabah di domestik kita itu sudah mulai merata ke berbagai daerah,” ujarnya.

Ia menilai sosialisasi yang dilakukan KSEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi salah satu upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai investasi pasar modal.

Distribusi Dana Korporasi Capai Rp403 Triliun

Selain pertumbuhan investor, aktivitas emiten juga menunjukkan pergerakan positif. Hingga 30 September 2026, KSEI mencatat 6.448 aksi korporasi melalui sistemnya, mulai dari pembagian dividen, pelunasan pokok, pembayaran bunga obligasi hingga bagi hasil.

Total nilai distribusi dari berbagai aksi korporasi tersebut mencapai Rp403 triliun.

Materi Iklan FINAL 2026

Di sisi infrastruktur, KSEI juga menyiapkan sejumlah pengembangan strategis untuk 2027. Agenda tersebut mencakup pembaruan sistem S-INVEST, pengembangan infrastruktur aset digital, konektivitas investor asing, serta pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendukung pengawasan.

KSEI juga memperkuat transparansi kepemilikan saham melalui pengungkapan pemegang saham di atas 1% dan pengembangan klasifikasi investor dari sebelumnya sembilan menjadi 39 kategori.

Langkah tersebut diharapkan memberikan gambaran lebih terperinci mengenai struktur kepemilikan saham, termasuk pemisahan investor domestik dan asing.

Dengan jumlah investor yang telah mencapai 33,5 juta, tantangan berikutnya bukan sekadar meningkatkan jumlah partisipan, tetapi memastikan pertumbuhan pasar modal berjalan seiring dengan transparansi, integritas, dan perlindungan investor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *