Lombok Tengah – PT PLN (Persero) melakukan pengujian Sertifikat Laik Operasi (SLO) pada kubikel Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sengkol di Gardu Induk (GI) Sengkol, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (30/10/2026).
Pengujian tersebut menjadi bagian dari upaya PLN memastikan infrastruktur kelistrikan tegangan menengah 20 kilovolt (kV) memenuhi standar teknis dan keselamatan sebelum beroperasi. Pemeriksaan ini juga bertujuan mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi keandalan sistem penyaluran listrik.
Tim Elektromekanik PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) NTB bersama Tim Pusat Sertifikasi (Pusertif) melaksanakan serangkaian pemeriksaan terhadap komponen utama kubikel.
Beberapa tahapan pengujian meliputi penggunaan alat Meter Relay Current Transformer (MRCT), pengukuran tahanan isolasi pada Current Transformer (CT) dan Voltage Transformer (VT), serta pemeriksaan mekanis dan elektris terhadap fungsi buka-tutup Circuit Breaker (CB).
Seluruh tahapan mengacu pada Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 0520-2.K/DIR/2014 tentang Pedoman Pemeliharaan Kubikel Tegangan Menengah.
Standar tersebut menjadi acuan untuk memastikan setiap komponen bekerja sesuai parameter teknis. Melalui pemeriksaan ini, petugas juga dapat mendeteksi lebih awal apabila terdapat ketidaksesuaian pada peralatan.
Manager PLN UP2D NTB, Faris Fitrianto, mengatakan pengujian SLO tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan administrasi sertifikasi, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan dan keandalan operasional.
“Pengujian ini bukan sekadar pemenuhan administrasi sertifikasi, tetapi merupakan langkah teknis untuk memastikan kondisi dan fungsi setiap peralatan benar-benar memenuhi standar,” kata Faris.
Menurut dia, pemeriksaan secara terukur dapat membantu PLN mengantisipasi potensi gangguan sejak dini. Dengan demikian, keselamatan petugas, kondisi peralatan, dan kontinuitas penyaluran listrik dapat tetap terjaga.
Keandalan kubikel tegangan menengah menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan infrastruktur kelistrikan. Peralatan tersebut berperan dalam pengamanan dan pengoperasian jaringan listrik, sehingga kondisinya perlu dipastikan sesuai standar sebelum digunakan.
Bagi masyarakat, kesiapan infrastruktur ini berkaitan dengan kualitas layanan listrik untuk kebutuhan rumah tangga, fasilitas publik, hingga kegiatan ekonomi dan industri di NTB.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, Yondri Zulfadli, menegaskan bahwa perusahaan terus memperkuat kesiapan infrastruktur untuk menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Keandalan listrik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pasokan, tetapi juga oleh kesiapan dan kelayakan seluruh peralatan pendukungnya,” ujar Yondri.
Dia menambahkan, PLN akan terus menerapkan standar keselamatan dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia untuk mendukung sistem kelistrikan yang aman dan berkelanjutan.
Pelaksanaan pengujian pada momentum Hari Sumpah Pemuda ini juga menjadi bagian dari penguatan budaya keselamatan dan kolaborasi antarsatuan kerja PLN dalam menjaga infrastruktur ketenagalistrikan di Nusa Tenggara Barat.












